Upaya untuk Keselamatan Sopir Taksi "Online" Sudah Diterapkan, Mengapa Perampokan Masih Terjadi?

Kompas.com - 02/11/2018, 05:51 WIB
Tersangka Willy melakukan adegan penusukan yang menewaskan M Aji Saputra (25) sopir taksi online yang menjadi korban perampokan KOMPAS.com/ Aji YK PutraTersangka Willy melakukan adegan penusukan yang menewaskan M Aji Saputra (25) sopir taksi online yang menjadi korban perampokan

PALEMBANG, KOMPAS.com - Sejak sering terjadinya kasus pembunuhan disertai perampokan terhadap para sopir taksi online di kota Palembang, Sumatera Selatan, keselamatan untuk para pengemudi daring itu terus ditingkatkan.

Berbagai upaya dari sopir taksi online pun telah dilakukan untuk meminimalisasi dan mencegah kejadian itu kembali terulang. Misalnya, berswafoto bersama penumpang hingga tombol panic bottom yang ada di dalam kendaraan.

Ketua Persatuan Driver Online Sumatera Selatan (PDOS) Edo mengatakan, mereka selama ini menuntut kepada pihak aplikator untuk membuat kebijakan agar para penumpang lebih tertib.

Namun selama ini, aplikator hanya menuntut secara sepihak kepada para driver untuk tertib.

“Kami sudah pernah menuntut kepada aplikator agar penumpang juga tertib. Misalnya menyertakan KTP atau SIM ketika memesan, itu semua untuk mengantisipasi kejadian yang tak diinginkan. Sejauh ini, hanya sebatas ditanggapi saja oleh aplikator,” kata Edo kepada Kompas.com, Kamis (1/11/2018).

Edo melanjutkan, swafoto bersama penumpang adalah aturan sendiri yang mereka buat sesama taksi online untuk mencegah terjadinya tindak kriminal. Namun, upaya itu kadang sering kali ditolak para penumpang dengan alasan privasi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Memang kadang penumpangnya tidak mau, ya kita mau bagaimana lagi. Biasanya foto penumpang akan di-upload ke grup, sehingga sesama sopir mengetahui siapa saja penumpang rekan kami,” ujarnya.

Baca juga: Percakapan Terakhir Sofyan, Sopir Taksi Online Sebelum Hilang: Ayo Makan Bareng

Dalam organisasi sopir taksi online, Edo sebagai ketua komunitas mewajibkan rekan-rekannya untuk selalu mengirimkan peta (maps) atau share location ketika mengantarkan penumpang.

Peta itu akan terus dipantau oleh rekan sopir taksi online yang lain untuk memastikan keselamatan selama perjalanan mengantarkan penumpang.

“Aturan dalam kumunitas kami, setiap pagi pas narik langsung kirim maps di mana lokasinya. Itu dikirim terus sampai driver-nya pulang ke rumah untuk memastikan keamanan. Jika ada yang tidak mengirimkan saya keluarkan dari grup,” jelasnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X