Bawa Senpi Rakitan dan Panah, 3 Mahasiswa Unismuh Makassar Ditangkap

Kompas.com - 01/11/2018, 17:02 WIB
ILUSTRASISHUTTERSTOCK ILUSTRASI


MAKASSAR, KOMPAS.com – Tiga orang mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar terpaksa diamankan aparat kepolisian karena memiliki senjata api (senpi) rakitan dan puluhan anak panah beserta ketapelnya.

Senpi rakitan dan puluhan anak panah itu diduga hendak digunakan untuk tawuran.

Ketiga mahasiswa Unismuh yang diamankan berinisial AM (20), AA (22), dan IR (24). Ketiganya ditangkap polisi saat berada di Sekretariat HIMJIP Fakultas Sospol Unismuh Makassar.

Baca juga: Polisi Usut Dugaan Korupsi Dana Hibah Pemilihan Wali Kota Makassar


Kasubag Humas Polrestabes Makassar AKP Diaritz Felle kepada wartawan, Kamis (1/11/2018) mengatakan, dari ketiga mahasiswa itu diamankan satu pucuk senpi dan 30 anak panah serta 2 buah katapelnya yang disimpan dalam tas.

“Awalnya, polisi dari Polsekta Rappocini dan Polsekta Tamalate melakukan penggeledahan di Sekretariat HIMJIP Fakultas Sospol Unismuh Makassar. Ketiga tersangka berada di dalam sekretariat itu dan ditemukan ransel berisikan sepucuk senpi rakitan, anak panah beserta ketapelnya yang hendak digunakan tawuran,” kata Diaritz.

Baca juga: Kasus Joki CPNS di Makassar, Pelindo IV Bantah Ada Dokter Jadi Pegawainya

Diaritz menuturkan, ketiga mahasiswa tersebut langsung digiring keluar kampus Unismuh dan dibawa ke Markas Polsekta Rappocini, guna proses hukum lebih lanjut.

“Setelah dilakukan interogasi lebih lanjut, ketiga tersangka mengakui senjata api rakitan dan puluhan anak panah itu merupakan miliknya. Diakui juga oleh ketiga tersangka, senjata tajam tersebut telah mereka gunakan saat melakukan tawuran mahasiswa antar-fakultas di Unismuh,” ungkap dia.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Kecelakaan Berujung Maut Berulang Kali Terjadi, Pengelola Tol Cipali Dipanggil Polisi

Kecelakaan Berujung Maut Berulang Kali Terjadi, Pengelola Tol Cipali Dipanggil Polisi

Regional
Kisah Pasangan Suami-Istri Patah Kaki asal Flores yang Disantuni Jokowi

Kisah Pasangan Suami-Istri Patah Kaki asal Flores yang Disantuni Jokowi

Regional
Syukur Warga Samosir yang Anak-anaknya Masih Belajar Pakai Lampu Teplok

Syukur Warga Samosir yang Anak-anaknya Masih Belajar Pakai Lampu Teplok

Regional
Akun Lisa Marlina Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa, Ni Luh Djelantik Lapor Polisi

Akun Lisa Marlina Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa, Ni Luh Djelantik Lapor Polisi

Regional
Preman Tewas Ditembak setelah Palak Truk, Sopirnya Ternyata Polisi

Preman Tewas Ditembak setelah Palak Truk, Sopirnya Ternyata Polisi

Regional
Didi Kempot, The Godfather of Broken Heart Asal Solo yang Ciptakan 800 Lagu

Didi Kempot, The Godfather of Broken Heart Asal Solo yang Ciptakan 800 Lagu

Regional
Cerita Lilik Gantikan Nazar Amien Rais, Idolakan Wayang Sengkuni hingga Hati Geram

Cerita Lilik Gantikan Nazar Amien Rais, Idolakan Wayang Sengkuni hingga Hati Geram

Regional
Jenazah Perempuan yang Diduga Korban Pembunuhan di Sukabumi Tiba di Rumah Duka

Jenazah Perempuan yang Diduga Korban Pembunuhan di Sukabumi Tiba di Rumah Duka

Regional
[POPULER NUSANTARA] Lilik Gantikan Nazar Amien Rais | Viral Kicauan Lisa Marlina tentang Bali

[POPULER NUSANTARA] Lilik Gantikan Nazar Amien Rais | Viral Kicauan Lisa Marlina tentang Bali

Regional
Upaya Menyelamatkan Anisa, TKW yang Disiksa Majikan Malaysia hingga Gigi Rontok

Upaya Menyelamatkan Anisa, TKW yang Disiksa Majikan Malaysia hingga Gigi Rontok

Regional
Ditemukan Reruntuhan Diduga Ruang Tamu Istana Kesultanan Banten

Ditemukan Reruntuhan Diduga Ruang Tamu Istana Kesultanan Banten

Regional
Keluarga Nunung di Solo: Tak Sangka Orang Sebaik Mama Nunung Pakai Sabu...

Keluarga Nunung di Solo: Tak Sangka Orang Sebaik Mama Nunung Pakai Sabu...

Regional
Kisah Pilu TKW Turini, Tak Digaji 21 Tahun hingga 'Dipenjara' Dalam Rumah

Kisah Pilu TKW Turini, Tak Digaji 21 Tahun hingga "Dipenjara" Dalam Rumah

Regional
Harapan Sang Taruna yang Berujung Maut di Sekolah Impian

Harapan Sang Taruna yang Berujung Maut di Sekolah Impian

Regional
6 Fakta Baru Kebakaran Hutan Gunung Panderman, 60 Hektar Dilalap Api hingga Semua Pendaki Selamat

6 Fakta Baru Kebakaran Hutan Gunung Panderman, 60 Hektar Dilalap Api hingga Semua Pendaki Selamat

Regional
Close Ads X