Kasus Joki CPNS di Makassar, Pelindo IV Bantah Ada Dokter Jadi Pegawainya

Kompas.com - 31/10/2018, 16:11 WIB
Ilustrasi tes CPNS KOMPAS/LASTI KURNIAIlustrasi tes CPNS

MAKASSAR, KOMPAS.com – PT Pelabuhan Indonesia IV atau PT Pelindo IV (Persero) membantah ada dokter dengan status Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja di BUMN jasa kepelabuhan tersebut.

Dokter yang dimaksud adalah dokter Wahyudi, yang tertangkap sebagai anggota sindikat joki CPNS di Kemenkumham Makassar pada Minggu (28/10/2018). 

Dalam keterangan polisi, dokter Wahyudi ini mengaku sebagai pegawai di PT Pelindo IV, tepatnya sebagai Kepala Tenaga Kesehatan di Unit Pelaksana Tugas (UPT) PT Pelindo IV Makassar. 

DVP of Corporate Communication & Secretarial PT Pelindo IV (Persero) Hasrullah menyatakan dalam keterangan resmi perusahaan bahwa dokter Wahyudi bukanlah pegawainya. 

Baca juga: Joki Tes CPNS Kemenkumham Ditangkap di Makassar

"Pelindo IV tidak memiliki Unit Pelaksana Tugas (UPT), apalagi (jabatan) Kepala Tenaga Kesehatan," tegasnya, Rabu (31/10/2018).

"Perlu kami tegaskan juga, bahwa Pelindo IV tidak pernah merekrut pegawai dengan basic pendidikan dokter (dr) karena kami (Pelindo IV) tidak punya rumah sakit. Yang ada di Pelindo IV hanyalah titel doktor (Dr) tapi namanya bukan Wahyudi," jelasnya. 

Dia juga menjelaskan bahwa di area Pelabuhan Makassar terdapat beberapa instansi atau kantor yang bisa jadi menjadi misinterpretasi jabatan dan pekerjaan dokter Wahyudi tersebut.

Menurut dia, di Pelabuhan Makassar ada Kantor Otoritas Pelabuhan (OP), Kesyahbandaran, Dinas Kesehatan Pelabuhan dan Kantor Imigrasi.

Baca juga: 6 Anggota Sindikat Joki CPNS Ditangkap, Libatkan Dokter PNS Pelindo IV

Ada juga Kantor Cabang Kejaksaan Negeri Pelabuhan Makassar, Distrik Navigasi Kelas I Makassar, Bea Cukai dan Kantor Balai Besar Karantina Pertanian Makassar Wilayah Kerja Pelabuhan Soekarno - Hatta Makassar, selain tentunya Kantor Pusat PT Pelindo IV Makassar.

"Jadi, di area Pelabuhan Makassar tidak hanya ada Kantor Pelindo IV. Terdapat juga beberapa kantor instansi yang lainnya," tukasnya.

Broker

Sebelumnya, Kepala Polrestabes Makassar Kombes Irwan Anwar dalam keterangannya, Selasa (30/10/2018), mengatakan, dokter Wahyudi bertugas sebagai broker yang mempertemukan joki tes dengan pengguna jasa.

Untuk melancarkan upayanya sebagai broker, Wahyudi membuka les privat. Dia dengan mudah mendapatkan peserta CPNS yang akan digantikan dengan joki dari lulusan universitas ternama di sejumlah daerah di Indonesia.

Saat les privat itu, Wahyudi menawarkan jasa joki kepada CPNS dengan bayaran hingga Rp 150 juta jika telah dinyatakan lulus PNS.

Baca juga: 3 Fakta di Balik Joki Tes CPNS di Makassar, Oknum Dokter Jadi Broker hingga 9 Joki Diburu

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buntut Kebakaran SPBU di Bukittinggi, Polisi Amankan Seorang Sopir

Buntut Kebakaran SPBU di Bukittinggi, Polisi Amankan Seorang Sopir

Regional
Jenazah Bayi Ditemukan Dalam Kardus di Pinggir Jalan, Baru Berusia 4 Hari

Jenazah Bayi Ditemukan Dalam Kardus di Pinggir Jalan, Baru Berusia 4 Hari

Regional
Seorang Pekerja Tersengat Listrik PLN, Tergantung 2 Jam di Atas Papan Reklame

Seorang Pekerja Tersengat Listrik PLN, Tergantung 2 Jam di Atas Papan Reklame

Regional
Cerita di Balik Polwan NOS Dipecat karena Terpapar Radikalisme, Diduga Sebagai 'Calon Pengantin' Bom Bunuh Diri

Cerita di Balik Polwan NOS Dipecat karena Terpapar Radikalisme, Diduga Sebagai "Calon Pengantin" Bom Bunuh Diri

Regional
Fakta Ratusan Ikan dan Biota Laut Mati Mendadak, Beredar Berbagai Isu hingga LIPI Akan Lakukan Penelitian

Fakta Ratusan Ikan dan Biota Laut Mati Mendadak, Beredar Berbagai Isu hingga LIPI Akan Lakukan Penelitian

Regional
Komisioner KPU Palopo Meninggal Dunia

Komisioner KPU Palopo Meninggal Dunia

Regional
Kebakaran Lahan Belum Selesai, Palembang Terpapar Kabut Asap Ekstrem

Kebakaran Lahan Belum Selesai, Palembang Terpapar Kabut Asap Ekstrem

Regional
Ditabrak Saat Ganti Ban di Ngawi, Penumpang Truk Tewas

Ditabrak Saat Ganti Ban di Ngawi, Penumpang Truk Tewas

Regional
Cukup Rp 5,6 Juta, Ini Cara Rio dan Karin Tekan Biaya Pernikahan

Cukup Rp 5,6 Juta, Ini Cara Rio dan Karin Tekan Biaya Pernikahan

Regional
Asap Misterius dan Bau Menyengat Keluar dari Sebidang Tanah Warga Jombang

Asap Misterius dan Bau Menyengat Keluar dari Sebidang Tanah Warga Jombang

Regional
Terjadi Sebanyak 1.516 Gempa Susulan di Maluku, Ini Penyebabnya

Terjadi Sebanyak 1.516 Gempa Susulan di Maluku, Ini Penyebabnya

Regional
Pemuda Ini Ngamuk di Rumah Sakit Saat Lukanya Dijahit

Pemuda Ini Ngamuk di Rumah Sakit Saat Lukanya Dijahit

Regional
Iseng, Pria Ini Ukir Batu Jadi Patung di Sepanjang Sungai yang Mengering

Iseng, Pria Ini Ukir Batu Jadi Patung di Sepanjang Sungai yang Mengering

Regional
4 Fakta Kecelakaan Rombongan Pengantin, 2 Tewas, 17 Luka-luka hingga 1 Korban Dirujuk ke Banda Aceh

4 Fakta Kecelakaan Rombongan Pengantin, 2 Tewas, 17 Luka-luka hingga 1 Korban Dirujuk ke Banda Aceh

Regional
Cerita Rio dan Karin, Menikah dengan Biaya Rp 5,6 Juta, Seserahan Sport Bra, Cincin Kawin dari Meteorit

Cerita Rio dan Karin, Menikah dengan Biaya Rp 5,6 Juta, Seserahan Sport Bra, Cincin Kawin dari Meteorit

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X