Pesawat Sempat "Delay", Jenazah Korban Lion Air Tiba di Bandara Depati Amir

Kompas.com - 05/11/2018, 12:37 WIB
Peti jenazah korban Lion Air JT 610, Karmin (68) tiba di posko Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, Senin (5/11/2018). KOMPAS.com/HERU DAHNURPeti jenazah korban Lion Air JT 610, Karmin (68) tiba di posko Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, Senin (5/11/2018).

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Jenazah pertama korban Lion Air JT 610 asal Kepulauan Bangka Belitung tiba di Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, Senin (5/11/2018) sekitar pukul 10.10 WIB.

Jenazah diangkut dengan pesawat Lion Air JT 216. Seusai jadwal, pesawat seharusnya tiba di Pangkal Pinang pukul 07.20 WIB, namun mengalami delay dan tiba pukul 10.10 WIB.

Kedatangan korban, Karmin (68), yang tercatat di manifes 77 Lion Air JT 610 disambut Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Abdul Fatah, Ketua DPRD Didit Srigusjaya, Kapolda Brigjen (Pol) Syaiful Zachri serta unsur pimpinan daerah dan pihak keluarga.

Adik Korban, Harli, mengucapkan terima kasih kepada tim SAR gabungan yang telah berupaya dalam evakuasi korban di Tanjung Karawang, Jawa Barat.

"Kalau ada salah kakak kami, mohon dimaafkan. Kami berduka, tapi ini sudah takdir dan kami harus tabah menghadapinya," ujar Harli, Senin (5/11/2018).

Baca juga: Bawa Jenazah Karmin ke Pangkal Pinang, Lion Air Delay 1,5 Jam karena Kendala Teknis

Setelah diserahterimakan secara resmi di posko Bandara Depati Amir, jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan Kenanga, Koba, Bangka Tengah.

Korban meninggalkan seorang istri dan empat anak.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bukannya Kabur Saat Dipergoki Polisi, Belasan Pembalak Liar Malah Santai

Bukannya Kabur Saat Dipergoki Polisi, Belasan Pembalak Liar Malah Santai

Regional
120 Boks Masker di Dinkes Cilegon Hilang Dicuri, Pelakunya PNS dan Honorer di Dinkes

120 Boks Masker di Dinkes Cilegon Hilang Dicuri, Pelakunya PNS dan Honorer di Dinkes

Regional
Saat Akan Ditangkap, Pelaku Ini Kelabui Polisi dengan Alasan Buang Air Kecil Lalu Melarikan Diri

Saat Akan Ditangkap, Pelaku Ini Kelabui Polisi dengan Alasan Buang Air Kecil Lalu Melarikan Diri

Regional
Enam Bulan Diselidiki,  Kapal Pengangkut Kayu Ilegal Berhasil Ditangkap di Riau

Enam Bulan Diselidiki, Kapal Pengangkut Kayu Ilegal Berhasil Ditangkap di Riau

Regional
Update Tracing Pelatihan Petugas Haji di Surabaya: 11 Orang Positif Covid-19, 1 Meninggal

Update Tracing Pelatihan Petugas Haji di Surabaya: 11 Orang Positif Covid-19, 1 Meninggal

Regional
Elemen Sipil Sebut Jam Malam Timbulkan Trauma Masa Konflik Aceh

Elemen Sipil Sebut Jam Malam Timbulkan Trauma Masa Konflik Aceh

Regional
Tiba di Solo, Pemudik Dijemput Bus Menuju Tempat Karantina

Tiba di Solo, Pemudik Dijemput Bus Menuju Tempat Karantina

Regional
Kronologi Puluhan Warga Kampung Hadang Polisi Setelah Pergoki Belasan Pembalak Liar

Kronologi Puluhan Warga Kampung Hadang Polisi Setelah Pergoki Belasan Pembalak Liar

Regional
Komunitas Kopi Jabar Bagikan 1.000 Botol Kopi ke Tenaga Medis Covid-19

Komunitas Kopi Jabar Bagikan 1.000 Botol Kopi ke Tenaga Medis Covid-19

Regional
Data Covid-19 Pemprov Sumbar Beda dengan Nasional

Data Covid-19 Pemprov Sumbar Beda dengan Nasional

Regional
Wali Kota Tasikmalaya Larang RW Tarik Pungutan Semprot Disinfektan ke Warga

Wali Kota Tasikmalaya Larang RW Tarik Pungutan Semprot Disinfektan ke Warga

Regional
Kesal Tak Diberi Uang untuk Beli Motor, Pemuda di Cianjur Bakar Rumah Orangtuanya

Kesal Tak Diberi Uang untuk Beli Motor, Pemuda di Cianjur Bakar Rumah Orangtuanya

Regional
Bantah Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji: Ada Skenario Permintaan Uang Rp 35 M dan Ancaman

Bantah Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji: Ada Skenario Permintaan Uang Rp 35 M dan Ancaman

Regional
Pergoki Pembalak Liar, Polisi Malah Dihadang Puluhan Warga Kampung

Pergoki Pembalak Liar, Polisi Malah Dihadang Puluhan Warga Kampung

Regional
65 Napi di Nusakambangan Dibebaskan akibat Wabah Corona

65 Napi di Nusakambangan Dibebaskan akibat Wabah Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X