Sedih Dengar Berita Tuti Tursilawati, Ridwan Kamil Kaji Larangan Warga Jabar Jadi TKI

Kompas.com - 31/10/2018, 15:17 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Senin (29/10/2018). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Senin (29/10/2018).

BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat ( Jabar) Ridwan Kamil akan mengkaji aturan berupa larangan bagi warga Jabar untuk menjadi tenaga kerja Indonesia ( TKI) khususnya untuk sektor informal atau tanpa keahlian seperti pembantu rumah tangga ( PRT).

Kajian itu akan dilakukan untuk menyikapi eksekusi mati TKI asal Majalengka, Tuti Tursilawati, oleh pemerintah Arab Saudi beberapa waktu lalu. Seperti diketahui, eksekusi mati tersebut dilakukan tanpa adanya notifikasi kepada pemerintah Indonesia.

Hal itu dikatakan Ridwan Kamil saat ditemui di PT LEN Industri, Jalan Sukarno-Hatta, Rabu (31/10/2018).

"Jangka panjangnya kami bertekad lima tahun, (kami) sedang men-studi moratorium tidak boleh ada pengiriman tenaga kerja ke luar negeri yang rawan seperti ini. Sedang dikaji, saya sedih kalau begini terus. Kita harus naik kelas itu komitmennya. Beri saya waktu," kata Emil, sapaan akrabnya. 

Baca juga: Presiden Jokowi Sesalkan Eksekusi Mati Tuti Tanpa Notifikasi dari Arab Saudi 

Emil pun berharap Kementrian Luar Negeri segera mengambil sikap soal kasus ini. Di samping itu, ia juga akan menengok keluarga Tuti di Majalengka.

"Saya turut berduka cita dan menyesalkan karena pemerintah Saudi Arabia tidak memberikan notifikasi dan memohon karena ini relasinya antarnegara kepada Kementrian Luar Negeri untuk mengambil sikap dan tindakan yang sigap terkait masalah ini. Kepada keluarga yang ditinggalkan mohon diberi kesabaran saya akan cari waktu untuk silaturahmi juga," tuturnya.

Faktor kesejahteraan

Faktor kesejahteraan memang jadi dorongan terbesar masyarakat Jabar mencari penghidupan di luar negeri.

Oleh sebab itu, Emil berkomitmen untuk meningkatkan kemandirian masyarakat dengan ragam program kesejahteraan yang sudah ia rancang.

"Juga meningkatkan kemandirian desa seperti satu desa satu perusahaan, kredit masjid maksudnya agar mereka ada kerjaan," kata dia.

"Di zaman saya jadi gubernur perusahaan-perusahaan akan didirikan supaya mereka tidak berkesusahan terus akhirnya tidak ada harapan pergi ke luar untuk mencari penghidupan. Saya kira gak begitu, kita harus lebih baik itu komitmen saya lima tahun."  

Baca juga: 4 Fakta Terkait Gebrakan Ridwan Kamil Usai Menjabat Gubernur Jawa Barat

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dikeroyok Warga hingga Tewas Setelah Dituduh Curi Helm, Polisi Sebut Ada Pidana Baru

Dikeroyok Warga hingga Tewas Setelah Dituduh Curi Helm, Polisi Sebut Ada Pidana Baru

Regional
Mengungkap Fakta Pelajar SMA Hilang dan Ditemukan Jadi Tengkorak, Dibunuh Sopir Angkot hingga Dibuang ke Sungai

Mengungkap Fakta Pelajar SMA Hilang dan Ditemukan Jadi Tengkorak, Dibunuh Sopir Angkot hingga Dibuang ke Sungai

Regional
Pria Setubuhi Dua Putri Kandung Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Pria Setubuhi Dua Putri Kandung Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Regional
Cerita di Balik Sukiyah, Hidup Seorang Diri dengan Berteman Gelap hingga Rambut Jadi Sarang Tikus

Cerita di Balik Sukiyah, Hidup Seorang Diri dengan Berteman Gelap hingga Rambut Jadi Sarang Tikus

Regional
Duduk Perkara Pembunuhan Pelajar SMA yang Hilang Ditemukan Jadi Tenggorak

Duduk Perkara Pembunuhan Pelajar SMA yang Hilang Ditemukan Jadi Tenggorak

Regional
Pipa PDAM Malang Pecah, Emil: Pemprov Jatim Bantu Pemkot Malang Upayakan Perbaikan

Pipa PDAM Malang Pecah, Emil: Pemprov Jatim Bantu Pemkot Malang Upayakan Perbaikan

Regional
Kisah Ardian, Mantan Pencuri Beras yang Kini Jadi Relawan Penolong Sukiyah dari Rambut 2 Meter Sarang Tikus

Kisah Ardian, Mantan Pencuri Beras yang Kini Jadi Relawan Penolong Sukiyah dari Rambut 2 Meter Sarang Tikus

Regional
Fakta Kapal TKI Ilegal Tenggelam di Selat Malaka, 9 Penumpang Belum Ditemukan hingga Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Fakta Kapal TKI Ilegal Tenggelam di Selat Malaka, 9 Penumpang Belum Ditemukan hingga Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kisah Sukiyah, Rambut 2 Meter Jadi Sarang Tikus | Pembunuhan Pelajar SMA di Bengkulu

[POPULER NUSANTARA] Kisah Sukiyah, Rambut 2 Meter Jadi Sarang Tikus | Pembunuhan Pelajar SMA di Bengkulu

Regional
Atap Ruko Roboh Timpa 4 Anak, 1 Tewas di Tempat, 1 Kritis

Atap Ruko Roboh Timpa 4 Anak, 1 Tewas di Tempat, 1 Kritis

Regional
Bertemu Sukiyah yang Miliki Rambut 2 Meter Jadi Sarang Tikus Paling Menggetarkan Hati Ardian

Bertemu Sukiyah yang Miliki Rambut 2 Meter Jadi Sarang Tikus Paling Menggetarkan Hati Ardian

Regional
KM Wingston Tenggelam di Perairan Kualatanjung, Sumut, 8 Orang Selamat, 3 Hilang

KM Wingston Tenggelam di Perairan Kualatanjung, Sumut, 8 Orang Selamat, 3 Hilang

Regional
Sosok Ardian, Relawan Penolong Sukiyah dari Rambut 2 Meter Sarang Tikus: Mantan Residivis Keluar Masuk Penjara

Sosok Ardian, Relawan Penolong Sukiyah dari Rambut 2 Meter Sarang Tikus: Mantan Residivis Keluar Masuk Penjara

Regional
Dipaksa Bersetubuh oleh Ayah Kandung, Korban Alami Gangguan Kejiwaan

Dipaksa Bersetubuh oleh Ayah Kandung, Korban Alami Gangguan Kejiwaan

Regional
Ricuh Warga Mandala Medan karena Konflik Sosial, Bukan Agama

Ricuh Warga Mandala Medan karena Konflik Sosial, Bukan Agama

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X