21 Rumah Adat di Ende Terbakar

Kompas.com - 30/10/2018, 01:08 WIB
Ilustrasi kebakaran Muhamad Syahri Romdhon/kompas TVIlustrasi kebakaran



KUPANG, KOMPAS.com - Sebanyak 31 unit bangunan rumah di Kampung Adat Nggela, Kecamatan Wologita, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), ludes terbakar, Senin (29/10/2018) siang.

Kepala Desa Nggela Vinsensius Beo mengatakan, peristiwa kebakaran itu terjadi pada pukul 14.00 Wita.

Vinsensius merinci, dari 31 rumah yang terbakar itu, 21 diantaranya adalah rumah adat.

Sedangkan sisanya yakni rumah warga.

"Semua rumah adat itu tidak bisa diselamatkan karena hangus terbakar. Api baru mereda, satu jam kemudian," ungkap Vinsensius kepada Kompas.com, Senin.

Baca juga: Pasar Legi Solo Kebakaran, Ratusan Kios Ludes

Menurut Vinsensius, ia dan warga setempat telah berusaha memadamkan kobaran api, namun nyalanya yang besar dan menyambar dengan cepat, sehingga tidak ada bangunan rumah yang bisa diselamatkan.

Begitu api membesar dan menjalar ke beberapa rumah, lanjut Vinsensius, warga pun takut untuk memadamkannya.

"Sumber api berasal dari satu rumah warga yang seketika membesar dan menyambar dengan cepat rumah di sekitarnya. Kami belum tahu apa penyebabnya," sebutnya.

Vinsensius mengatakan, mobil pemadam kebakaran berada di Kota Ende yang jaraknya puluhan kilometer, sehingga terlambat melakukan pemadaman.

"Kami berharap, pemerintah daerah bisa datang ke lokasi dan membantu warga,"

Kompas TV Kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP dugaan penembakan.


tutupnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hilang di Teluk Ambon, WNA Amerika Sempat Direkam Suami Saat Menyelam Bersama

Hilang di Teluk Ambon, WNA Amerika Sempat Direkam Suami Saat Menyelam Bersama

Regional
25 Karyawan, Kontraktor, dan Mitra Kerja Pertamina Sorong Positif Covid-19

25 Karyawan, Kontraktor, dan Mitra Kerja Pertamina Sorong Positif Covid-19

Regional
Dua Anggota DPRD Jepara dan Tiga Stafnya Positif Corona, Kantor DPRD Ditutup

Dua Anggota DPRD Jepara dan Tiga Stafnya Positif Corona, Kantor DPRD Ditutup

Regional
Dirjen Dikti Kemendikbud: Data Kita Tidak Ada Profesor Hadi Pranoto

Dirjen Dikti Kemendikbud: Data Kita Tidak Ada Profesor Hadi Pranoto

Regional
Kota Tegal Catatkan 28 Kasus Baru Covid-19, Paling Banyak Tenaga Kesehatan

Kota Tegal Catatkan 28 Kasus Baru Covid-19, Paling Banyak Tenaga Kesehatan

Regional
Begal Sadis di Palembang Terjadi Lagi, Ibu Hamil Jatuh dari Motor

Begal Sadis di Palembang Terjadi Lagi, Ibu Hamil Jatuh dari Motor

Regional
Khofifah: Ada Sopir Ambulans Antar Jenazah Covid-19 dari Jatim ke Jakarta...

Khofifah: Ada Sopir Ambulans Antar Jenazah Covid-19 dari Jatim ke Jakarta...

Regional
Ambon Kembali Jadi Zona Merah Covid-19, Pemkot: Masyarakat Kurang Disiplin

Ambon Kembali Jadi Zona Merah Covid-19, Pemkot: Masyarakat Kurang Disiplin

Regional
Pernikahan Putri Edy Rahmayadi Akan Digelar dengan Konsep Berbeda

Pernikahan Putri Edy Rahmayadi Akan Digelar dengan Konsep Berbeda

Regional
Ketua DPRD Magetan Angkat Indriana, Siswi SMK yang Tinggal di Kandang Ayam Jadi Anak Asuh

Ketua DPRD Magetan Angkat Indriana, Siswi SMK yang Tinggal di Kandang Ayam Jadi Anak Asuh

Regional
Penumpang Pesawat Positif Corona dari Surabaya Sempat Ada di 15 Lokasi di Pontianak

Penumpang Pesawat Positif Corona dari Surabaya Sempat Ada di 15 Lokasi di Pontianak

Regional
Dimarahi Emak-emak Pedagang Kaki Lima, Mahyeldi: Itu Risiko Jadi Wali Kota

Dimarahi Emak-emak Pedagang Kaki Lima, Mahyeldi: Itu Risiko Jadi Wali Kota

Regional
DIY Tambah 28 Pasien Sembuh Covid-19, Terbanyak dari Kabupaten Bantul

DIY Tambah 28 Pasien Sembuh Covid-19, Terbanyak dari Kabupaten Bantul

Regional
Meski Kesulitan Bayar UKT, Dokter Residen di RSUP Kandou Manado Tetap Layani Pasien

Meski Kesulitan Bayar UKT, Dokter Residen di RSUP Kandou Manado Tetap Layani Pasien

Regional
Tagihan Listrik Rp 19 Juta, YLKI: PLN Jangan Limpahkan Kesalahan Pencatatan pada Konsumen

Tagihan Listrik Rp 19 Juta, YLKI: PLN Jangan Limpahkan Kesalahan Pencatatan pada Konsumen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X