Pembuangan Limbah Pabrik Gula Makan Korban Jiwa, Polisi Sebut Pemilik Lalai

Kompas.com - 30/10/2018, 16:51 WIB
Polisi mendatangi lokasi lubang limbah pabrik gula yang memakan korban jiwa di Probolinggo, Selasa (30/10/2018). KOMPAS.com/A FAISOLPolisi mendatangi lokasi lubang limbah pabrik gula yang memakan korban jiwa di Probolinggo, Selasa (30/10/2018).

PROBOLINGGO, KOMPAS.com – Sujiani (72), warga Desa Klenang Lor, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, terluka bakar dan meninggal dunia akibat terperosok ke lubang limbah panas milik PG Gending. 

Polisi menilai pemilik pabrik gula lalai membuat pagar pengaman sehingga membuat warga terluka dan meninggal dunia. 

Camat Banyuanyar Didik Abdurrohim menjelaskan, kejadian berlangsung pada Sabtu (27/10/2018) lalu. Saat itu, Sujiani mau mengambil tali. Tapi dia jatuh terperosok ke lubang tempat pembuangan limbah yang berlokasi di lahan milik Mustofa, warga Desa Sebaung.

“Lubang limbah tak ada pagar pengaman. Ukurannya sekitar 30×40 meter. Saat terperosok, korban tak langsung dapat pertolongan karena situasi sepi. Tak lama kemudian ada warga yang melintas dan menolongnya. Korban mengalami luka bakar dari kaki hingga paha bagian atas,” katanya, Selasa (30/10/2018)

Baca juga: Cemburu, Pria Ini Siksa Anak Tiri Usia 3 Tahun hingga Patah Kaki

Menurut Didik, Sujiani lalu dibawa ke Puskesmas Maron dan dirujuk ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Setelah tiga hari dirawat di rumah sakit, korban meninggal.

“Korban meninggal Senin (29/10/2018) kemarin. Dokter menyarankan kakinya diamputasi, tapi keluarga tidak berkenan. Jasadnya kemudian dimakamkan setelah shalat Maghrib. Dia meninggal setelah dirawat di rumah sakit,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan yang didapatkan Kompas.com, terkait perizinan pabrik gula tersebut sudah masuk ke ranah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Probolinggo. Dinas Lingkungan Hidup sendiri masih melakukan kajian atas perizinan pabrik gula tersebut. 

Tidak hanya Sujiani yang jadi korban terperosok ke lubang limbah pabrik gula. Warga lain di Kecamatan Dringu juga mengalami hal serupa. Hanya saja nyawanya masih terselamatkan walaupun mengalami luka bakar. 

Warga tersebut mengalami luka bakar setelah terperosok ke lubang limbah milik PG Wanolangan di Kecamatan Dringu.

Baca juga: Ridwan Kamil Segera Bentuk Satgas Pencemaran Limbah Sungai

Akibat laporan warga terperosok limbah pembuangan pabrik gula tersebut maka pada Selasa (30/10/2018), Satreskrim Polres Probolinggo langsung melakukan penyelidikan ke lokasi pembuangan limbah abu sisa pembakaran ketel milik PG Gending dan PG Wanolangan.

Kepala Satreskrim AKP Riyanto menegaskan, PG Gending dan PG Wanolangan lalai. terlebih lagi, PG Gending, karena menyebabkan korban meninggal dunia. 

“Ada unsur kelalaian. Saat kita cek, tidak ada pagar pengaman lubang limbah PG, baik PG Gending maupun PG Wanolangan. Seharusnya di lokasi limbah dipasang pagar pengaman, agar warga yang melintas tidak mudah jatuh terperosok. Kami masih akan berkoordinasi dengan pihak pabrik,” ujarnya. 

Untuk dua pabrik gula tersebut, polisi menjerat pemiliknya dengan Pasal 359 KUHP yang berbunyi "Barangsiapa karena kesalahannya menyebabkan matinya orang dihukum penjara selama-lamanya lima tahun."

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rumah Kos di Bandung Digerebek,  Produksi Tembakau Gorila Dalam Kemasan Kacang

Rumah Kos di Bandung Digerebek, Produksi Tembakau Gorila Dalam Kemasan Kacang

Regional
Remaja Putri di Makassar Jadi Korban Teror Sperma

Remaja Putri di Makassar Jadi Korban Teror Sperma

Regional
Mabuk Berat, Turis Meksiko Tabrakan Diri ke Mobil

Mabuk Berat, Turis Meksiko Tabrakan Diri ke Mobil

Regional
5 Fakta Puluhan Siswa Disodori Kotoran Manusia oleh Kakak Kelas, Terbongkar Setelah Siswa Kabur dari Sekolah

5 Fakta Puluhan Siswa Disodori Kotoran Manusia oleh Kakak Kelas, Terbongkar Setelah Siswa Kabur dari Sekolah

Regional
Telusuri Sejarah Banten, Pemprov Kirim Utusan ke Belanda

Telusuri Sejarah Banten, Pemprov Kirim Utusan ke Belanda

Regional
Dianggap Berkah, Kurma yang Dipanen di Halaman Masjid Jadi Rebutan Warga Tasikmalaya

Dianggap Berkah, Kurma yang Dipanen di Halaman Masjid Jadi Rebutan Warga Tasikmalaya

Regional
Banjir 1 Bulan Menggenangi 2 Desa di Sidoarjo

Banjir 1 Bulan Menggenangi 2 Desa di Sidoarjo

Regional
Gara-gara Mi Instan, 2 Siswa SMP Berkelahi dan 1 Orang Dilarikan ke RS

Gara-gara Mi Instan, 2 Siswa SMP Berkelahi dan 1 Orang Dilarikan ke RS

Regional
Santri di Sukabumi Tewas di Areal Persawahan, 1 Orang Keracunan Obat

Santri di Sukabumi Tewas di Areal Persawahan, 1 Orang Keracunan Obat

Regional
Kronologi Kepala Dusun di Bulukumba Rusak Mata dan Potong Kemaluan Warganya hingga Tewas

Kronologi Kepala Dusun di Bulukumba Rusak Mata dan Potong Kemaluan Warganya hingga Tewas

Regional
Gara-gara Suara Knalpot, Dua Pria Dikeroyok di Denpasar

Gara-gara Suara Knalpot, Dua Pria Dikeroyok di Denpasar

Regional
Korban Tabrak Lari Pengendara Rush yang Diduga Stress Bertambah, di Antaranya Anak-anak

Korban Tabrak Lari Pengendara Rush yang Diduga Stress Bertambah, di Antaranya Anak-anak

Regional
22 Hari Penemuan Mayat di Senggigi, Jenazah Belum Dikubur

22 Hari Penemuan Mayat di Senggigi, Jenazah Belum Dikubur

Regional
Kepala Dusun di Bulukumba Potong Kemaluan dan Rusak Mata Warganya karena Masalah Penyemprot Padi

Kepala Dusun di Bulukumba Potong Kemaluan dan Rusak Mata Warganya karena Masalah Penyemprot Padi

Regional
Tanah Gambut di Rupat Bengkalis Kembali Terbakar, Petugas Berjibaku Padamkan Api

Tanah Gambut di Rupat Bengkalis Kembali Terbakar, Petugas Berjibaku Padamkan Api

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X