Keluarga Frantinus Kecewa Pramugari Lion Air Tak Diproses Hukum

Kompas.com - 25/10/2018, 17:30 WIB
Frantinus Nirigi berdiskusi dengan kuasa hukum nya usai menjalani sidang putusan di pengadilan negeri Mempawah (24/10/2018) KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWANFrantinus Nirigi berdiskusi dengan kuasa hukum nya usai menjalani sidang putusan di pengadilan negeri Mempawah (24/10/2018)

PONTIANAK, KOMPAS.com - Pihak keluarga Frantinus Nirigi (FN) kecewa dengan putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Mempawah yang menjatuhkan vonis 5 bulan 10 hari dalam sidang yang digelar pada Rabu (24/10/2108) sore.

Perwakilan keluarga, Nason Uti mengaku pihaknya menerima putusan ini dengan perasaan kecewa.

Kekecewaan tersebut lantaran pelaku utama, Cindi Veronica Muaya, yang merupakan pramugari dalam peristiwa yang terjadi di dalam pesawat Lion Air JT 687 pada 28 Mei 2018 di Bandara Internasional Supadio tersebut tidak diperiksa dan diproses hukum.

“Kami kecewa, karena pramugari yang membuat kepanikan, tetapi tidak dihukum,” ujar Nason yang datang jauh-jauh dari Papua untuk menghadiri sidang putusan di PN Mempawah, Kalimantan Barat (24/10/2018).

Baca juga: Divonis 5 Bulan 10 Hari, Frantinus: Semua Tidak Sesuai Kenyataan

Nuson menilai, pramugari tersebut mengabaikan sistem keamanan di bandara yang mengharuskan setiap penumpang melewati x-ray untuk mendeteksi setiap barang yang dibawa. Pemeriksaan pun dilakukan dengan sangat ketat hingga penumpang tiba di dalam pesawat.

"Jadi, dengan kejadian ini, pramugari tersebut tak mengakui petugas bandara yang telah melakukan pemeriksaan barang bawaan penumpang, dan tak mengakui standar operasional perusahaan penerbangan, karena mengeluarkan kalimat yang membahayakan banyak orang," ungkapnya.

“Harusnya yang bertanggung jawab itu pramugari dan SOP mereka. Karena itu menunjukkan pelayanan penerbangan udara tak profesional, menurut penilaian masyarakat dunia dan masyarakat kecil. Karena permasalahn ini baru terjadi,” tambahnya.

Majelis Hakim menjatuhkan vonis 5 bulan 10 hari penjara kepada Frantinus Nirigi (FN), terdakwa kasus candaan bom dalam pesawat Lion Air JT687.

Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa yang mengajukan tuntutan 8 bulan penjara dalam dakwaannya.

Dalam putusannya, majelis hakim menyebutkan Frantinus terbukti melakukan tindak pidana menyampaikan informasi palsu yang membahayakan keselamatan penerbangan sebagaimana yang dimaksud jaksa penuntut umum dalam dakwaan subsidair pasal 437 Ayat 1 UU Rl No 1 tahun 2009 tentang Penerbangan.

Selain itu, salah satu barang bukti yang menjadi pertimbangan majelis hakim adalah adanya pemberitaan di media Tribun Pontianak terkait pengakuan Frantinus yang mengakui menyebut bom yang diajukan jaksa dalam persidangan.

"Terdakwa terbukti melakukan tindak pidana menyampaikan informasi palsu yang membahayakan keselamatan penerbangan," ujar ketua majelis hakim, I Komang Dediek Prayoga.

Banding

Terkait putusan tersebut, Frantinus akan melakukan banding ke Pengadilan Tinggi Pontianak. Pertimbangan majelis hakim yang memvonis berdasarkan pemberitaan di media massa tersebut tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya.

"Hasil sidang tidak memuaskan dan saya akan banding," ujar Frantinus saat ditemui usai sidang.

"Karena semua tidak sesuai dengan kenyataan. Saya dipersalahkan dengan data yang dibuat-buat itu," tambahnya.

Frantinus juga mengatakan bahwa video permintaan maaf yang tersebar dan dimuat dalam berita, bukan dari dirinya.

Baca juga: Frantinus Divonis 5 Bulan 10 Hari, Kuasa Hukum Ajukan Banding

Dia juga mengaku diiming-imingi akan bebas apabila mengaku dan meminta maaf melalui video tersebut.

"Itu tidak benar semua itu. Semua dibuat-buat. Saya disuruh baca, mereka (pengacara lama) minta saya baca, mereka yang tulis itu," ungkapnya.

"Saya diiming-imingi, 'nanti kamu setelah ini pulang', tapi nyatanya sampai saat ini saya masih menjalani hukuman seperti ini dan saya akan banding," tambahnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dalam 6 Jam, Gunung Merapi Keluarkan 3 Kali Awan Panas dan 47 Kali Guguran Lava Pijar

Dalam 6 Jam, Gunung Merapi Keluarkan 3 Kali Awan Panas dan 47 Kali Guguran Lava Pijar

Regional
Update Covid-19 di Riau, Kasus Positif Mencapai 27.592 Orang

Update Covid-19 di Riau, Kasus Positif Mencapai 27.592 Orang

Regional
Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 20 Kilogram Sabu dari Malaysia

Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 20 Kilogram Sabu dari Malaysia

Regional
Pemulangan Pengungsi Merapi di Sleman Ditentukan Setelah 25 Januari

Pemulangan Pengungsi Merapi di Sleman Ditentukan Setelah 25 Januari

Regional
Hasil Investigasi soal Kebocoran 125.000 Data Mahasiswa Undip

Hasil Investigasi soal Kebocoran 125.000 Data Mahasiswa Undip

Regional
Jadi Kuasa Hukum dan Gugat Ayahnya Rp 3 Miliar, Masitoh Meninggal Serangan Jantung Sehari Sebelum Sidang

Jadi Kuasa Hukum dan Gugat Ayahnya Rp 3 Miliar, Masitoh Meninggal Serangan Jantung Sehari Sebelum Sidang

Regional
Reka Ulang Pembunuhan Mahasiswa Telkom, Pelaku Isap Rokok usai Bunuh Korban

Reka Ulang Pembunuhan Mahasiswa Telkom, Pelaku Isap Rokok usai Bunuh Korban

Regional
145 Warga Terdampak Langsung Banjir Bandang di Puncak Bogor

145 Warga Terdampak Langsung Banjir Bandang di Puncak Bogor

Regional
Selama di Bali, Kristen Gray Jual E-Book dan Tawarkan Jasa Konsultasi Cara Masuk Indonesia Saat Pandemi

Selama di Bali, Kristen Gray Jual E-Book dan Tawarkan Jasa Konsultasi Cara Masuk Indonesia Saat Pandemi

Regional
Gara-gara Tanah Warisan, Kakek Koswara Digugat Rp 3 Miliar oleh Anaknya: Saya Takut...

Gara-gara Tanah Warisan, Kakek Koswara Digugat Rp 3 Miliar oleh Anaknya: Saya Takut...

Regional
179 Anak di Kulon Progo Positif Covid-19, di Antaranya 50 Balita

179 Anak di Kulon Progo Positif Covid-19, di Antaranya 50 Balita

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kristen Gray dan Pasangan Wanitanya Diusir dari Indonesia | Mayor Sugeng Lapor Polisi

[POPULER NUSANTARA] Kristen Gray dan Pasangan Wanitanya Diusir dari Indonesia | Mayor Sugeng Lapor Polisi

Regional
7 Fakta Kasus Kristen Gray dan Cuitan Soal Bali, Diperiksa 8 Jam, Dideportasi Bersama Pasangan Wanitanya

7 Fakta Kasus Kristen Gray dan Cuitan Soal Bali, Diperiksa 8 Jam, Dideportasi Bersama Pasangan Wanitanya

Regional
Dideportasi dari Indonesia, Kristen Gray: Saya Tidak Bersalah...

Dideportasi dari Indonesia, Kristen Gray: Saya Tidak Bersalah...

Regional
Sembuh dari Corona, Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Tanah Rp 3 Triliun di Labuan Bajo Ditahan Jaksa

Sembuh dari Corona, Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Tanah Rp 3 Triliun di Labuan Bajo Ditahan Jaksa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X