Kompas.com - 26/10/2018, 10:38 WIB
Frantinus Nirigi berdiskusi dengan kuasa hukum nya usai menjalani sidang putusan di pengadilan negeri Mempawah (24/10/2018) KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWANFrantinus Nirigi berdiskusi dengan kuasa hukum nya usai menjalani sidang putusan di pengadilan negeri Mempawah (24/10/2018)

PONTIANAK, KOMPAS.com - Perjalanan panjang proses hukum Frantinus Nirigi (FN) berakhir dengan vonis majelis hakim 5 bulan 10 hari penjara.

Menurut majelis hakim PN Mempawah, FN terbukti melakukan tindak pidana penyampaian informasi palsu yang membahayakan keselamatan penerbangan dalam peristiwa di dalam pesawat Lion Air JT 687 di Bandara Internasional Supadio, Pontianak pada 28 Mei 2018 silam.

Kecewa dengan hasil putusan itu, FN pun mengajukan banding terhadap vonis atas perbuatan yang menurutnya tidak pernah dia lakukan.

Peristiwa kepanikan

Peristiwa tersebut berawal dari beberapa foto dan video yang beredar di jagat maya yang memperlihatkan sejumlah penumpang berhamburan dan panik keluar dari sayap pesawat Lion Air di Bandara Internasional Supadio Pontianak pada Senin (28/5/2018) malam.

Tujuh orang penumpang terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit TNI AU Dr Mohammad Sutomo karena mengalami luka akibat melompat dari sayap pesawat setelah membuka pintu darurat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepanikan tersebut awalnya akibat dugaan adanya salah satu penumpang yang bercanda membawa bom (joke bomb) di dalam pesawat tujuan Pontianak-Jakarta dengan nomor penerbangan JT 687 tersebut.

Baca juga: Kasus Candaan Bom, Frantinus Nirigi Divonis 5 Bulan 10 Hari Penjara

Pihak keamanan bandara kemudian mengamankan seorang penumpang bernama Frantinus Nirigi, yang saat itu akan melakukan perjalanan dari Pontianak menuju Papua, melalui Jakarta.

Usai melakukan interogasi di bandara, FN kemudian diserahkan kepada Polresta Pontianak untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara Senin malam usai kejadian, Kapolresta Pontianak Kombes Pol Wawan Kristiawan mengatakan, peristiwa tersebut berawal dari seorang pramugari yang menanyakan barang bawaan FN.

Mendapat jawaban dari FN, pramugari tersebut melaporkan kepada rekannya, pramugari senior yang diteruskan kepada kapten (pilot) pesawat.

"Kemudian mereka memanggil petugas Avsec untuk menjemput penumpang tersebut (FN) beserta barang-barang yang dibawanya," kata Wawan saat itu.

Selanjutnya, pilot memerintahkan untuk mengevakuasi dan meminta seluruh penumpang untuk kembali ke terminal keberangkatan. Perintah (permintaan) evakuasi tersebut kemudian disampaikan pramugari kepada penumpang sebanyak tiga kali.

Pada permintaan pertama dan kedua, permintaan dari pramugari bernama Cindi Veronica Muaya belum atau tidak ditanggapi oleh penumpang.

Kemudian, pada permintaan yang ketiga baru terjadi kegaduhan di dalam pesawat tujuan Pontianak-Jakarta tersebut.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Putri Papua Dilantik Jadi Dubes Selandia Baru, Pemprov Papua: Posisi Ini Sangat Strategis

Putri Papua Dilantik Jadi Dubes Selandia Baru, Pemprov Papua: Posisi Ini Sangat Strategis

Regional
Bangga, Inovasi Rapid Test Buatan Unpad Dipamerkan di Dubai Expo 2021

Bangga, Inovasi Rapid Test Buatan Unpad Dipamerkan di Dubai Expo 2021

Regional
Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Regional
Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Regional
Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Regional
Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Regional
Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Regional
Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Regional
Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Regional
Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Regional
Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Regional
Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.