Penemuan Bangunan Purbakala di Lamongan Bikin Bingung Petugas

Kompas.com - 30/10/2018, 18:05 WIB
Para pekerja sedang melakukan proses ekskavasi di situs yang ada di Dusun Montor, Desa Pataan, Kecamatan Sambeng, Lamongan, Selasa (30/10/2018). KOMPAS.com/HAMZAHPara pekerja sedang melakukan proses ekskavasi di situs yang ada di Dusun Montor, Desa Pataan, Kecamatan Sambeng, Lamongan, Selasa (30/10/2018).

LAMONGAN, KOMPAS.com – Petugas dari Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Jawa Timur, kembali melakukan proses ekskavasi tahap kedua pada bangunan peninggalan bersejarah yang ditemukan di Lamongan, tepatnya di Dusun Montor, Desa Pataan, Kecamatan Sambeng.

Selama 12 hari, mereka melakukan penggalian yang dilakukan di tempat yang mengandung benda purbakala tersebut, guna menggambar sekaligus menentukan jenis bangunan peninggalan sejarah apa yang ditemukan di tempat tersebut.

“Sebenarnya, proses ekskavasi tahap kedua ini harusnya selesai Minggu (28/10/2018) kemarin. Tapi karena kami merasa ada yang kurang untuk bahan menggambar, akhirnya kami kembali lagi menuntaskannya hari ini,” ujar salah seorang petugas teknis dari BPCB Trowulan Jatim, Saiful kepada Kompas.com, Selasa (30/10/2018).

Baca juga: Temuan Batu Bata Kuno Mirip Fondasi di Kediri Dipastikan Benda Purbakala

Ia menceritakan, tim dari BPCB Trowulan Jatim kembali merasa perlu melakukan proses ekskavasi lanjutan, usai peninggalan bersejarah tersebut ditemukan pada 2013 silam. Dengan pada proses kedua, mereka memfokuskan pada bangunan di sekitar area yang ditemukan awal.

“Kalau yang 2013 itu kan bangunan utama, sekarang kami melanjutkan dengan bangunan lain yang ada di sekelilingnya. Seperti ini, yang sepintas terindikasi sebagai gapura atau bentar, meski ini masih akan kami pastikan lagi,” jelasnya.

Guna menemukan kerangka bangunan bersejarah yang diduga kuat candi tersebut, melibatkan setidaknya 16 tenaga penggali dari BPCP Trowulan Jatim dengan dibantu sebanyak 11 tenaga penduduk lokal.

“Ini penting, supaya kita tahu dan memudahkan dalam proses menggambar bangunan bersejarah ini. Kami juga menggunakan theodolite untuk mengukur luas tanah, dengan dibantu drone untuk memberikan gambaran dari udara, sebab kalau hanya menggandalkan drone saja, jelas kurang akurat,” beber Saiful.

Baca juga: Memecahkan Misteri Situs Purbakala Liyangan di Lereng Gunung Sindoro

Petugas sendiri sudah mengumpulkan serpihan batu bata yang berserakan di sekitar bangunan peninggalan bersejarah tersebut, sekaligus mengklasifikasikannya sesuai dengan ukuran yang ditandai berbeda-beda.

Di luar bangunan utama, masih akan dipetakan lebih lanjut. Sementara di bagian utama bangunan peninggalan bersejarah, diprediksi memiliki ukuran mencapai lebar 16 meter dan panjang 24 meter.

Dengan bangunan yang ditemukan pada proses ekskavasi tahap kedua minggu kemarin, berjarak sekitar 50 hingga 60 meter dari bangunan utama.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Suami Jebak Istri Bawa Sabu Biar Ditangkap Polisi, Ternyata Ini Motifnya

Kisah Suami Jebak Istri Bawa Sabu Biar Ditangkap Polisi, Ternyata Ini Motifnya

Regional
Begini Modus Oknum Pendamping PKH di Cianjur Gelapkan Dana Bansos

Begini Modus Oknum Pendamping PKH di Cianjur Gelapkan Dana Bansos

Regional
ASN Tertangkap Mesum di Mobil, Bupati: Kasus Ini Mencemarkan Nama Baik Pemkab Sampang

ASN Tertangkap Mesum di Mobil, Bupati: Kasus Ini Mencemarkan Nama Baik Pemkab Sampang

Regional
Bertambah, Pasien Covid-19 yang Sembuh Tanpa Dirawat di RS

Bertambah, Pasien Covid-19 yang Sembuh Tanpa Dirawat di RS

Regional
Soal Unggahan Bernada Rasial terhadap Natalius Pigai, Masyarakat Papua Diminta Tak Terprovokasi

Soal Unggahan Bernada Rasial terhadap Natalius Pigai, Masyarakat Papua Diminta Tak Terprovokasi

Regional
Lagi Menikmati Air Terjun, Dua Siswi Ini Tewas Terseret Air Bah

Lagi Menikmati Air Terjun, Dua Siswi Ini Tewas Terseret Air Bah

Regional
2.680 Dosis Vaksin Tiba di Tuban, Satgas Covid-19: Vaksinasi Diawali Pejabat Pemkab...

2.680 Dosis Vaksin Tiba di Tuban, Satgas Covid-19: Vaksinasi Diawali Pejabat Pemkab...

Regional
Mesum dengan Pria Lain di Dalam Mobil, Oknum ASN Pemkab Sampang Jadi Tersangka

Mesum dengan Pria Lain di Dalam Mobil, Oknum ASN Pemkab Sampang Jadi Tersangka

Regional
Fasilitas Kesehatan di Jatim Ditambah karena Kasus Covid-19 Meningkat, Ini Rinciannya

Fasilitas Kesehatan di Jatim Ditambah karena Kasus Covid-19 Meningkat, Ini Rinciannya

Regional
PTKM di Gunungkidul Diperpanjang, Aturan Dilonggarkan

PTKM di Gunungkidul Diperpanjang, Aturan Dilonggarkan

Regional
Tak Pakai Masker di Yogya, Siap-siap KTP Disita

Tak Pakai Masker di Yogya, Siap-siap KTP Disita

Regional
Istri Wakil Bupati Bantul Juga Positif Covid-19

Istri Wakil Bupati Bantul Juga Positif Covid-19

Regional
3.040 Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Madiun, Wali Kota Bakal Divaksin Pertama

3.040 Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Madiun, Wali Kota Bakal Divaksin Pertama

Regional
30 Pekerja di PLTMG Wairita NTT Terkonfirmasi Positif Covid-19, Semua Tanpa Gejala

30 Pekerja di PLTMG Wairita NTT Terkonfirmasi Positif Covid-19, Semua Tanpa Gejala

Regional
Pemkab Ende Wajibkan Pelaku Perjalanan Bawa Surat Keterangan Bebas Covid-19

Pemkab Ende Wajibkan Pelaku Perjalanan Bawa Surat Keterangan Bebas Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X