4 Fakta Kasus Pembakaran Bendera, Libatkan Ahli Pidana hingga Kejar Perekam Video

Kompas.com - 24/10/2018, 16:37 WIB
Sekjen GP Ansor Abdul Rochman (paling kiri) bersama Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas (tengah) dalam konferensi pers di gedung PP GP Ansor, Jakarta, Rabu (24/10/2018) DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.comSekjen GP Ansor Abdul Rochman (paling kiri) bersama Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas (tengah) dalam konferensi pers di gedung PP GP Ansor, Jakarta, Rabu (24/10/2018)

KOMPAS.com - Polisi telah mengamankan tiga orang yang membakar bendera di acara Hari Santri Nasional di alun-alun Limbangan, Garut, Jawa Barat, Senin (22/10/2018).

Akibat aksi tersebut, warganet menjadi gaduh dan sejumlah tokoh berusaha meyakinkan bahwa insiden tersebut tidak membuat masyarakat resah. 

Sementara itu, ketiga orang tersebut telah meminta maaf dan mereka mengaku spontan saat membakar bendera yang dianggap simbol HTI.


Berikut ini fakta lengkap terkait kasus tersebut.

1. Pelaku meminta maaf atas aksi pembakaran

Tiga orang yang diduga pelaku pembakaran bendera saat menyampaikan permintaan maaf di Mapolres Garut, Selasa (23/10/2018Kompas.com/Ari Maulana Karang Tiga orang yang diduga pelaku pembakaran bendera saat menyampaikan permintaan maaf di Mapolres Garut, Selasa (23/10/2018

Permintaan maaf tersebut disampaikan A, M dan F kepada media di Mapolres Garut pada Selasa (23/10/2018) malam dengan didampingi Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna.

"Saya di sini meminta maaf kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya umat Islam, apabila dengan peristiwa ini menjadikan ketidaknyamanan," ujar salah satu dari ketiga orang yang diduga pelaku pembakaran bendera.

Selain permintaan maaf, mereka pun menyampaikan penjelasan, pembakaran tersebut merupakan respons spontan dan tidak ada kaitannya dengan kebijakan organisasi massa yang menaungi mereka.

Menurut mereka, bendera yang dibakar adalah bendera lambang organisasi HTI yang telah dilarang di Indonesia.

"Bendera yang kami bakar ketika HSN kemarin, itu merupakan bendera yang terlarang oleh pemerintah, yaitu bendera HTI," katanya.

Baca Juga: Tiga Pelaku Pembakaran Bendera di Garut Meminta Maaf

2. Polisi memburu perekam dan pengunggah video pembakaran

IlustrasiKOMPAS/DIDIE SW Ilustrasi

Untuk mengungkap kasus pembakaran bendera HTI, polisi sedang memburu pelaku yang merekam dan mengunggah video pertama kali ke media sosial aksi pembakaran bendera tersebut.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X