Pembawa Bendera pada Perayaan HSN di Garut Jadi Tersangka

Kompas.com - 26/10/2018, 23:04 WIB
Direskrimum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana tengah menjelaskan hasil gelar perkara kasus pembakaran bendera di Garut.KOMPAS.com/AGIEPERMADI Direskrimum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana tengah menjelaskan hasil gelar perkara kasus pembakaran bendera di Garut.

BANDUNG, KOMPAS.com - Polisi menaikkan status Us, pembawa bendera saat kegiatan Hari Santri Nasional di Limbangan Garut, dari saksi menjadi tersangka.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana mengatakan bahwa Us dijerat dengan pasal 174 KUHP.

"Uus naik jadi tersangka Pasal 174 KUHP," ujar Umar yang dihubungi wartawan, Jumat (26/10/2018).

Penetapan tersangka itu dilakukan berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan kepolisian. Meski telah ditetapkan tersangka, namun Us tidak ditahan.


"Tidak ditahan karena memang tidak bisa ditahan," katanya.

Baca juga: Polisi Amankan Pembawa Bendera pada Perayaan HSN di Garut

Alasan Us tidak ditahan sesuai Pasal 174 KUHP.

"Tida ditahan karena ancaman hukumannya di bawah 5 tahun atau 3 minggu," jelas Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko

Seperti diketahui Pasal 174 KUHP berbunyi, "Barang siapa dengan sengaja mengganggu rapat umum yang tidak terlarang dengan mengadakan huru-hara atau membuat gaduh, dihukum selama-lamanya tiga minggu atau denda sebanyak-banyaknya Rp 900".

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X