Jalan Panjang Kasus Frantinus Nirigi (2)

Kompas.com - 26/10/2018, 11:41 WIB
Frantinus Nirigi saat bertemu dengan keluarganya di sel tahanan PN Mempawah, sesaat sebelum sidang eksepsi dimulai (21/8/2018) KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWANFrantinus Nirigi saat bertemu dengan keluarganya di sel tahanan PN Mempawah, sesaat sebelum sidang eksepsi dimulai (21/8/2018)

PONTIANAK, KOMPAS.com- Kesaksian dari Cindy kemudian dibantah langsung oleh terdakwa Frantinus usai memberikan kesaksian. Menurut FN, ada beberapa kesaksian Cindy yang menurutnya tidak benar. 

FN mengungkapkan saat itu dirinya baru tiba dan duduk di kursi sambil memangku tas yang dibawanya. Dia juga mengatakan bahwa saat itu tidak dalam kondisi sedang kebingungan.

Cindy kemudian datang menghampirinya dan meminta untuk meletakkan barang di tempat bagasi. Usai meletakkan barang miliknya, FN kemudian duduk kembali. 

Dia kemudian melihat Cindy memasukkan tas miliknya itu dengan kasar tepat di tempat bagasi yang ada di atas tempat duduknya saat itu.

"Saya bilang, awas Bu, ada tiga laptop disitu. Tidak ada bilang bom," ujar FN dengan logat kental khas Papua. 

Baca juga: Jalan Panjang Kasus Frantinus Nirigi (1)

Bahkan majelis hakim juga terlihat mengernyitkan dahi untuk mendengarkan dan memastikan kalimat yang diucapkan FN dengan logat kental Papua tersebut.

"Jadi intinya, saudara tidak ada bilang 'awas ada bom', tapi 'awas bu', ya," tanya ketua majelis hakim, I Komang Dediek Prayoga kepada FN untuk meyakinkan.

Dituntut 8 Bulan

Jaksa penuntut umum Kejari Mempawah mengajukan tuntutan 8 bulan penjara terhadap terdakwa Frantinus Nirigi (FN) dalam sidang lanjutan kasus candaan bom dalam pesawat Lion Air JT 687 yang digelar di Pengadilan Negeri Mempawah, Kamis (4/10/2018) sore.

Tuntutan tersebut dibacakan oleh Erik Cahyo dalam sidang yang dihadiri oleh majelis hakim, terdakwa dan kuasa hukum terdakwa. 

Dalam tuntutannya, Erik menyebutkan bahwa dakwaan bersifat subsidair, yaitu menyampaikan informasi palsu yang membahayakan keselamatan penerbangan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 437 Ayat 1 UU Rl No 1 tahun 2009 tentang Penerbangan.

Dalam dakwaan subsidiair tersebut, seperti dibacakan Erik, terdakwa juga memenuhi unsur-unsur setiap orang dan menyampaikan informasi palsu yang membahayakan keselamatan penerbangan.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Balita Tewas Terbakar di Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Halalbihalal, Orangtua Bekerja

2 Balita Tewas Terbakar di Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Halalbihalal, Orangtua Bekerja

Regional
UPDATE Corona Maluku 27 Mei: 188 Positif, 8 Meninggal, 34 Pasien Sembuh

UPDATE Corona Maluku 27 Mei: 188 Positif, 8 Meninggal, 34 Pasien Sembuh

Regional
Tepergok Istri Saat Perkosa Tetangga, Bapak 2 Anak Ditangkap Polisi

Tepergok Istri Saat Perkosa Tetangga, Bapak 2 Anak Ditangkap Polisi

Regional
UPDATE Corona Kalsel 27 Mei: 703 Pasien Positif, 71 Meninggal, 81 Sembuh

UPDATE Corona Kalsel 27 Mei: 703 Pasien Positif, 71 Meninggal, 81 Sembuh

Regional
Oknum TNI Adu Jotos dan Tembak Warga Sipil di Nunukan

Oknum TNI Adu Jotos dan Tembak Warga Sipil di Nunukan

Regional
'Genting Berjatuhan, Saya Mengangkat Lemari Kayu Demi Menyelamatkan Ayah'

"Genting Berjatuhan, Saya Mengangkat Lemari Kayu Demi Menyelamatkan Ayah"

Regional
14 Tahun Gempa Yogya, Gotong Royong Jadi Modal untuk Bangkit

14 Tahun Gempa Yogya, Gotong Royong Jadi Modal untuk Bangkit

Regional
Protes Pembagian BLT, Warga di Maluku Tengah Segel Kantor Desa

Protes Pembagian BLT, Warga di Maluku Tengah Segel Kantor Desa

Regional
Dilempar Bom Molotov, Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Tanjung Karang Terbakar

Dilempar Bom Molotov, Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Tanjung Karang Terbakar

Regional
Pembuat Petasan Tewas Kena Ledakan Mercon, Dua Anak Terluka

Pembuat Petasan Tewas Kena Ledakan Mercon, Dua Anak Terluka

Regional
Update Covid-19 Papua: Total 652 Kasus Positif, 800 Sampel Antre Diperiksa di Lab

Update Covid-19 Papua: Total 652 Kasus Positif, 800 Sampel Antre Diperiksa di Lab

Regional
Tersesat di Permukiman, Ambulans Pasien Covid-19 Diamuk Massa, Ini Kronologinya

Tersesat di Permukiman, Ambulans Pasien Covid-19 Diamuk Massa, Ini Kronologinya

Regional
Soal 'New Normal', Wali Kota Banjarmasin Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Soal "New Normal", Wali Kota Banjarmasin Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Regional
Juru Mudi Perahu yang Terbalik di Ogan Ilir Terancam Dipidana

Juru Mudi Perahu yang Terbalik di Ogan Ilir Terancam Dipidana

Regional
Seorang Anggota TNI Positif Covid-19, Baru Menyelesaikan Pendidikan di Ambon

Seorang Anggota TNI Positif Covid-19, Baru Menyelesaikan Pendidikan di Ambon

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X