Kompas.com - 02/11/2018, 15:32 WIB


KARANGANYAR, KOMPAS.com - Dua hari berturut-turut, seekor macan tutul dilaporkan masuk permukiman warga di lereng Gunung Lawu, Dusun Sendang, Desa Sepajang, Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar.

Tak sekedar masuk ke permukiman, macan tutul menerkam 8 ekor kambing milik warga. Dugaan sementara, macan tutul betina itu masuk ke permukiman lantaran ketersediaan pakan di hutan sudah sulit.

"Berdasar info jenisnya betina dan baru punya anak. Jadi butuh pakan yang lebih. Sementara ketersediaan pakan di hutan seperti celeng sudah sulit. Jadi menyerang ternak warga," ujar Administratur Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Surakarta, Eka Muhammad Ruskanda saat dihubungi Kompas.com, Jumat ( 2/11/2018).

Baca juga: Di Jalanan London, Seekor Ular Boa Mangsa Merpati

Eka mengatakan, serangan macan tutul berlangsung Selasa (30/10/2018) dan Rabu (31/10/2018) malam.

Hari pertama, macan tutul dilaporkan memangsa 5 ekor kambing milik Karto Wagiyo. Rinciannya, 4 ekor ditinggal di kandang dalam keadaan mati dan satu ekor dibawa pergi.

"Pemilik kambing mendapati kandang yang berserakan serta 4 ekor kambing dalam keadaan mati dan terluka gigitan hewan buas di bagian leher. Selanjutnya warga mengecek terdapat tapak kaki macan dan bekas seretan kambing ke arah hutan," ungkap Eka.

Hari kedua, macan tutul mendatangi kandang kambing milik Arjo Paimin, warga Dusun Sendang, Desa Sepanjang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. Di kandang itu, macan tutul memangsa tiga ekor kambing.

"Saat pemilik kambing mengecek kandang mengetahui seekor macan yang berada dalam kandang kambing. Tak hanya itu, 3 ekor kambing dalam kondisi sekarat. Tak lama kemudian, macan langsung meloncat lari menuju semak-semak perkebunan," jelas Eka.

Eka mengimbau untuk lebih waspada dan memindahkan peliharaan ke tempat yang lebih aman.

Ditanya jumlah kasus serangan macan ke pemukiman warga, Eka menjelaskan selama ia bertugas hampir dua tahun baru sekali terjadi.

Ia pun belum mengetahui jumlah macan tutul yang hidup di kawasan hutan karena belum pernah dilakukan inventarisasi. 

Kompas TV Upacara ini dimulai dengan kirab budaya yang dilanjutkan dengan Tradisi Gunyangan atau memandikan sapi.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Desain Rel Kereta Api Trans Sulawesi, Inkalindo Sulsel: Rel Elevated Lebih Ramah Lingkungan

Polemik Desain Rel Kereta Api Trans Sulawesi, Inkalindo Sulsel: Rel Elevated Lebih Ramah Lingkungan

Regional
Merajut Keseimbangan di Taman Nasional Komodo

Merajut Keseimbangan di Taman Nasional Komodo

Regional
70 Penghargaan dalam 4 Tahun, Bukti Kekompakan Bupati dan Wabup Banyuasin

70 Penghargaan dalam 4 Tahun, Bukti Kekompakan Bupati dan Wabup Banyuasin

Regional
Ekonomi Jateng Capai 5,66 Persen pada Kuartal II-2022, Ganjar: Ini Kerja Kolektif

Ekonomi Jateng Capai 5,66 Persen pada Kuartal II-2022, Ganjar: Ini Kerja Kolektif

Regional
Tak Punya Wisata Alam, Kabupaten OKI Percaya Diri Unggulkan Wisata Budaya

Tak Punya Wisata Alam, Kabupaten OKI Percaya Diri Unggulkan Wisata Budaya

Regional
Walkot Ridho Sebut “Fokus” Jadi Kunci Keberhasilan Program Kerja Pemkot Prabumulih

Walkot Ridho Sebut “Fokus” Jadi Kunci Keberhasilan Program Kerja Pemkot Prabumulih

Regional
Kinerja Ekonomi Jatim Triwulan II 2022 Tumbuh di Atas Rata-rata Nasional

Kinerja Ekonomi Jatim Triwulan II 2022 Tumbuh di Atas Rata-rata Nasional

Regional
Semarakkan HUT Ke-77 Kemerdekaan RI, Gubernur Syamsuar Bagikan Bendera Merah Putih di Riau

Semarakkan HUT Ke-77 Kemerdekaan RI, Gubernur Syamsuar Bagikan Bendera Merah Putih di Riau

Regional
Rayakan HUT Ke-828, Kabupaten Trenggalek Gelar Festival Kesenian Jaranan 2022

Rayakan HUT Ke-828, Kabupaten Trenggalek Gelar Festival Kesenian Jaranan 2022

Regional
Wujudkan Sumsel Maju untuk Semua, Pemprov Sumsel Fokus Pada 6 Prioritas Daerah

Wujudkan Sumsel Maju untuk Semua, Pemprov Sumsel Fokus Pada 6 Prioritas Daerah

Regional
Stunting di Musi Banyuasin Terus Menurun, Bupati Apriyadi Paparkan Strateginya

Stunting di Musi Banyuasin Terus Menurun, Bupati Apriyadi Paparkan Strateginya

Regional
Dukung Penurunan Stunting, Walkot Mahdi Gelar Acara “Rembuk Stunting Kota Metro 2022”

Dukung Penurunan Stunting, Walkot Mahdi Gelar Acara “Rembuk Stunting Kota Metro 2022”

Regional
Terbuka untuk Umum, Ini Rangkaian Acara Hari Jadi Ke-65 Provinsi Riau

Terbuka untuk Umum, Ini Rangkaian Acara Hari Jadi Ke-65 Provinsi Riau

Regional
Pluralisme di Sekolah Negeri di Jogjakarta

Pluralisme di Sekolah Negeri di Jogjakarta

Regional
Miliki Ribuan Spot WiFi Gratis, Madiun Dikukuhkan sebagai Desa Sensor Mandiri Pertama di Indonesia

Miliki Ribuan Spot WiFi Gratis, Madiun Dikukuhkan sebagai Desa Sensor Mandiri Pertama di Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.