Dukung Petani Tembakau, DPRD Jombang Tunda Pembahasan Regulasi Kawasan Tanpa Rokok

Kompas.com - 29/10/2018, 18:57 WIB
Suasana sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jombang Jawa Timur, Senin (29/10/2018). KOMPAS.com/Moh. SyafiiSuasana sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jombang Jawa Timur, Senin (29/10/2018).

JOMBANG, KOMPAS.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Jombang Jawa Timur, menunda pembahasan regulasi daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok.

Regulasi yang mengatur tentang kawasan bebas asap rokok di Kabupaten Jombang tersebut mulai dibahas DPRD Jombang sejak Juli 2018.

Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Kawasan Tanpa Rokok itu pembahasannya ditargetkan rampung pada Oktober tahun ini.

Namun, pembahasan Raperda tentang kawasan tanpa rokok batal diteruskan.

Baca juga: Pemkot Surabaya Akan Gunakan Cukai Rokok untuk Biayai BPJS PBI

 

Kepastian penundaan pembahasan Raperda itu sebagaimana disampaikan Wakil Ketua DPRD Jombang, Mas'ud Zuremi, saat rapat paripurna DPRD Jombang, Senin (29/10/2018).

"Memperhatikan pendapat saudara Bupati dan hasil pendalaman, maka Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jombang sepakat melakukan penundaan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok," demikian disampaikan Mas'ud Zuremi.

Dipaparkan, penundaan pembahasan Raperda tentang Kawasan Tanpa Rokok merupakan keputusan DPRD Jombang setelah mempelajari dan mencermati pendapat Bupati Jombang yang disampaikan pada rapat paripurna, minggu lalu.

Baca juga: Kisah Samiyati, Guru Honorer di Jombang yang Tak Mampu Beli Sepatu

Kesejahteraan petani tembakau

Pada rapat paripurna sebelumnya, Bupati Jombang Mundjidah Wahab, mewakili jajaran eksekutif, menyampaikan jika regulasi tentang kawasan bebas asap rokok ditetapkan dalam bentuk Peraturan Daerah, diperlukan persiapan maksimal dan kesiapan banyak pihak.

Kesiapan yang dimaksud, yakni kesiapan Pemkab Jombang, masyarakat maupun kelompok-kelompok masyarakat. Selain itu, kesiapan para petani tembakau di Kabupaten Jombang.

Penundaan pembahasan dan pengesahan Perda kawasan tanpa rokok juga dimaksudkan untuk mendukung upaya Pemkab Jombang yang sedang berusaha meningkatkan kesejahteraan para petani tembakau.

Baca juga: Terima Suap, Mantan Bupati Jombang Divonis 3,5 Tahun Penjara

"DPRD Jombang telah melakukan pendalaman serta memperhatikan kehidupan para petani tambakau yang saat ini sedang diupayakan untuk meningkatkan kualitas produksi yang paralel dengan nilai jual," papar Mas'ud Zuremi.

Raperda Kawasan Tanpa Rokok merupakan raperda inisiatif DPRD Jombang. Rancangan regulasi itu disiapkan sebagai tindak lanjut dari Peraturan Bupati Jombang Nomor 8 Tahun 2012 tentang kawasan tanpa rokok.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sempat Kabur Dua Jam, Pemerkosa Wanita Penjual Gorengan Ditangkap, Mengaku Khilaf

Sempat Kabur Dua Jam, Pemerkosa Wanita Penjual Gorengan Ditangkap, Mengaku Khilaf

Regional
Pengakuan Ibu yang Aniaya Anaknya dengan Balok Kayu: Saya Memukulnya karena Kesal

Pengakuan Ibu yang Aniaya Anaknya dengan Balok Kayu: Saya Memukulnya karena Kesal

Regional
Istri Wali Kota Pontianak Positif Corona

Istri Wali Kota Pontianak Positif Corona

Regional
Melihat Lebih Dekat Emil Dardak Menggunakan Media Sosial...

Melihat Lebih Dekat Emil Dardak Menggunakan Media Sosial...

Regional
KPU Kepulauan Selayar Terima Anggaran Rp 22 Miliar untuk Pilkada 2020

KPU Kepulauan Selayar Terima Anggaran Rp 22 Miliar untuk Pilkada 2020

Regional
Covid-19 di Riau Bertambah Hampir 300 Kasus, Jumlah Total Melejit

Covid-19 di Riau Bertambah Hampir 300 Kasus, Jumlah Total Melejit

Regional
Tak Ada Listrik, Warga di NTT Terpaksa Nyalakan Pelita di Malam Hari, PLN: Kami Akan Survei

Tak Ada Listrik, Warga di NTT Terpaksa Nyalakan Pelita di Malam Hari, PLN: Kami Akan Survei

Regional
Kasus Covid-19 dari Klaster Santri di Bintan Bertambah 13

Kasus Covid-19 dari Klaster Santri di Bintan Bertambah 13

Regional
KA Siliwangi Berikan Tiket Rp 0, Catat Jadwal dan Cara Mendapatkannya

KA Siliwangi Berikan Tiket Rp 0, Catat Jadwal dan Cara Mendapatkannya

Regional
Sebelum Meninggal Terpapar Covid-19, Sinden Sering Isi Acara dan Bertemu Banyak Orang

Sebelum Meninggal Terpapar Covid-19, Sinden Sering Isi Acara dan Bertemu Banyak Orang

Regional
Kajari Jember dan 4 Pegawai Positif Covid-19, Kantor Tetap Buka

Kajari Jember dan 4 Pegawai Positif Covid-19, Kantor Tetap Buka

Regional
Fakta di Balik 16 Orang Positif Covid-19 Usai Arisan RT di Kulon Progo, Petugas Tracing 2 Pasar

Fakta di Balik 16 Orang Positif Covid-19 Usai Arisan RT di Kulon Progo, Petugas Tracing 2 Pasar

Regional
Klaster Baru, Sejumlah Santri di Banyumas Positif Covid-19, 2 Ponpes Diminta Lockdown

Klaster Baru, Sejumlah Santri di Banyumas Positif Covid-19, 2 Ponpes Diminta Lockdown

Regional
Beras Bansos Bercampur Biji Plastik, Ini Kata Bupati Cianjur

Beras Bansos Bercampur Biji Plastik, Ini Kata Bupati Cianjur

Regional
Detik-detik Pasar Wage di Purwokerto Terbakar, Ratusan Pedagang Panik Selamatkan Dagangan

Detik-detik Pasar Wage di Purwokerto Terbakar, Ratusan Pedagang Panik Selamatkan Dagangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X