Kompas.com - 24/10/2018, 19:35 WIB
KH Karim Umar didampingi pengurus yayasan Ponpes Radahtul Ulum Sakatiga Indralaya Ogan Ilir member keterangan kepada wartawan terkait sa;ah satu santrinya yang meninggal dan dilaporkan pihak orang tia santri ke polisi polda sumsel KOMPAS.com/Amriza NursatriaKH Karim Umar didampingi pengurus yayasan Ponpes Radahtul Ulum Sakatiga Indralaya Ogan Ilir member keterangan kepada wartawan terkait sa;ah satu santrinya yang meninggal dan dilaporkan pihak orang tia santri ke polisi polda sumsel

INDRALAYA, KOMPAS.com-Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan memberikan penjelasan terkait meninggalnya santri bernama Finanda Juni Harta (14), yang duduk di bangku kelas 2 MTS, Senin (22/10/2018) kemarin. 

Sebelum memberi keterangan, pihak pimpinan Ponpes Raudhatul Ulum terlebih dahulu menggelar rapat bersama pengurus dan pihak yayasan.

Usai rapat yang berlangsung sekitar 1 jam, barulah pihak pesantren keluar ruangan dan memberi penjelasan kepada pers melalui wakil mudir pesantren KH Karim Umar.

Kepada wartawan, Rabu (24/10/2018), Karim membenarkan ada santrinya bernama Finanda Juni Harta yang meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Ogan Ilir, Senin lalu.

Menurut Karim, awalnya pihak pesantren mendapat laporan dari pengurus pesantren bahwa ada santri yang sakit. Karena sakit, oleh pengurus, santri Finanda dibawa ke puskesmas terdekat untuk diobati.

Baca juga: Santri di Ogan Ilir Tewas Diduga Dianiaya, Korban Sempat Minta Pindah Sekolah

Karena sakitnya serius, oleh pihak puskesmas, Finanda dirujuk ke RSUD Ogan Ilir untuk mendapat perawatan lebih intensif.

“Namun ketika dirawat di rumah sakit, Finanda meninggal dunia. Oleh pihak pesantren, jenazah Finanda di antar ke rumah orangtuanya di Kota Sekayu, Musi Banyuasin dengan didampingi 4 orang guru,” jelasnya.

Karim mengungkapkan, pihak pesantren baru mengetahui kalau orang tua mempersoalkan kematian Finanda setelah mereka melapor ke Polda Sumsel. Pihak Polda Sumsel datang ke pesantren untuk melakukan pemeriksaan, Selasa malam.

KH Karim Umar juga membenarkan ada salah satu santrinya yang dibawa ke Polda Sumsel untuk didalami keterangannya.

"Kami akan mendampingi santri kami yang sedang dimintai keterangan di Polda. Kami juga akan kooperatif dan siap kapan pun jika pihak penyidik polda membutuhkan keterangan dari kami,” katanya.

Terakhir, Karim mengatakan, hanya itulah keterangan yang dapat pesantren berikan. Untuk persoalan hukum dan hasil pemeriksaan, Karim mempersilakan untuk menanyakannya ke Polda Sumsel.

Kompas TV Kalimantan 1 menang dramatis atas tim Jawa Barat 1 dengan skor 2-1.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.