Hadiri Haul Kiai Ageng Gribig, Ini Pesan Ma'ruf Amin

Kompas.com - 25/10/2018, 07:09 WIB
Cawapres nomor urut 01, KH Maruf Amin didampingi salah seorang keturunan dari Kiai Ageng Gribig yang juga Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto saat menghadiri haul Kiai Ageng Gribig di kompleks Makam Kiai Ageng Gribig di Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu (24/10/2018) malam. KOMPAS.com/LABIB ZAMANICawapres nomor urut 01, KH Maruf Amin didampingi salah seorang keturunan dari Kiai Ageng Gribig yang juga Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto saat menghadiri haul Kiai Ageng Gribig di kompleks Makam Kiai Ageng Gribig di Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu (24/10/2018) malam.

KLATEN, KOMPAS.com - Cawapres nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin menghadiri haul Kiai Ageng Gribig di kompleks Makam Kiai Ageng Gribig di Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu (24/10/2018) malam.

Kehadiran mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu didampingi salah seorang keturunan dari Kiai Ageng Gribig yang juga Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto.

Ma'ruf Amin dan Airlangga tiba di lokasi haul sekitar pukul 20.30 WIB. Kedatangan mereka turut disambut dengan iringan hadrah. Mereka terlebih dahulu transit di pendapa tepat di utara Masjid Ageng Jatinom.

Setelah itu, keduanya menuju tempat pemakaman Kiai Ageng Gribig tepat di selatan masjid untuk berziarah. Prosesi ziarah berlangsung sekitar 20 menit dilanjutkan menuju panggung utama haul Kiai Ageng Gribig.

Baca juga: Maruf Amin: Santri Zaman Now Harus Mampu Menjawab Tantangan

Airlangga mengungkapkan, kedatangannya bersama Ma'ruf Amin tersebut utuk meresmikan pemugaran bangunan makam dan bangsal makam Kiai Ageng Gribig sekaligus peringatan haul Kiai Ageng Gribig.

"Ini merupakan rangkaian acara sebar apem Yaaqawiyyu, Jumat (26/10/2018)," ungkap Arilangga didampingi Ma'ruf Amin sebelum haul Kiai Ageng Gribig dimulai.

Menurut dia, Kiai Ageng Gribig merupakan keturunan Prabu Brawijaya yang menyebarkan agama Islam di Mataram sekitar tahun 1.600.

"Yang bangun bangsalnya (makam Kiai Ageng Gribig) ini adalah ayah saya tahun 1992. Baru saja kami merapikan bangsal yang di dalam dan merapikan lantai makam. Dan ini amanat dari almarhum untuk merapikan tempat di situ," katanya.

Airlangga menambahkan, tempat dibangunnya makam Kiai Ageng Gribig dahulunya sebagai pusat penyebaran agama Islam dan banyak santri yang berguru kepada Kiai Ageng Gribig.

"Tentunya dengan murid beliau yang banyak itu, beliau dan Nyai-nya membuat apem pada waktu itu. Harapannya bisa dilanjutkan," cetusnya.

Ma'ruf Amin menambahkan, peringatan haul Kiai Ageng Gribig penting dilakukan dengan tujuan untuk mengenang perjuangannya dalam menyebarkan agama Islam di daerah Mataram.

Menurut dia, penyebaran Islam Kiai Ageng Gribig dilakukan dengan cara damai, santun, dan toleran.

"Cara seperti ini yang harus kita lestarikan dan kembangkan. Boleh kita menyebarkan masing-masing agama, tetapi tetap menjaga keutuhan bangsa dan negara," pesan Ma'ruf Amin.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Daerah Ini Sediakan WiFi Gratis 24 Jam Bagi Pendaftar CPNS

Pemerintah Daerah Ini Sediakan WiFi Gratis 24 Jam Bagi Pendaftar CPNS

Regional
APBD Jateng 2020 Disahkan Sebesar Rp 28,3 Triliun

APBD Jateng 2020 Disahkan Sebesar Rp 28,3 Triliun

Regional
Trans Jateng Diprotes Awak Mikrobus di Purbalingga, Begini Respons Pemprov

Trans Jateng Diprotes Awak Mikrobus di Purbalingga, Begini Respons Pemprov

Regional
Hujan dan Angin Kencang di Banyuasin, 83 Rumah Rusak

Hujan dan Angin Kencang di Banyuasin, 83 Rumah Rusak

Regional
Pelaku Penggelapan Dana Nasabah BNI Ambon Kirim Toyota Alphard ke Temannya di Surabaya

Pelaku Penggelapan Dana Nasabah BNI Ambon Kirim Toyota Alphard ke Temannya di Surabaya

Regional
Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Lukai 6 Orang, Ini Nama-namanya

Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Lukai 6 Orang, Ini Nama-namanya

Regional
Sungai Anyar di Solo Tercemar Limbah Detergen

Sungai Anyar di Solo Tercemar Limbah Detergen

Regional
Nasib Warga di Daerah Rawan Bencana di Sukabumi Tunggu Hasil Kajian Badan Geologi

Nasib Warga di Daerah Rawan Bencana di Sukabumi Tunggu Hasil Kajian Badan Geologi

Regional
Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Seluruh Driver Ojol yang Masuk ke Mapolresta Samarinda Diperiksa

Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Seluruh Driver Ojol yang Masuk ke Mapolresta Samarinda Diperiksa

Regional
Sosok Djaduk Ferianto di Mata Dewa Budjana, Juki Kill The DJ, hingga Syaharani

Sosok Djaduk Ferianto di Mata Dewa Budjana, Juki Kill The DJ, hingga Syaharani

Regional
Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Linmas di Surabaya Dilengkapi Rompi Anti-Peluru

Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Linmas di Surabaya Dilengkapi Rompi Anti-Peluru

Regional
Pendaftar CPNS di Jatim Capai 2.362, Tertinggi Ketiga Nasional

Pendaftar CPNS di Jatim Capai 2.362, Tertinggi Ketiga Nasional

Regional
8 Kabupaten Kota di Jabar Rawan Pelanggaran Pilkada, Mana Saja?

8 Kabupaten Kota di Jabar Rawan Pelanggaran Pilkada, Mana Saja?

Regional
Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Sering Pergi Pagi Pulang Tengah Malam

Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Sering Pergi Pagi Pulang Tengah Malam

Regional
Sekolah Terendam Banjir, Siswa MTsN Matangkuli Terpaksa Diliburkan

Sekolah Terendam Banjir, Siswa MTsN Matangkuli Terpaksa Diliburkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X