Atas Polemik Sekolah Minggu di RUU Pesantren, Pemerintah Siapkan Draf Sandingan

Kompas.com - 03/11/2018, 08:35 WIB
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin seusai menghadiri diskusi dengan budayawan dan agamawan di Homestay Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul,  Yogyakarta, Jumat (2/11/2018) malam. KOMPAS.com/MARKUS YUWONOMenteri Agama Lukman Hakim Saifuddin seusai menghadiri diskusi dengan budayawan dan agamawan di Homestay Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta, Jumat (2/11/2018) malam.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin akan melakukan persiapan membuat draf persandingan RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan.

Harapannya, agar bisa mengakhiri polemik RUU Pesantren, salah satunya mengenai pasal yang berisi pendidikan Sekolah Minggu dan Katekisasi.

Hal itu diucapkan Menag seusai menghadiri diskusi bersama agamawan dan budayawan di Homestay Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Jumat (2/11/2018) malam.

Menurut Menag Lukman, draf persandingan pemerintah itu adalah cerminan dari aspirasi yang berkembang di semua lembaga pendidikan keagamaan di Indonesia.

Hal itu karena pemerintah menetapkan Kemenag untuk jadi leading sector dalam menyiapkan draf sandingan RUU Pesantren itu. 

Baca juga: PGI Keberatan RUU Pesantren Atur Syarat Sekolah Minggu di Gereja

"Kita sudah pelajari dan mendalami sejumlah masukan dari berbagai kalangan seperti PGI (Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia) dan KWI (Konferensi Waligereja Indonesia), bahkan forum Kyai-kyai," katanya, Jumat.  

Menag berjanji akan melakukan pembahasan draf tersebut dengan pihak terkait, dalam waktu dekat. Dalam satu atau dua minggu Kemenag akan mengundang para pemangku kepentingan untuk mendiskusikan draf sandingan RUU Pesantren yang dibuat pemerintah.  

Berbaik sangka

Lukman menyebut RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan bukan inisiatif pemerintah namun DPR. Pihaknya tak ingin berspekulasi mengenai pembuatan RUU itu.

"Yang jelas saya ingin berbaik sangka, bahwa RUU ini sebenarnya selain mengatur pesantren sebagai lembaga pendidikan yang original dan dimiliki Indonesia," ujarnya. 

"Mereka (DPR RI) juga ingin memberi pengakuan kepada sejumlah lembaga pendidikan keagaman yang lain, karena kan lembaga pendidikan keagamaan di Indonesia tidak hanya pesantren saja." 

Baca juga: RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Jadi Usul Inisiatif DPR

Disinggung terkait Sekolah Minggu dan Katekisasi, Lukman menganggap hal tersebut sebetulnya tidak perlu diatur dalam RUU. Namun demikian, dia menilai masuknya Sekolah Minggu bukan untuk mengintervensi terlalu jauh.

"Hanya mungkin mereka (DPR RI) terlalu jauh masuk kepada wilayah Sekolah Minggu, misal Katekisasi yang sebenarnya bukan lembaga pendidikan, tapi itu adalah peribadatan tertentu yang tidak perlu diatur terlalu jauh," ucapnya.

"Saya sekali lagi berbaik sangka, bahwa semangatnya (RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan) adalah pengakuan bukan intervensi," pungkasnya. 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE: Tambah 11 Pasien Positif Corona di NTB, Total Jadi 21 Orang

UPDATE: Tambah 11 Pasien Positif Corona di NTB, Total Jadi 21 Orang

Regional
Dampak Pandemi Corona, 3.315 Pekerja Terkena PHK di Jawa Timur

Dampak Pandemi Corona, 3.315 Pekerja Terkena PHK di Jawa Timur

Regional
Kabar Baik, 11 Pasien Positif Corona Sembuh di Jatim, Total 57 Orang

Kabar Baik, 11 Pasien Positif Corona Sembuh di Jatim, Total 57 Orang

Regional
Sri Sultan HB X Minta Wali Kota dan Bupati di DIY Pantau Pemudik Setelah Jakarta PSBB

Sri Sultan HB X Minta Wali Kota dan Bupati di DIY Pantau Pemudik Setelah Jakarta PSBB

Regional
Polisi Berlakukan Razia Masker Besar-besaran, Pelanggar Malah Kaget Tak Ditilang.....

Polisi Berlakukan Razia Masker Besar-besaran, Pelanggar Malah Kaget Tak Ditilang.....

Regional
Pasien Positif Corona Bertambah 2 Orang di Ponorogo, Terpapar Klaster Asrama Haji Surabaya

Pasien Positif Corona Bertambah 2 Orang di Ponorogo, Terpapar Klaster Asrama Haji Surabaya

Regional
Pasien Positif Covid-19 di Sulsel Bertambah 7, Ada yang dari Jakarta dan Papua

Pasien Positif Covid-19 di Sulsel Bertambah 7, Ada yang dari Jakarta dan Papua

Regional
Terungkap, Ini Motif Kakek 62 Tahun di Muara Enim Tebas Tetangga dengan Parang

Terungkap, Ini Motif Kakek 62 Tahun di Muara Enim Tebas Tetangga dengan Parang

Regional
Puluhan Pemudik Mulai Jalani Karantina di Grha Wisata Niaga Solo

Puluhan Pemudik Mulai Jalani Karantina di Grha Wisata Niaga Solo

Regional
Terapkan Physical Distancing, PHE ONWJ Tetap Beroperasi Saat Wabah Covid-19 demi Ketahanan Energi Indonesia

Terapkan Physical Distancing, PHE ONWJ Tetap Beroperasi Saat Wabah Covid-19 demi Ketahanan Energi Indonesia

Regional
2 Anggota KKB Penyerang Kantor Freeport Tewas dalam Kontak Senjata

2 Anggota KKB Penyerang Kantor Freeport Tewas dalam Kontak Senjata

Regional
Iseng 'Booking' Cewek Lewat Medsos, Pria di Palembang Ini Malah Tertipu Rp 6,4 Juta

Iseng "Booking" Cewek Lewat Medsos, Pria di Palembang Ini Malah Tertipu Rp 6,4 Juta

Regional
Wali Kota Tasikmalaya Tak Mau Corona Dianggap Sepele, Minta Warga Laporkan Pemudik dari Zona Merah

Wali Kota Tasikmalaya Tak Mau Corona Dianggap Sepele, Minta Warga Laporkan Pemudik dari Zona Merah

Regional
Penjelasan Kasus Positif Corona Baru di Batam: Tersebar dari 2 Klaster, Menularkan ke Anak, Suami, dan Teman Kerja

Penjelasan Kasus Positif Corona Baru di Batam: Tersebar dari 2 Klaster, Menularkan ke Anak, Suami, dan Teman Kerja

Regional
3 Petugas Kesehatan Positif Corona di Papua, Tertular dari Pasien

3 Petugas Kesehatan Positif Corona di Papua, Tertular dari Pasien

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X