Kemenhub Tilang Belasan Bus Pariwisata Tak Layak Jalan di Borobudur

Kompas.com - 26/10/2018, 23:40 WIB
Petugas gabungan Kemenhub RI melakukan pemeriksaan kelaikan bus pariwisata di Kawasan Candi Borobudur Magelang, Jumat (26/10/2018). KOMPAS.com/IKA FITRIANA Petugas gabungan Kemenhub RI melakukan pemeriksaan kelaikan bus pariwisata di Kawasan Candi Borobudur Magelang, Jumat (26/10/2018).

MAGELANG, KOMPAS.com - Satu per satu bus pariwisata yang melintas di Jalan Raya Mungkid, kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, diperiksa (rampcheck) oleh petugas gabungan Kementerian Perhubungan ( Kemenhub), Jumat (26/10/2018) sore.

Belasan di antaranya diketahui tidak memenuhi kelayakan jalan secara administrasi, seperti tidak memiliki buku uji/kir/keur dan izin trayek wisata/insidentil.

Kepala Seksi LLAJ BPTD wilayah X Jateng dan DIY Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Dhoni Sutrisno menjelaskan, rampcheck di kawasan Candi Borobudur ini menyasar bus maupun mikrobus pengangkut wisatawan.

"Total ada 27 unit bus/mikrobus yang kami periksa, 12 unit di antaranya melakukan pelanggaran administrasi, sehingga langsung kami tilang di tempat," jelas Dhoni di sela kegiatan, Jumat sore.


Beruntung dari seluruh bus yang diperiksa tidak ada pelanggaran teknis atau kelayakan jalan kendaraan. Kelayakan teknis ini meliputi rem, ban, lampu, wiper, spion, pemecah kaca, alat pemadam api dan lainnya.

"Sejauh ini tidak ada yang melanggar kelayakan teknis. Jika ada tentu langsung kami tindak karena teknis sangat penting untuk keselamatan penumpang," ungkap Dhoni.

Baca juga: Polisi Buru Ortu yang Taruh Bayinya di Bagasi Bus Antar Provinsi

Dhoni berujar, pemeriksaan kendaraan telah diselenggarakan secara berkala oleh Kemenhub bersama Dishub Provinsi dan Kab/Kota, Kepolisian, maupun secara operasi gabungan.

"Tujuan pemeriksaan ini setidaknya untuk menekan angka kecelakaan yang kerap menimpa bus pariwisata, dan menimbulkan korban jiwa. Biasanya di kawasan wisata pegunungan, tapi tidak menutup kemungkinan seperti di kawasan Candi Borobudur ini," ulas Dhoni.

Ke depan pemeriksaan serupa akan terus ditingkatkan di titik-titik lokasi wisata di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Pasalnya, bus ariwisata tidak melewati pemeriksaan di dalam terminal dan jembatan timbang/UPPKB seperti bus umum.

"Kami akan lakukan secara berkala setiap 2-3 minggu secara acak. Disamping pemeriksaan rutin terhadap kendaraan bermotor telah dan akan terus rutin dilakukan di dalam terminal dan jembatan timbang/UPPKB," pungkasnya.

Sementara itu, salah satu bus yang diperiksa adalah bus rombongan wisatawan asal Korea Selatan. Bus yang dikemudikan Akhyar itu diketahui tidak memiliki kelengkapan surat izin trayek sehingga harus ditilang.

Kendati demikian, Akhyar tidak keberatan dengan penindakan ini, sepanjang sesuai ketentuan dan demi keselamatan bersama. Ia juga berjanji akan segera melengkapi kelengkapan administrasi bus pariwisatanya.

"Tidak masalah, kalau memang peraturannya begini. Kami sudah informasikan ke rombongan," ujar Akhyar.

Baca juga: Hindari Pohon Tumbang, Bus Terjun ke Parit, Penumpang Luka-luka

Rombongan wisatawan asal Korea Selatan itu baru saja berlibur ke Taman Wisata Candi Borobudur. Sedianya mereka akan melanjutkan perjalanan ke candi Pawon dan Desa Wisata Candirejo Borobudur.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X