Gubernur NTT: Kalau ada yang Buang Sampah Sembarangan, Saya Suruh Ambil Pakai Mulut

Kompas.com - 25/10/2018, 16:36 WIB
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat saat membuka Lokakarya Nasional dengan tema Menyelamatkan NTT dari Bahaya Korupsi di Aula Sekolah Tinggi Hukum Prof  Dr Yohanes Usfunan, di Nasipanaf, Kupang, Jumat (19/10/2018). Dokumen Humas NTTGubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat saat membuka Lokakarya Nasional dengan tema Menyelamatkan NTT dari Bahaya Korupsi di Aula Sekolah Tinggi Hukum Prof Dr Yohanes Usfunan, di Nasipanaf, Kupang, Jumat (19/10/2018).

KUPANG, KOMPAS.com - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat melarang warga, terutama aparatur sipil negara (ASN) di Pemerintah Provinsi NTT, membuang sampah sembarangan.

Menurut Viktor, sampah yang dibuang secara sembarangan telah merusak keindahan alam di NTT.

Viktor pun telah mengajak Wali Kota Kupang Jefry Riwu Kore untuk bersama-sama bangun pagi dan membersihkan sampah yang berserakkan di sepanjang pantai di Kota Kupang.

"Saya sampaikan ke wali kota Kupang agar bangun pagi pada pukul 5.00 Wita dan keliling pantai untuk pilih sampah. Kalau kita pilih sampah selama satu bulan dan masih ada sampah, maka kita akan kasih makan orang sampah," ucap Viktor di Kupang, Kamis (25/10/2018).

"Orang yang isap rokok dan buang puntung rokok sembarangan, dan saya temukan, maka saya suruh angkat pakai mulut untuk dibuang ke tempat sampah," tegas Viktor lagi.

Baca juga: Peluang Wirausaha Terbuka Lebar, Gubernur NTT Tawarkan Guru Honorer Beralih Profesi

Viktor mengaku, selama menjadi gubernur, dia tidak pernah buang sampah plastik, termasuk sampah minuman mineral, karena ia selalu membawa botol air sendiri ketika berkunjung ke manapun.

Jika air di dalam botol minumannya habis, maka dia akan membeli kelapa muda untuk diminum.

"Saya tidak mau menjadi orang yang menyampah di tempat yang indah ini," sebut Viktor.

Beberapa waktu lalu, lanjut Viktor, dia ditegur oleh biarawan asal Belgia dan seorang warga Jerman, karena banyaknya sampah yang berserakan di laut Labuan Bajo, Manggarai Barat dan Kota Kupang.

Karena itu, Viktor pun berjanji, dalam enam bulan ke depan, dia akan bekerja keras untuk menjadikan NTT bebas dari sampah.

Baca juga: Gubernur NTT: ASN Boleh Kaya, tetapi Harus Kerja seperti Tanam Bawang

Menurut Viktor, dalam kepemimpinannya, pariwisata dijadikan sebagai lokomotif pembangunan, sehingga NTT harus bersih dan bebas dari sampah, sehingga wisatawan akan semakin senang berkunjung ke NTT.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X