Cerita di Balik Jatuhnya Lion Air, Anggota DPRD Babel Mughni Tak Seperti Biasanya

Kompas.com - 29/10/2018, 16:44 WIB
Suasana di Komisi 3 Anggota DPRD Babel pasca-jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018). Bangka PosSuasana di Komisi 3 Anggota DPRD Babel pasca-jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018).

PANGKALPINANG, KOMPAS.com - Nama Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Ahmad Mughni berada dalam manifes penumpang pesawat Lion Air JT 610 tujuan Cengkareng-Pangkalpinang yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018) pagi.

Sejumlah sahabat dan teman korban sudah berdatangan ke rumahnya sejak pagi.

Bayu, tetangga dan sahabat Mughni, menuturkan bahwa mereka masih sempat bertemu dan berkelakar pada Minggu (28/10/2018) dalam sebuah acara perkawinan di Berok, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah.

Baca juga: SAR Terima Laporan Banyak Pejabat di Lion Air yang Jatuh, dari Anggota DPRD hingga BPK

Menurut Bayu, Mughni sempat hadir dalam acara pernikahan warga yang ada di Koba, Bangka Tengah. Namun, dia menilai, tingkah Mugni tidak seperti biasanya.

"Kemarin Beliau datang di acara pernikahan. Biasanya Beliau ini orangnya ramah, tetapi waktu itu hanya pengantinnya saja yang disalami, setelah itu pulang. Tidak biasanya. Biasanya dia sering menyalami para ibu," ungkap Bayu di kediaman Mugni di Jalan Raya Berok, Koba, Senin (29/10/2018).

Baca juga: Keluarga Korban Lion Air: Kami Berharap Ada Mujizat, Istrinya Lagi Hamil 7 Bulan...

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bayu juga bercerita, ketika melihatnya, Mughni juga tidak menyapanya. Setelah bersalaman dengan pengantin, Mughni, lanjut dia, langsung beranjak pulang saat itu.

"Dia tidak menyapa, tetapi saya melihatnya," tutur Bayu.

Sementara itu, Surya, adik dari Mughni, mengatakan, kakaknya tersebut berangkat ke Jakarta pada Minggu (28/10/2018) sekitar pukul 15.00 WIB untuk menghadiri sebuah acara di Jakarta.

Baca juga: BERITA FOTO: Temuan Tim di Lokasi Jatuhnya Lion Air, dari Kartu SIM, Ponsel, hingga Jenazah

Menurut Surya, pihak keluarga tidak memiliki firasat apa pun sebelum kejadian ini.

"Kami dari keluarga tidak ada firasat apa pun. Namun mohon doanya saja untuk kerabat dan teman-teman Mugni," tutur Surya.

Dia menambahkan, pada saat ini, istri Mughni dan kakaknya akan terbang ke Jakarta untuk memenuhi permintaan dari pihak penerbangan dan protokoler DPRD Bangka Belitung.

 

Artikel ini telah tayang di bangkapos.com dengan judul Jadi Korban Lion Air, Sahabat Sempat Rasakan Mugni Tak Seperti Biasa Ketika Datang ke Perkawinan



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Regional
Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Regional
11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X