5 BERITA POPULER NUSANTARA: Mayat Dicor di Tong hingga Fakta Baru Pembakaran Bendera

Kompas.com - 28/10/2018, 06:05 WIB
Dampak kerusakan akibat gempa Donggala dan tsunami Palu, Sulawesi Tengah, pada Jumat (28/9/2018), di Pelabuhan Wani 2, Kecamatan Tanatopea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10/2018). Kapal Sabuk Nusantara 39 sampai terdampar ke daratan. KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMODampak kerusakan akibat gempa Donggala dan tsunami Palu, Sulawesi Tengah, pada Jumat (28/9/2018), di Pelabuhan Wani 2, Kecamatan Tanatopea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10/2018). Kapal Sabuk Nusantara 39 sampai terdampar ke daratan.

KOMPAS.com - Lima berita populer pada hari Sabtu (27/10/2018) di Kompas.com diwarnai dengan rangkaian fakta terbaru kasus pembakaran bendera di acara Hari Santri Nasional di Garut.

Disusul dengan berita penemuan kerangka jenazah yang telah dicor di tong bekas di aliran Sungai Bengawan Solo.

Sementara itu, fakta terbaru kondisi para korban bencana alam di Sulawesi Tengah juga terus dipantau para pembaca. 


Berikut ini berita terpopuler secara lengkap.

1. Rentetan fakta baru bencana alam Sulawesi Tengah

Kerusakan kontur tanah akibat gempa di Palu akhir September 2018.Humas ITB/ Adi Permana Kerusakan kontur tanah akibat gempa di Palu akhir September 2018.

Proses evakuasi sejumlah jenazah korban bencana alam Sulawesi Tengah terus dilakukan tim SAR di Kelurahan Petobo, merupakan salah satu fakta terbaru.

Selain itu, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) jumlah kerugian akibat bencana alam di Sulawesi Tengah diperkirakan mencapai Rp 15,29 triliun.

Lalu, ribuan keluarga korban bencana diperkirakan membutuhkan hunian sementara atau huntara. Rangkaiam berita terkait fakta bencana gempa dan tsunami masih mendapat perhatian.

Baca berita selengkapnya: Fakta Baru Bencana Sulteng, Temuan Jenazah Saling Berpelukan hingga Pembangunan Huntara

2. Status tersangka US, pembawa bendera di HSN

Ribuan santri saat berkumpul di Lapangan Gasibu Bandung, Jalan Diponegoro, untuk menghadiri peringatan Hari Santri Nasional, Minggu (21/10/2018).KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI Ribuan santri saat berkumpul di Lapangan Gasibu Bandung, Jalan Diponegoro, untuk menghadiri peringatan Hari Santri Nasional, Minggu (21/10/2018).

Polisi terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif US, pelaku yang membawa bendera.

Warga Garut tersebut ditangkap polisi saat berada di Kota Bandung, pada hari Kamis (25/10/2018).

US telah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi dan dua pelaku pembakaran bendera diketahui telah mengajukan perlindungan polisi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X