Baru Akan Diproduksi Massal 2019, Sukiyat Sebut Sudah Ada Ribuan Pemesan Mobil Esemka Generasi III

Kompas.com - 26/10/2018, 07:14 WIB
Kendaraan AMMDes yang merupakan mobil Esemka generasi III di Bengkel Kiat Motor Jalan Solo - Jogja, Ngaran, Mlese, Klaten, Jawa Tengah, Kamis (25/10/2018). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIKendaraan AMMDes yang merupakan mobil Esemka generasi III di Bengkel Kiat Motor Jalan Solo - Jogja, Ngaran, Mlese, Klaten, Jawa Tengah, Kamis (25/10/2018).

KLATEN, KOMPAS.com - Respons pasar terhadap kendaraan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) yang merupakan mobil Esemka generasi III cukup positif.

Sudah ada ribuan pemesan meski kendaraan tersebut baru akan peoduksi pada Januari 2019.

"Kendaraan AMMDes ini sudah ada ribuan yang pesan. Mereka yang pesan dari berbagai daerah," kata Presiden Komisaris PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia (KMWI) dan PT Kiat Mahesa Wintor Distributor (KMWD) Sukiyat ditemui di Klaten, Jawa Tengah, Kamis (25/10/2018).


Inisiator mobil Esemka ini mengungkap, kendaraan AMMDes akan diproduksi sebanyak 15.000 unit kendaraan.

Dia memperkirakan 15.000 unit kendaraan yang diproduksi tersebut nantinya masih kurang untuk mencukupi kebutuhan pasar.

"Saya optimitis pangsa pasar kendaraan jenis ini bagus. Saya kira 15.000 unit kendaraan setahun itu nanti masih kurang," ungkap dia.

Baca juga: Sukiyat Akui Sudah Bicara dengan Jokowi soal Produksi 15.000 Mobil Esemka Generasi III

Para pemesan kendaraan Kiat Mahesa Wintor berasal dari berbagai daerah. Ada dari Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, Tangerang, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Timur, Klaten, Magelang, dan daerah lainnya di Indonesia.

Satu unit kendaraan AMMDes hanya dibanderol dengan harga Rp 70 juta. Pemesanan kendaraan ini cukup mudah. Masyarakat yang ingin pesan kendaraan cukup meninggalkan kartu identitas (KTP) dan nomor telepon. Setelah kendaraan yang dipesan selesai, pemesan akan dihubungi melalui nomor telepon tersebut.

Kendaraan berbasis pikap ini memiliki dimensi panjang 358 cm, lebar 137 cm, dan tinggi 190 cm. Kendaraan AMMDes menggunakan tenaga dari mesin diesel yang digadang-gadang memiliki tenaga sebesar 16 hp.

Presiden Direktur KMWI Reiza Tristanto menjelaskan, kendaraan AMMDes sudah melalui serangkaian tahapan uji coba selama tiga tahun. Sehingga, faktor keamanan dan keselamatan terhadap kendaraan ini sangat diutamakan.

"Sudah ada 85 unit kendaraan yang kami ujicobakan. Uji coba kami lakukan kepada kelompok tani. Salah satunya yang ada di Magelang," terangnya.

Kendaraan AMMDes menggunakan tenaga mesin diesel satu silinder berkapasitas 650 cc atau setara dengan 15 hp. Kendaraan ini menggunakan transmisi empat kecepatan maju dan satu mundur. Kemudian, keempat roda kendaraan sudah dilengkapi disc brake (rem cakram).

"Kami mengutamakan keamanan dan keselamatan karena kendaraan ini menggunakan barang berat. Faktor safety menjadi perhatian kami," ungkap dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Geledah 2 Rumah Terduga Teroris di Sukoharjo, Densus 88 Amankan Buku Jihad

Geledah 2 Rumah Terduga Teroris di Sukoharjo, Densus 88 Amankan Buku Jihad

Regional
Satu Pembunuh dan Pemerkosa Gadis 13 Tahun Divonis 7,5 Tahun Penjara

Satu Pembunuh dan Pemerkosa Gadis 13 Tahun Divonis 7,5 Tahun Penjara

Regional
Viral Foto 2 Bule Lecehkan Tempat Suci di Bali

Viral Foto 2 Bule Lecehkan Tempat Suci di Bali

Regional
Sempat Dilarang, Kini Demonstrasi Jelang Pelantikan Presiden Diperbolehkan

Sempat Dilarang, Kini Demonstrasi Jelang Pelantikan Presiden Diperbolehkan

Regional
Soal Video Mesum Tuban, Polisi Hanya Berlakukan Wajib Lapor

Soal Video Mesum Tuban, Polisi Hanya Berlakukan Wajib Lapor

Regional
Siswi Korban Pencabulan Guru Les Sembunyikan Kandungan Gunakan Hijab Besar

Siswi Korban Pencabulan Guru Les Sembunyikan Kandungan Gunakan Hijab Besar

Regional
Guru Silat Cabuli 5 Murid sejak 2016, Modusnya Pijat Peregangan Otot

Guru Silat Cabuli 5 Murid sejak 2016, Modusnya Pijat Peregangan Otot

Regional
Jual Miras ke Anak di Bawah Umur, Kakek-Nenek Ditangkap

Jual Miras ke Anak di Bawah Umur, Kakek-Nenek Ditangkap

Regional
Kisah Kakek Germanus, Puluhan Tahun Hidup di Gubuk Reyot Tanpa Listrik, Makan dari Belas Kasih Tetangga

Kisah Kakek Germanus, Puluhan Tahun Hidup di Gubuk Reyot Tanpa Listrik, Makan dari Belas Kasih Tetangga

Regional
“Si Perut Laper” Milik Jabar Raih Apresiasi dari Pemerintah Pusat

“Si Perut Laper” Milik Jabar Raih Apresiasi dari Pemerintah Pusat

Regional
Gara-gara 'TeLe ApIK' Jateng Raih Penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik

Gara-gara "TeLe ApIK" Jateng Raih Penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik

Regional
7 Tahanan Kabur dari Polsek Peusangan Bireuen Dibantu 2 Wanita

7 Tahanan Kabur dari Polsek Peusangan Bireuen Dibantu 2 Wanita

Regional
Guru Les Vokal yang Cabuli Siswi SMP Jadi Tersangka

Guru Les Vokal yang Cabuli Siswi SMP Jadi Tersangka

Regional
Pembunuh Sopir Mobil Rental Divonis Mati, Kejari Garut Akan Banding

Pembunuh Sopir Mobil Rental Divonis Mati, Kejari Garut Akan Banding

Regional
Dibesuk Mendikbud, Frans, Siswa SMP Wamena Ceritakan Saat Wajahnya Alami Luka Bakar karena Tolak Ikut Demo

Dibesuk Mendikbud, Frans, Siswa SMP Wamena Ceritakan Saat Wajahnya Alami Luka Bakar karena Tolak Ikut Demo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X