Sebar Hoaks soal Penculikan Anak di Sukabumi, Seorang Pemuda Diciduk Polisi

Kompas.com - 02/11/2018, 23:16 WIB
Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro (tengah) memperlihatkan barang bukti saat konferensi pers di Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (2/11/2018). KOMPAS.com/BUDIYANTOKapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro (tengah) memperlihatkan barang bukti saat konferensi pers di Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (2/11/2018).

SUKABUMI, KOMPAS.com - Seorang pemuda bernama N alias E (23) diamankan Polres Sukabumi lantaran diduga jadi penyebar hoaks penculikan anak di Terminal Sukaraja melalui grup Facebook. Polisi juga mengamankan orang dalam gambar yang diduga pelaku penculikan anak tersebut. 

Kepala Polres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro saat konferensi pers di RSUD R Syamsudin, Jumat (2/11/2018) malam, memberikan kronologi pengungkapan kasus berita hoaks tersebut. 

Menurut dia, pengungkapan ini berawal dari postingan terkait penangkapan penculik pada salah satu grup Facebook yang diunggah oleh akun ZHA VSB pada Jumat, sekitar pukul 08:52 WIB.

Baca juga: Foto Ibunya Disebar dan Dituduh Pelaku Penculikan Anak, Sartika Lapor Polisi

Postingan tersebut menampilkan foto seseorang yang dituding sebagi penculik. Serta tulisan sebagai berikut: 

''hati-hati jagain anak, tengah malam maupun pagi, semalam penculikudah nyampekampung Cibuntu Terminal Sukaraja.''

Petugas kepolisian Polres Sukabumi Kota menunjukkan barang bukti dalam perkara penyebaran berita bohong atau hoaks saat konferensi pers di Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (2/11/2018).KOMPAS.com/BUDIYANTO Petugas kepolisian Polres Sukabumi Kota menunjukkan barang bukti dalam perkara penyebaran berita bohong atau hoaks saat konferensi pers di Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (2/11/2018).

AKBP Susatyo Purnomo Condro mengatakan, Mr X atau orang yang ada dalam foto pada Facebook itu diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) sesuai hasil pemeriksaan para dokter di RSUD R Syamsudin. 

''Berita yang diposting dan disebarkan dalam grup Facebook itu bohong,'' tegas Susatyo.

Dari hasil penyelidikan sementara, berita yang telah disebar dan diposting oleh N alias E sudah dikomentari oleh 51 akun dan telah dibagikan oleh sebanyak 165 akun.

''Sehingga bisa dibayangkan tingkat viralnya oleh masing-masing orang akan disebarkan lagi,'' tutur Susatyo.

Baca juga: Dikira Penculik Anak, Massa Bakar Motor Perempuan Ini

Atas penyelidikan tersebut, Polres Sukabumi telah menetapkan netizen N alias E sebagai tersangka. Kepada N alis E akan diterapkan pasal 14 dan atau pasal 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang pemberitahuan bohong yang menyebabkan keresahan dengan ancaman hukuman penjara 10 tahun.

''Tersangka sudah ditahan dan perkaranya masih terus didalami,'' lanjut Susatyo.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Risma Akan Manfaatkan Semburan Minyak di Surabaya untuk Alat Pompa Air

Risma Akan Manfaatkan Semburan Minyak di Surabaya untuk Alat Pompa Air

Regional
Ribuan Buruh di Jatim Siap Jaga Kondisi Aman Jelang Pelantikan Presiden

Ribuan Buruh di Jatim Siap Jaga Kondisi Aman Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Setelah Cuitan Bermasalah Istri Eks Dandim Kendari, Anggota Persit Diberi Pelatihan

Setelah Cuitan Bermasalah Istri Eks Dandim Kendari, Anggota Persit Diberi Pelatihan

Regional
Pernah Berjaya Tahun 1980-an, Perahu Tambangan Mulai Ditinggalkan Warga Samarinda

Pernah Berjaya Tahun 1980-an, Perahu Tambangan Mulai Ditinggalkan Warga Samarinda

Regional
Keluhan Warga Palembang soal Kabut Asap: Dada Sesak, Abu Sampai Masuk Rumah

Keluhan Warga Palembang soal Kabut Asap: Dada Sesak, Abu Sampai Masuk Rumah

Regional
Tim Densus 88 Antiteror Sita Amunisi dan Bahan Peledak dari Satu Terduga Teroris

Tim Densus 88 Antiteror Sita Amunisi dan Bahan Peledak dari Satu Terduga Teroris

Regional
Wali Kota Hendi Ganti Rugi Alat Musik Pengamen yang Rusak Saat Penertiban

Wali Kota Hendi Ganti Rugi Alat Musik Pengamen yang Rusak Saat Penertiban

Regional
Bupati Sedih Pandeglang Sering Ditimpa Musibah, Mulai Tsunami hingga Penusukan Wiranto

Bupati Sedih Pandeglang Sering Ditimpa Musibah, Mulai Tsunami hingga Penusukan Wiranto

Regional
6 Fakta Terkini Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Akumulasi Gas hingga Hujan Abu Tipis

6 Fakta Terkini Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Akumulasi Gas hingga Hujan Abu Tipis

Regional
Belasan Penyu Dilindungi Ditangkap dan Dibunuh, Diambil Daging dan Cangkangnya

Belasan Penyu Dilindungi Ditangkap dan Dibunuh, Diambil Daging dan Cangkangnya

Regional
Sel Tahanan Polsek Peusangan Bireuen Dibobol, 7 Narapidana Kabur

Sel Tahanan Polsek Peusangan Bireuen Dibobol, 7 Narapidana Kabur

Regional
Sopir Tak Bisa Kuasai Kemudi, Gran Max Kecelakaan di Tol Boyolali-Salatiga, 1 Tewas

Sopir Tak Bisa Kuasai Kemudi, Gran Max Kecelakaan di Tol Boyolali-Salatiga, 1 Tewas

Regional
Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Hujan Abu Tipis Terjadi di Boyolali

Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Hujan Abu Tipis Terjadi di Boyolali

Regional
Pembunuhan Pria Dalam Plastik di Cianjur Dipicu Masalah Utang Piutang

Pembunuhan Pria Dalam Plastik di Cianjur Dipicu Masalah Utang Piutang

Regional
Gempa Magnitudo 5 Guncang Tenggara Cilacap, Terasa hingga Banjarnegara

Gempa Magnitudo 5 Guncang Tenggara Cilacap, Terasa hingga Banjarnegara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X