Polisi Amankan Pembawa Bendera pada Perayaan HSN di Garut

Kompas.com - 25/10/2018, 19:05 WIB
Kabidhumas Polda Jabar Kombes Trunoyudho Wisnu Andiko didampingi Dir reskrimsus Polda Jabar, Kombes Umar Suraya fana tengah menjelaskan seorang pria yang diduga membawa bendera HTI saat perayaan Hari Santri Nasional.  KOMPAS.com/AGIEPERMADIKabidhumas Polda Jabar Kombes Trunoyudho Wisnu Andiko didampingi Dir reskrimsus Polda Jabar, Kombes Umar Suraya fana tengah menjelaskan seorang pria yang diduga membawa bendera HTI saat perayaan Hari Santri Nasional.

BANDUNG, KOMPAS.com - Polisi mengamankan seorang pria yang diduga membawa bendera HTI pada saat perayaan Hari Santri Nasional (HSN) di Limbangan, Garut.

"Penyidik Direskrimum Polda Jabar dan Polres Garut mengamankan seseorang berinisial U (20). Yang patut diduga membawa bendera HTI pada saat perayaan Hari Santri Nasional di Limbangan, Garut," kata Kabid Humas Polda Jabar, AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko, di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (25/10/2018).

Pria tersebut diamankan di Kota Bandung, Kamis (25/10/2018) petang sekira pukul 16.00 WIB. "Di Kota Bandung, di Laswi," katanya.

Menurut Truno, pria yang diamankan ini merupakan warga Garut, namun saat ini pihaknya belum dapat memberikan informasi lebih detail terkait pria tersebut.


"Sementara kita akan melakukan pendalaman secara intens dan perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan," tuturnya.

Baca juga: Polisi Masih Buru Pembawa Bendera yang Dibakar di Garut

Meski begitu, Truno mengatakan butuh waktu tiga hari untuk mengamankan pria yang diduga membawa bendera tersebut.

"Perlu waktu tiga hari mengamankan orang ini," katanya.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Umar Surya Fana menjelaskan bahwa pria ini merupakan warga Garut, hanya saja bekerja di Kota Bandung.

"Yang bersangkutan asli dr Garut namun bekerja dan domisili sehari-harinya di Bandung," kata Umar.

Baca juga: Bupati: Jangan Khawatir, Garut Aman Pasca-Kasus Bendera

Umar berharap, dengan diamankannya pria yang membawa bendera tersebut dapat membuat gambaran utuh terkait kasus pembakaran bendera di Limbangan, Garut.

"Saat ini penyedik masih melakukan pendalaman terhadap yang bersangkutan untuk mengetahui hal-hal yang selama ini masih menjadi pertanyaan penyidik sehingga diharapkan gambaran utuh kejadian pembakaran bendera HTI dapat diperoleh secara utuh," tuturnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengakuan Pekerja Lokalisasi Sunan Kuning Sebelum Penutupan

Pengakuan Pekerja Lokalisasi Sunan Kuning Sebelum Penutupan

Regional
Walau Palembang Diguyur Hujan Lebat, Tapi Lokasi Karhutla Masih Membara

Walau Palembang Diguyur Hujan Lebat, Tapi Lokasi Karhutla Masih Membara

Regional
Mari Bantu Siswa-siswi SD di Flores Agar Tak Lagi Pikul Air 5 Km untuk Siram Toilet

Mari Bantu Siswa-siswi SD di Flores Agar Tak Lagi Pikul Air 5 Km untuk Siram Toilet

Regional
Kisah Dua Nenek Buta Kakak-Beradik yang Sakit-sakitan dan Setia Tinggal Bersama

Kisah Dua Nenek Buta Kakak-Beradik yang Sakit-sakitan dan Setia Tinggal Bersama

Regional
Bupati Madiun Jamin Anak-anak Pengungsi Wamena Tak Putus Sekolah

Bupati Madiun Jamin Anak-anak Pengungsi Wamena Tak Putus Sekolah

Regional
Kisah Bocah 3,5 Tahun Penderita Tumor Ganas, Hanya Bisa Terbaring dengan Perut Sebesar Bola Basket

Kisah Bocah 3,5 Tahun Penderita Tumor Ganas, Hanya Bisa Terbaring dengan Perut Sebesar Bola Basket

Regional
Fakta Ajudan Nekat Curi Uang Kapolres, Terdesak Cicilan Mobil hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Fakta Ajudan Nekat Curi Uang Kapolres, Terdesak Cicilan Mobil hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Regional
Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Regional
Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Regional
Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Regional
Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Regional
Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Regional
Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Regional
Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Regional
[POPULER NUSANTARA] Rumah Ayah Tiri Kapolri Tito Terbakar | Cerita Driver Ojol Lulus Cum Laude S2

[POPULER NUSANTARA] Rumah Ayah Tiri Kapolri Tito Terbakar | Cerita Driver Ojol Lulus Cum Laude S2

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X