Percakapan Terakhir Sofyan, Sopir Taksi Online Sebelum Hilang: Ayo Makan Bareng

Kompas.com - 01/11/2018, 20:14 WIB
Sofyan sopir taksi online yang hilang usai mengantarkan penumpang. ISTIMEWASofyan sopir taksi online yang hilang usai mengantarkan penumpang.

PALEMBANG, KOMPAS.com - Keluarga Sofyan (43) sampai saat ini masih diselimuti rasa cemas, lantaran pria yang berprofesi sebagai sopir taksi online tersebut belum diketahui keberadaaannya sejak hilang pada  Senin (29/10/2018) kemarin.

Fitriani (32) istri korban pun sampai sekarang terus berupaya melakukan pencarian bersama para rekan seprofesi suaminya itu.

Seluruh rekan korban pun terus memberikan dukungan kepada Fitriani serta keempat anak Sofyan yang masih kecil.

Ketua Persatuan Driver Online Sumsel (PDOS) Edo mengatakan, Sofyan sempat mengirimkan pesan sebelum ia hilang mengantarkan penumpang.

Dalam pesan di grup WhatsApp mereka, Sofyan mengatakan ingin mentraktir temannya makan setelah mengantarkan penumpang di KFC Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.

"Ayo nanti makan bareng,” kata Edo menyebutkan pesan yang ditulis Sofyan.

Baca juga: 3 Fakta Baru Sopir Taksi Online Hilang di Palembang, Jejak Terakhir hingga Angkut 3 Pria

Siang itu, menurut Edo, memang telah masuk jam makan. Karena mendapatkan order penumpang, Sofyan lalu memutuskan untuk lebih dulu bekerja.

Sofyan sendiri, menurut Edo adalah sosok lelaki yang pendiam dan tak banyak ulah. Sejak 2017, Sofyan telah menjadi sopir taksi online untuk menghidupi ke empat anaknya.

“Orangnya pendiam tak banyak omong, pesan di grup terakhir cuma itu mengajak makan sama minta lacak,”ujarnya.

Hari ini, Edo dan Fitriani bersama rekannya yang lain kembali menyisir kawasan Betung Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan untuk mencari keberadaan Sofyan.

Sejak siang menjelang malam pencarian berlangsung mereka masih juga tak kunjung mendapatkan keberadaan Sofyan.

“Hari ini masih nihil, kami mohon doanya untuk cepat ditemukan,” jelasnya.

Kompas TV Pengemudi ojek online mengeluhkan kenaikan harga pertamax yang mengikuti tren harga minyak dunia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Oknum Perwira Polisi Jadi Kurir Sabu 16 Kg, Kapolda Riau: Dia Penghianat Bangsa

Oknum Perwira Polisi Jadi Kurir Sabu 16 Kg, Kapolda Riau: Dia Penghianat Bangsa

Regional
Hidup dengan Ibu ODGJ, 4 Anak Gizi Buruk Tak Kenal Lauk, Hanya Makan Nasi dengan Sayur Rebus

Hidup dengan Ibu ODGJ, 4 Anak Gizi Buruk Tak Kenal Lauk, Hanya Makan Nasi dengan Sayur Rebus

Regional
Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Kurir Sabu 16 Kilogram, Alami Luka Tembak hingga Langsung Dipecat

Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Kurir Sabu 16 Kilogram, Alami Luka Tembak hingga Langsung Dipecat

Regional
Fakta Lengkap Soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh...

Fakta Lengkap Soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh...

Regional
Gempa Terkini di Pangandaran Sempat Membuat Panik Wisatawan

Gempa Terkini di Pangandaran Sempat Membuat Panik Wisatawan

Regional
Polisi Masih Dalami Motif Warga yang Bacok Anggota DPRD Jeneponto

Polisi Masih Dalami Motif Warga yang Bacok Anggota DPRD Jeneponto

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Warga Diimbau Waspada Gempa Susulan

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Warga Diimbau Waspada Gempa Susulan

Regional
Korupsi Dana Desa Rp 387 Juta, Eks Kades Bontobaji Bulukumba Ditahan

Korupsi Dana Desa Rp 387 Juta, Eks Kades Bontobaji Bulukumba Ditahan

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Tidak Berpotensi Tsunami

Regional
11 Nakes Positif Covid-19, Layanan Puskesmas di Kota Palopo Dialihkan

11 Nakes Positif Covid-19, Layanan Puskesmas di Kota Palopo Dialihkan

Regional
Kandang Ayam Terbakar di Grobogan, 40.000 Ekor Mati dan Kerugian Capai Rp 2,5 Miliar

Kandang Ayam Terbakar di Grobogan, 40.000 Ekor Mati dan Kerugian Capai Rp 2,5 Miliar

Regional
Ayah di Jember Tega Setubuhi Anak Tirinya hingga Hamil 6 Bulan

Ayah di Jember Tega Setubuhi Anak Tirinya hingga Hamil 6 Bulan

Regional
Kronologi Anggota DPRD Dibacok Saat Melerai Keributan soal Knalpot Bising

Kronologi Anggota DPRD Dibacok Saat Melerai Keributan soal Knalpot Bising

Regional
Sebelum Diperkosa 2 Pemuda, Remaja Putri di Kalbar Dicekoki Miras

Sebelum Diperkosa 2 Pemuda, Remaja Putri di Kalbar Dicekoki Miras

Regional
Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Diduga Jadi Kurir Sabu Diwarnai Tembakan

Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Diduga Jadi Kurir Sabu Diwarnai Tembakan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X