Ini Video Lengkap Pidato Prabowo soal "Tampang Boyolali"

Kompas.com - 03/11/2018, 20:00 WIB
Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat berpidato pada acara peresmian Kantor Badan Pemenangan Prabowo-Sandi di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (30/10/2018). Videonya viral karena menyebutkan tampang Boyolali. dok. YouTubeCalon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat berpidato pada acara peresmian Kantor Badan Pemenangan Prabowo-Sandi di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (30/10/2018). Videonya viral karena menyebutkan tampang Boyolali.

Partai Demokrat yang telah melahirkan seorang Presiden Republik Indonesia, yang telah memimpin bangsa Indonesia 10 tahun dengan adem ayem, dengan tenang, dengan sejuk, dengan stabilitas dan tentunya Partai Gerakan Indonesia Raya, partai saya sendiri.

Tapi saya merasa bahwa tidak hanya empat partai tersebut, yang mendukung saya dan mengusung saya. Saya dimana-mana didatangi oleh berbagai kalangan ormas-orams, sayap-sayap sebagai contoh para Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya.

Singa-singa tua yang turun dari gunung untuk membela negara dan bangsa kita walaupun mereka mungkin giginya sudah ompong. Giginya ompong semangatnya masih menyala, tapi terutama yang saya rasakan adalah dukungan dari emak-emak yang militan. Emak-emak ini militan. Mereka berani.

Saudara-saudara sekalian, kita menamakan diri koalisi adil makmur. Kenapa, karena keadilan dan kemakmuran adalah cita-cita pendiri bangsa republik Indonesia. Keadilan dan kemakmuran adalah tujuan kita merdeka. Keadilan dan kemakmuran adalah tujuan kita mendirikan republik Indonesia saudara-saudara sekalian.

Dan dirasakan sekarang saudara-saudara yang merasakan, sekarang saya bertanya kepada saudara-saudara sekalian apakah saudara-saudara sudah merasa adil, sudah merasa makmur (belum, sahut para hadirin dalam acara tersebut).

Saudara-saudara, saya hari ini didampingi, ditemani oleh Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Pak Zulkifli Hasan. Tapi beliau juga kebetulan adalah Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, ketua MPR RI pemegang perwakilan rakyat yang tertinggi di Republik Indonesia.

Saya juga didampingi oleh tokoh Jawa Tengah dan tokoh TNI yaitu mantan Gubernur Jawa Tengah Letnan Jenderal TNI (Purnawirawan) H Bibit Waluyo. Saudara-saudara di Jawa Tengah yang lebih tahu bagaimana seorang Bibit Waluyo itu. Orang gubernur yang bekerja keras untuk rakyat, untuk petani, untuk nelayan, untuk wong cilik di seluruh Jawa Tengah.

Dengan semboyan balik deso bangun deso. Balik deso bangun deso berarti membangun bangsa dan negara. Saudara-saudara, saya kenal Pak Bibit Waluyo sudah lama. Sebenarnya beliau adalah senior saya, beliau yang dulu mlonco saya, yang menggembleng saya termasuk beliau. Karena saya termasuk dulu taruna yang nakal.

Tapi kalau saya nggak nakal, nggak jadi jenderal. Dan saya kenal beliau di daerah operasi kami ini. Tentara dulu bukan tentara di belakang meja. Kita bukan tentara di kota, kita tentara di lapangan. Kita naik dan turun gunung, kita membela negara ini pertaruhkan jiwa kita untuk menjaga keamanan negara ini. Dari sejak muda kami pertaruhkan nyawa kami untuk bangsa Indonesia untuk merah putih yang kita cintai.

Sekarang seharusnya kita pensiun, seharusnya kita istirahat, tetapi kita melihat bahwa negara dan bangsa kita masih dalam keadaan tidak baik, ekonomi kita tidak di tangan bangsa kita sendiri. Saya lahir di Jakarta. Saya besar di Jakarta. Saya memberi usia saya untuk untuk bangsa ini, saya memberi jiwa saya dan raga saya untuk bangsa ini. Tetapi begitu saya keliling Jakarta saya lihat gedung-gedung mewah, gedung-gedung menjulang tinggi, hotel-hotel mewah, sebut saja hotel mana di dunia yang paling mahal ada di Jakarta. Ada Ritz-Calten, ada apa itu, Waldoft Astoria.

Namanya saja kalian nggak bisa sebut. Dan macam-macam itu semua, tapi saya yakin kalian tidak pernah masuk hotel-hotel tersebut (betul, sahut para hadirin dalam acara tersebut). Kalian kalau masuk mungkin kalian diusir, tampang kalian tampang tidak orang kaya, tampang kalian, tampang Boyolali, ini, betul, (betul, sahut tertawa para hadirin dalam acara tersebut).

Saya sebagai prajurit, saya lihat kok negara saya bukan milik rakyat saya. Untuk apa saya berjuang, apakah saya berjuang supaya agar negara kita bisa jadi milik orang asing, saya tidak rela, saya tidak rela. Dan karena itulah saya melihat rakyat saya masih banyak yang tidak mendapatkan keadilan, dan tidak dapat kemakmuran, dan tidak dapat kesejahteraan. Bukan itu cita-citanya Bung Karno, bukan itu cita-citanya Bung Hatta, bukan itu cita-citanya Pak Dirman, bukan itu Ahmad Yani, bukan itu cita-cita pejuang kita.

Karena itu saudara-saudara Pak Bibit, Saya, lama tidak ketemu, saya tidak minta beliau mendukung saya, beliau yang menyatakan mendukung Prabowo dan Sandi. Saudara-saudara tokoh-tokoh seperti Pak Zul, tokoh-tokoh PAN, PKS, Demokrat, relawan-relawan dari mana-mana bergabung dengan Prabowo-Sandi apakah mereka berharap uang, tidak.

Kami partai-partai yang tidak berkuasa kalau mendukung kami jangan mengira, kami bisa membagi-bagi uang, membagi sembako, membagi apa, tidak. Yang bisa kami janjikan kepada rakyat Indonesia adalah keteguhan, ketekatan, kita untuk membela rakyat Indonesia, sebenar-benarnya. Yang bisa kami janjikan kepada rakyat Indonesia adalah bahwa kami akan menjaga dan akan mengelola kekayaan bangsa Indonesia, untuk sebesar-besarannya kemakmuran rakyat Indonesia."

 

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penumpang Lion Air Surabaya-Pontianak Akan Transit di Bandara Soetta

Penumpang Lion Air Surabaya-Pontianak Akan Transit di Bandara Soetta

Regional
64 Kepala SMP di Riau yang Mengundurkan Diri Akhirnya Kembali Bekerja

64 Kepala SMP di Riau yang Mengundurkan Diri Akhirnya Kembali Bekerja

Regional
Akses Menuju Pusat Kota Pekanbaru Tergenang Banjir, Timbulkan Kemacetan

Akses Menuju Pusat Kota Pekanbaru Tergenang Banjir, Timbulkan Kemacetan

Regional
TNI dan Polri Ikut Cari Penumpang Pesawat dari Surabaya yang Kabur Saat Hendak Diisolasi

TNI dan Polri Ikut Cari Penumpang Pesawat dari Surabaya yang Kabur Saat Hendak Diisolasi

Regional
Saat Transpuan Menjadi Pejabat Publik di Sikka, Bunda Mayora: Berkatilah Seluruh Kegiatanku

Saat Transpuan Menjadi Pejabat Publik di Sikka, Bunda Mayora: Berkatilah Seluruh Kegiatanku

Regional
Gubernur Kepri Positif Corona, Sudah 739 Warga Tanjungpinang Jalani Swab

Gubernur Kepri Positif Corona, Sudah 739 Warga Tanjungpinang Jalani Swab

Regional
Layanan Jenguk Ditutup, RSUD 45 Dinyatakan Klaster Baru Covid-19

Layanan Jenguk Ditutup, RSUD 45 Dinyatakan Klaster Baru Covid-19

Regional
25 Karyawan Perusahaan di Pesisir Barat Lampung Positif Covid-19

25 Karyawan Perusahaan di Pesisir Barat Lampung Positif Covid-19

Regional
Laporkan Jerinx SID ke Polisi, IDI Bali: Organisasi Kami Merasa Terhina

Laporkan Jerinx SID ke Polisi, IDI Bali: Organisasi Kami Merasa Terhina

Regional
Utamakan Keselamatan Anak, Pemkot Serang Perpanjang Belajar Online

Utamakan Keselamatan Anak, Pemkot Serang Perpanjang Belajar Online

Regional
Korsleting, Ruang Operasi RS Bethesda Lempuyangwangi Yogyakarta Terbakar

Korsleting, Ruang Operasi RS Bethesda Lempuyangwangi Yogyakarta Terbakar

Regional
Detik-detik Seorang Ibu Melahirkan di Atas Mobil Patroli Polisi Tanpa Bantuan Medis

Detik-detik Seorang Ibu Melahirkan di Atas Mobil Patroli Polisi Tanpa Bantuan Medis

Regional
Petani Pembakar Lahan Ditangkap, Walhi Minta Jangan Langsung Dipenjara

Petani Pembakar Lahan Ditangkap, Walhi Minta Jangan Langsung Dipenjara

Regional
Hindari Kecurangan, Pembagian Daging Kurban Pakai Barcode

Hindari Kecurangan, Pembagian Daging Kurban Pakai Barcode

Regional
Polisi: Bos Arisan HA Dilaporkan Atas Dugaan Tindak Pidana dan Pelanggaran UU Perbankan

Polisi: Bos Arisan HA Dilaporkan Atas Dugaan Tindak Pidana dan Pelanggaran UU Perbankan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X