Bingung Cari Uang Obati Tumor, Rahmawati Masuk Rumah Orang dan Dikira Penculik

Kompas.com - 31/10/2018, 19:21 WIB
Rahmawati (baju abu-abu) menutupi wajahnya saat di Polsek Rogojampi Banyuwangi Rabu (31/10/2018) KOMPAS.COM/Ira RachmawatiRahmawati (baju abu-abu) menutupi wajahnya saat di Polsek Rogojampi Banyuwangi Rabu (31/10/2018)

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Rahmawati (44) menundukkan kepala saat ditemui Kompas.com di Mapolsek Rogojampi Rabu (31/10/2018).

Sambil terisak, ibu dua anak tersebut mengaku sama sekali tidak berniat untuk menculik anak.

"Saya bukan penculik anak. Tidak mungkin saya melakukan itu. Saya juga punya anak," kata perempuan yang mengaku berasal dari Jember tersebut.

Dia mengaku mengendarai motor dari kontrakannya di Kelurahan Singotrunan menuju Rogojampi karena bingung butuh uang untuk menutupi utang dan membiayai operasi tumor jinak di paha sebelah kirinya.

"Saya bersumpah belum sempat mengambil apa-apa. Saya akui saya masuk ke kamar tapi enggak mengambil apa-apa. Baru pertama saya seperti ini karena gelap mata. Saya butuh uang," katanya dengan suara pelan.

Diberitakan sebelumnya, Rahmawati (44) diamankan oleh pihak kepolisian dari rumah pasangan Mustakim (32) dan Lutfiah warga Dusun Patoman Timur Desa Patoman Kecamatan Blimbingsari. Rahmawati sempat mengacak-ngacak tiga kamar dan diduga akan mengambil barang berharga milik penghuni rumah.
 
Saat diamankan di kantor desa Patoman, ratusan warga datang lalu membakar motor yang dikendarai Rahmawati karena isu yang beredar, Rahmawati melakukan penculikan kepada anak kecil.

Kepada Kompas.com, Rachmawati menunjukkan benjolan sebesar genggaman tangan di paha sebelah kirinya.

Dia juga menyibakkan celana panjang sebelah kanannya dan menunjukkan benjolan-benjolan kecil di paha kanannya.

"Saya katanya kena tumor ringan dan harus dioperasi. Ini benjolannya. Yang kecil sering pindah-pindah. Kalau kumat nyeri dan sakit sekali," kata Rahmawati.

Dia mengaku membutuhkan uang sebesar Rp 3 juta untuk operasi di Yogyakarta. Namun, karena tidak ingin membebani anak pertamanya, ia nekat masuk ke rumah warga di Desa Patamon.

"Anak saya dua. Yang satu sudah kerja usianya 23 tahun. Yang satu lagi umur 15 tahun tapi enggak sekolah karena enggak ada biaya," katanya.

Dia bercerai dengan ayah kandung dari kedua anaknya. Lalu dia mengaku menikah lagi dan suaminya sudah meninggal dunia. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Rahmawati mengaku berjualan makanan namun sudah berhenti karena sakit.

"Saya tidak mau membebani anak-anak saya karena penyakit ini. Saya menyesal. Saya sudah buat malu anak-anak saya," katanya.

Rahmawati juga mengaku takut saat melihat ratusan massa mengepung dirinya saat diamankan di kantor kepala desa Patoman.

"Saya sempat dipukuli, ini gigi saya goyang dan jempol kaki saya luka. Untung tadi dilindungi sama pak polisi terus dibawa kesini," jelasnya. 

Kompas TV Tidak sedikit maskapai penerbangan yang kinerjanya merah akibat beban bertambah.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X