Timses Prabowo-Sandi Nilai Aksi Protes di Boyolali Diskreditkan Prabowo

Kompas.com - 04/11/2018, 20:28 WIB
Juru Bicara Badan Pemenangan Prabowo-Sandi Provinsi Jateng Sriyanto Saputro (kiri) dan Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi Ferry Juliantono dalam konferensi pers di Solo, Jawa Tengah, Minggu (4/11/2018).KOMPAS.com/LABIB ZAMANI Juru Bicara Badan Pemenangan Prabowo-Sandi Provinsi Jateng Sriyanto Saputro (kiri) dan Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi Ferry Juliantono dalam konferensi pers di Solo, Jawa Tengah, Minggu (4/11/2018).

SOLO, KOMPAS.com - Aksi protes warga Boyolali, Jawa Tengah, atas pidato calon presiden (capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto yang mengucap " tampang Boyolali" di Balai Sidang Mahesa Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (4/11/2018), dinilai telah mendiskreditkan Prabowo.

Hal tersebut disampaikan Badan Pemenangan Prabowo-Sandi Provinsi Jawa Tengah, Sriyanto Saputro dalam konferensi pers di Solo, Jawa Tengah, Minggu (4/11/2018).

Menurut Sriyanto, banyak spanduk dan baligo yang dibawa massa aksi protes bernada ujaran kebencian.

"Kalau boleh dikatakan sudah menyebar kebencian karena banyak baliho, kemudian spanduk yang mendiskreditkan Pak Prabowo. Biar saja, tapi rakyat yang akan menilai," kata Sriyanto.

"Yang juga kami heran kok sampai mengerahkan, memobilisasi ASN. Ada camat, kades, kami punya bukti-buktinya di sana," tambahnya.

Meski menilai ada pelanggaran, Sriyanto mengatakan, pihaknya tetap menyerahkan sepenuhnya masalah tersebut ke Bawaslu.

Baca juga: Jubir: Jangan Pelintir Isu Tampang Boyolali untuk Memancing Kebencian

Senada dengan, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Ferry Juliantono mengatakan, timnya telah menemukan beberapa bukti adanya pelanggaran dalam acara aksi protes warga Boyolali.

Bukti yang dimaksudkan tersebut di antaranya adalah adanya mobilisasi massa yang melibatkan ASN. Kemudian penggunaan kata ujaran kebencian, baik yang disampaikan dalam acara maupun yang tertulis di spanduk dan baligo.

"Kemudian tempat penggunaan acara tersebut juga adalah tempat yang sebenarnya dilarang untuk terjadinya mobilisasi massa dalam kegiatan politik," kata Ferry.

Maka dari itu, Ferry berharap pelanggaran yang terjadi dalam aksi protes di Boyolali tersebut dapat segera ditindaklanjuti oleh Bawaslu atau Panwaslu setempat.

Sebelumnya, Ketua DPRD Boyolali yang juga koordinator aksi protes, S Paryanto mengungkapkan, aksi protes diikuti sekitar 15.000 warga Boyolali. Aksinya itu dilakukan secara spontan dan tidak mengandung muatan politik.

"Hari ini (Minggu) spontan warga melakukan aksi protes atas pidato Prabowo. Ini murni riil gerakan masyarakat Boyolali. Tidak ada muatan apapun. Jadi, jangan ada salah arti, salah persepsi," kata Paryanto di Balai Sidang Mahesa Boyolali, Jawa Tengah.

Baca juga: Tidak Ada Niat dari Pak Prabowo untuk Mendegradasi Warga Boyolali

Warga yang ikut dalam aksi protes tersebut merupakan perwakilan dari masing-masing kecamatan di Boyolali. Ada sekitar 19 kecamatan yang tersebar di seluruh Boyolali.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X