“Bukan HIV yang Membunuh, Tapi Stigma” (3)

Kompas.com - 06/11/2018, 00:41 WIB
ARV, obat yang harus diminum penderita HIV-AIDS seumur hidupnya. KOMPAS.com/RENI SUSANTIARV, obat yang harus diminum penderita HIV-AIDS seumur hidupnya.

BANDUNG, KOMPAS.com – Psikolog dari Universitas Kristen Maranatha, Efnie Indrianie, menjelaskan bagaimana stigma bisa membunuh seseorang.

Efnie menjelaskan, sekelompok orang yang dianggap berbeda, seperti gay, waria, kerap mendapat stigma negatif maupun diskriminasi. Apalagi jika orang tersebut positif HIV.

“Masyarakat melihat, orang dengan orientasi seksual sesama jenis sebagai gangguan. Tidak sedikit hinaan diterima. Bahkan ada yang menghindar dan tidak ingin berteman atau berinteraksi dengan gay,” ujar Efnie kepada Kompas.com, belum lama ini.


Tanpa status HIV positif, kondisi itu sudah menjadi pemicu stres berat. Pada sebagian orang, levelnya turun menjadi depresi.

Orang yang depresi, biasanya keinginan makannya turun, interaksi bersosialisasi turun, bahkan melihat matahari pun tidak berminat.

Baca juga: “Bukan HIV yang Membunuh, Tapi Stigma” (1)

Mereka kerap mengurung diri dan memperparah kondisi diri. Hormon kebahagiaan, endorfin pun tidak ada, yang ada hanyalah hormon stress.

“Bisa dibayangkan jika orang itu terkena HIV, yang mengganggu sistem imun. Ketika mereka stres, CD 4 mereka terus turun. Sistem imun makin turun. Makanya ada anggapan bukan HIV yang membunuh, tapi stigma,” tuturnya.

Sebab, penderita HV-AIDS memiliki kesempatan hidup yang baik. Seperti seseorang penderita HIV asal Kanada. Sejak dilahirkan tahun 1982, ia positif HIV, karena tertular orangtuanya.

Itu artinya, sejak kecil ia sudah mengonsumsi obat ARV. Namun dengan pola hidup sehat, berpikir positif, ia masih hidup sampai sekarang dan memiliki seorang istri serta tiga anak yang semuanya negatif HIV.

“Itu artinya, dengan gaya hidup sehat, mindset terjaga, support dari lingkungan, disiplin meminum obat, membuat jumlah virus dalam tubuhnya bisa dikontrol,” ungkapnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Talaud Terpilih Tunggu Keputusan Kemendagri: Hasil Pertemuan Harus Dilantik

Bupati Talaud Terpilih Tunggu Keputusan Kemendagri: Hasil Pertemuan Harus Dilantik

Regional
Cerita Pasutri Yanto dan Riska Bayar Persalinan Pakai Koin: Hasil Nabung Selama 9 Bulan

Cerita Pasutri Yanto dan Riska Bayar Persalinan Pakai Koin: Hasil Nabung Selama 9 Bulan

Regional
Partai Golkar Sumut Gelar Fit and Proper Test Calon Kepala Daerah

Partai Golkar Sumut Gelar Fit and Proper Test Calon Kepala Daerah

Regional
Dosen UGM Ciptakan Lidah Elektronik untuk Deteksi Makanan Halal

Dosen UGM Ciptakan Lidah Elektronik untuk Deteksi Makanan Halal

Regional
Rawan Bencana, BPBD Cianjur Siagakan 1.800 Retana di 32 Kecamatan

Rawan Bencana, BPBD Cianjur Siagakan 1.800 Retana di 32 Kecamatan

Regional
Cerita Buruh Tani yang Rela Keluarkan Rp 2 Juta untuk Ikut Kirab Keraton Agung Sejagat

Cerita Buruh Tani yang Rela Keluarkan Rp 2 Juta untuk Ikut Kirab Keraton Agung Sejagat

Regional
Cerita Riska Nekat Bayar Biaya Persalinan Rp 1 Juta Pakai Koin: Saya Sempat Was-was...

Cerita Riska Nekat Bayar Biaya Persalinan Rp 1 Juta Pakai Koin: Saya Sempat Was-was...

Regional
Puskesmas Kembalikan Uang Koin Biaya Persalinan Pasutri Riska dan Yanto, Ini Alasannya

Puskesmas Kembalikan Uang Koin Biaya Persalinan Pasutri Riska dan Yanto, Ini Alasannya

Regional
Bakar Lahan untuk Usir Monyet, Seorang Kakek di Pekanbaru Ditangkap

Bakar Lahan untuk Usir Monyet, Seorang Kakek di Pekanbaru Ditangkap

Regional
Resmikan Masjid, Gubernur Edy: Kita Namakan Masjid Gubsu Biar Adil...

Resmikan Masjid, Gubernur Edy: Kita Namakan Masjid Gubsu Biar Adil...

Regional
Soal Sunda Empire, Dedi Mulyadi: Penyakit Sosial Lama dan Akut

Soal Sunda Empire, Dedi Mulyadi: Penyakit Sosial Lama dan Akut

Regional
Kronologi Penemuan 3 Hektar Lahan Ganja di Lereng Gunung Dempo: Polisi Jalan Kaki 4 Jam

Kronologi Penemuan 3 Hektar Lahan Ganja di Lereng Gunung Dempo: Polisi Jalan Kaki 4 Jam

Regional
103 Rumah di Pulau Ambo, Sulawesi Barat, Terancam Tenggelam akibat Abrasi

103 Rumah di Pulau Ambo, Sulawesi Barat, Terancam Tenggelam akibat Abrasi

Regional
Ternak Babi di Sumut Tidak Akan Dimusnahkan Sebab ASF Beda dengan Flu Burung

Ternak Babi di Sumut Tidak Akan Dimusnahkan Sebab ASF Beda dengan Flu Burung

Regional
Muncul Gerakan 'Save Babi', Pemprov Sumut: Ternak Babi Tak Akan Dimusnahkan Walau Ada Virus ASF

Muncul Gerakan "Save Babi", Pemprov Sumut: Ternak Babi Tak Akan Dimusnahkan Walau Ada Virus ASF

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X