4 Fakta Tes CPNS, Sudah Datang dari Jauh hingga Jumlah Laptop Kurang

Kompas.com - 27/10/2018, 21:10 WIB

KOMPAS.com - Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dengan sistem komputerisasi atau Computerized Assisted Test (CAT) mengalami kendala di sejumlah daerah.

Para peserta tes yang sedang mengadu nasib pun terpaksa gigit jari. Akibat permasalahan teknis tersebut, jadwal tes di beberapa daerah diundur. 

Berikut ini fakta terkait permasalahan tes CPNS di sejumlah daerah.

1. Jumlah laptop kurang, tes di DIY diundur

Tim Badan Kepegawaian Negara beserta Suku Badan Kepegawaian Jakarta Barat melakukan pengecekan kesiapan tes Computer Assited Test (CAT) untuk CPNS yang akan digelar di ruang MH. Thamrin, gedung B kantor Wali Kota Jakarta Barat pada Jumat (26/10/2018).RIMA WAHYUNINGRUM Tim Badan Kepegawaian Negara beserta Suku Badan Kepegawaian Jakarta Barat melakukan pengecekan kesiapan tes Computer Assited Test (CAT) untuk CPNS yang akan digelar di ruang MH. Thamrin, gedung B kantor Wali Kota Jakarta Barat pada Jumat (26/10/2018).

Pelaksanaan tes CPNS di Kota Yogyakarta terkendala masalah jaringan dan jumlah laptop tidak mencukupi.

"Jumlahnya itu hanya 240 laptop, yang diharapkan kan 650. Itu saja datangnya baru datang pagi tadi jam 03.10 WIB," kata Agus Supriyanto, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi DIY, Jumat (26/10/2018).

Hal tersebut diperparah dengan masalah jaringan internet yang mengalami masalah. Jaringan tidak terkoneksi dengan pusat, kata Agus. 

"Ditunda sampai menunggu keputusan dari pusat. Nanti kami akan koordinasikan terus dengan pusat, karena dari pusat ada di sini juga," tegasnya.

Baca Juga: Tes Seleksi CPNS di Yogyakarta Ditunda karena Terkendala Masalah Teknis

2. Kendala CAT tunda tes CPNS di Tasikmalaya

Kekeurangan soal, tes CPNS di Kabupaten Nunukan Ditunda.KOMPAS.com/SUKOCO Kekeurangan soal, tes CPNS di Kabupaten Nunukan Ditunda.

Penundaan jadwal tes CPNS juga terjadi di Bale Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Penyebab penundaan tersebut karena ketidaksiapan kelengkapan CAT.

Penundaan tersebut segera disambut sorakan dari para peserta yang telah hadir di Bale Kota Tasikmalaya pada hari Jumat (26/10/2018).

"Kemarin sebelumnya ada pengunduran jadwal dari awalnya pukul 08.00 WIB diundur jadi pukul 09.30 WIB, katanya persiapan belum beres padahal kami sudah siap ujian. Yah jadi pulang dulu. Katanya registrasi nanti pukul 12.30 WIB registrasi," kata Waffa (32), salah satu peserta tes CPNS.

Seperti diketahui, 31.400 peserta dari 6 instansi kabupaten/kota di Jawa Barat tersebut tercatat mengikuti tes mulai tanggal 26 Oktober sampai 16 November 2018.

Setiap harinya tes akan dibagi menjadi 5 sesi mulai dari pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB, kecuali di hari pertama yang hanya dibagi 3 sesi tes.

Baca Juga: Tes Seleksi CPNS BKN di Titik Bale Kota Tasikmalaya Bermasalah

3. Tes CPNS di Malang molor

Ilustrasi tes CPNSKOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA Ilustrasi tes CPNS

Pelaksanaan tes calon pegawai negeri sipil  (CPNS) di SMKN 2 Kota Malang molor dari jadwal. Seharusnya, tes pada hari Jumat (26/10/2018) dimulai pukul 08.00 WIB, namun baru dimulai pukul 9.30 WIB.

Koordinator Tes CPNS Zona Malang, Suksesti Sugiarti mengatakan, molornya pelaksanaan tes itu disebabkan oleh kendala teknis.

"Jadi molornya tadi sebetulnya kami juga minta maaf karena itu ada proses setting dari jaringan dan sebagainya. Termasuk koneksi untuk wifi-nya dan sebagainya dan alhamdulillah tadi sudah disepekati teman - teman untuk sabar menunggu setelah selesai, boleh tes sesuai dengan sesi pertama," katanya.

Dengan demikian, jadwal tes untuk hari ini diundur semua. Tes sesi 5 yang menjadi sesi terakhir gelombang pertama, dijadwalkan akan berakhir pada pukul 21.00 WIB.

Baca Juga: Terkendala Teknis, Tes Seleksi CPNS di Kota Malang Molor

4. Tes CPNS di Magelang ditunda, peserta dari Bekasi dan Bogor kecewa

Ilustrasi tes CPNSTRIBUN / HERUDIN Ilustrasi tes CPNS

Tes Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS) Pemerintah Kota Magelang di Gedung Wiworo Wiji Pilinih, Kota Magelang, Jawa Tengah, juga ditunda. 

"Ada kendala teknis IT di luar kemampuan kami. Akhirnya kami putuskan untuk menunda pelaksaan tes CPNS hari ini," kata Koordinator Tim Computer Assisted Test (CAT) Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Kantor Regional I Yogyakarta, Suratini, Jumat (26/10/2018).

Pengumuman "pahit" itu hanya bisa ditelan mentah-mentah oleh Darti Oktaviani, peserta tes asal Bekasi, Jawa Barat. Dirinya mengaku kecewa dengan penundaan jadwal ini.

“Terus terang, saya kecewa dengan pengunduran jadwal tes ini. Karena saya jauh-jauh dari Bekasi. Sudah datang lebih awal juga," ungkap Darti.

Ia pun terpaksa kembali ke rumahnya dan akan kembali pada 16 November 2018. 

Hal serupa menimpa Ela Ernawati (35), peserta asal Bogor. Ela mendapat jadwal ujian sesi pertama 08.00 WIB dan dirinya telah tiba di Kota Magelang pada Jumat (26/10/2018) sekitar pukul 04.00 WIB.

“Pemberitahuan jadwal tes mendadak dan saya sampai Magelang jam empat pagi. Eh, tahunya tes tidak jadi, karena kesalahan teknis. Tentu saya agak kecewa,” tuturnya.

Baca Juga: Sudah Datang Jauh-jauh, Enggak Jadi Tes CPNS...

Sumber: KOMPAS.com (Ika Fitriana, Andi Hartik, Irwan Nugraha, Wijaya Kusuma)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Regional
Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Regional
Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.