Pembawa dan Pembakar Bendera Divonis 10 Hari Penjara

Kompas.com - 05/11/2018, 17:25 WIB
Ilustrasi vonis hakim. ShutterstockIlustrasi vonis hakim.

GARUT, KOMPAS.com - Faisal Mubarok dan Mahfudin, terdakwa pembakar bendera dalam acara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Alun-alun Limbangan pada 22 Oktober 2018 lalu, divonis hukuman 10 hari penjara.

Keduanya juga diwajibkan membayar biaya perkara sebesar Rp 2.000 oleh Pengadilan Negeri Garut dalam sidang yang digelar Senin (5/11/2018) di Pengadilan Negeri Garut.

Vonis yang sama juga diberikan kepada Uus, pelaku pembawa bendera yang dibakar oleh Faisal Mubarok dan Mahfudin.

Juru bicara Pengadilan Negeri Garut, Endratno Rajamai menjelaskan, sebagaimana putusan hakim, ketiganya telah terbukti bersalah melakukan pelanggaran pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 174 KUHP, yaitu mengganggu ketertiban umum.

"Ketiganya telah menerima putusan hakim dengan pidana penjara selama 10 hari dan membayar biaya perkara sebesar Rp 2.000," jelas Rajamai saat dihubungi, Senin (5/11/2018) siang.

Baca juga: Berkas Kasus Pembakaran Bendera di Garut Telah Dilimpahkan ke PN

Sidang perkara pembakaran bendera sendiri digelar Senin (5/11/2018) dengan hakim tunggal Hasanuddin.

Sidang yang digelar sejak pagi tersebut beragendakan mendengar keterangan dari para terdakwa dan pembacaan vonis dari hakim.

Ketiga pelaku disidang secara terpisah. Sidang pertama, untuk dua orang pelaku pembakaran bendera. Setelah itu, sidang dilanjutkan dengan terdakwa pembawa bendera.

Sidang pembacaan vonis yang pertama dilakukan terhadap dua orang pelaku pembakar bendera. Setelah itu, sidang dilanjutkan dengan pembacaan vonis untuk pelaku pembawa bendera.

Menurut Rajamai, hal yang memberatkan untuk kedua pembakar bendera tersebut adalah mereka dipandang hakim telah mengganggu ketertiban umum.

Sedangkan yang meringankan, keduanya mau berterus terang dan belum pernah berurusan dengan hukum.

Baca juga: 2 Pembakar Bendera dalam Acara HSN di Garut Jadi Tersangka

Sementara, pelaku pembawa bendera dalam putusan hakim dipandang bersalah karena terbukti dengan sengaja mengganggu rapat umum hari santri nasional. Yang meringankan terdakwa adalah mau berterus terang dalam memberi keterangan dan belum pernah berurusan dengan hukum.

Karena ketiganya menerima putusan hakim, menurut Rajamai, ketiganya langsung dieksekusi untuk menjalani masa hukuman.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bandara Ahmad Yani Tambah Rute Penerbangan Tujuan Bandung-Semarang

Bandara Ahmad Yani Tambah Rute Penerbangan Tujuan Bandung-Semarang

Regional
Lempari Mobil Truk dengan Batu, Pria Ini Diamankan Polisi

Lempari Mobil Truk dengan Batu, Pria Ini Diamankan Polisi

Regional
Waspadai Virus Corona, Warga Bandung Diimbau Pakai Masker

Waspadai Virus Corona, Warga Bandung Diimbau Pakai Masker

Regional
Habitat Terusik Tambang dan Pembalakan Liar, Orangutan Masuk Kebun Warga di Kalbar

Habitat Terusik Tambang dan Pembalakan Liar, Orangutan Masuk Kebun Warga di Kalbar

Regional
Stres Skripsi Tak Kunjung Selesai, Mahasiswi di Kudus Nekat Pesta Sabu dengan 2 Teman Pria

Stres Skripsi Tak Kunjung Selesai, Mahasiswi di Kudus Nekat Pesta Sabu dengan 2 Teman Pria

Regional
Sopir Ngantuk, Mobil yang Dikendarai Masuk Jurang

Sopir Ngantuk, Mobil yang Dikendarai Masuk Jurang

Regional
Duduk Perkara Gubernur Sumbar Sambut Kedatangan 150 Turis China, Diprotes hingga Komentar Wagub

Duduk Perkara Gubernur Sumbar Sambut Kedatangan 150 Turis China, Diprotes hingga Komentar Wagub

Regional
Detik-detik Dua Warga Sumedang Tewas Tertimbun Longsor Saat Berteduh di Saung Sawah

Detik-detik Dua Warga Sumedang Tewas Tertimbun Longsor Saat Berteduh di Saung Sawah

Regional
Paus yang Terdampar di Pulau Rote Jenis Paus Sperma

Paus yang Terdampar di Pulau Rote Jenis Paus Sperma

Regional
Tak Mau Setor Hasil Jual Durian, Pria Ini Buat Laporan Palsu dengan Mengaku Dibegal

Tak Mau Setor Hasil Jual Durian, Pria Ini Buat Laporan Palsu dengan Mengaku Dibegal

Regional
Kronologi 2 Pemuda Mabuk Tewas Ditusuk di Banjarmasin, Berawal dari Curhat

Kronologi 2 Pemuda Mabuk Tewas Ditusuk di Banjarmasin, Berawal dari Curhat

Regional
Begini Perubahan Sukiyah, Perempuan Berambut 2 Meter dan Jadi Sarang Tikus Setelah Potong Rambut dan Bertemu Ardian

Begini Perubahan Sukiyah, Perempuan Berambut 2 Meter dan Jadi Sarang Tikus Setelah Potong Rambut dan Bertemu Ardian

Regional
Culik Gadis Pemijat Selama 4 Tahun hingga Hamil, Pria Paruh Baya Dibekuk Polisi

Culik Gadis Pemijat Selama 4 Tahun hingga Hamil, Pria Paruh Baya Dibekuk Polisi

Regional
Progres Pembangunan Jalan Pansela di Jatim, Tersisa 215 Kilometer

Progres Pembangunan Jalan Pansela di Jatim, Tersisa 215 Kilometer

Regional
Saat Ganjar Jadi Pemain Barongsai Meriahkan Perayaan Imlek: Sing Tak Tunggu Angpaune, Sayang Ndak Dapat

Saat Ganjar Jadi Pemain Barongsai Meriahkan Perayaan Imlek: Sing Tak Tunggu Angpaune, Sayang Ndak Dapat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X