Tolak Berhubungan Intim, Gadis ABG Tewas Dipukul dengan Balok Kayu

Kompas.com - 24/10/2018, 16:31 WIB
Kasat Reskrim Polres Sukoharjo, AKP Rifeld Constantin Baba menunjukkan balok kayu yang digunakan tersangka IA memukul Retno Ayu Wulandari karena menolak diajak berhubungan intim. KOMPAS.com/Dokumentasi Humas Polres Sukoharjo Kasat Reskrim Polres Sukoharjo, AKP Rifeld Constantin Baba menunjukkan balok kayu yang digunakan tersangka IA memukul Retno Ayu Wulandari karena menolak diajak berhubungan intim.

SUKOHARJO, KOMPAS.com — Menolak diajak berhubungan intim, seorang anak baru gede asal Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, RAW (15), tewas di tangan IA (17), teman mainnya sendiri.

Warga Begalon, Kelurahan Panularan, Kecamatan Laweyan, Surakarta, itu tewas setelah kepalanya dihantam balok kayu oleh pelaku IA.

Kasat Reskrim AKP Rifield Constantien Baba saat konferensi pers di Ruang Panjura Polres Sukoharjo, Rabu (24/10/2018) siang, mengatakan, tersangka IA memukul kepala korban dengan balok kayu sebanyak tiga kali.

"Dua kali ditolak diajak berhubungan intim, tersangka semakin emosi. Tersangka lalu mengambil balok kayu dan memukul kepala korban sebanyak tiga kali hingga korban tak sadarkan diri," kata Rifield

Menurut Rifield, tersangka IA sempat menaikkan korban yang tak sadarkan diri ke sepeda motor. Namun, kemudian korban terjatuh hingga akhirnya pelaku meninggalkan korban.

Baca juga: Ajak Kencan Istri Orang di Tengah Malam, Paranormal Tewas Dibunuh

Panik dengan kondisi korban, tersangka IA lantas mendatangi rekannya bernama Hendry yang masih nongkrong di dekat penggilingan padi.

“Saat itu pelaku mengaku telah mengalami kecelakaan lalu lintas bersama korban. Hendry memberitahu beberapa teman-teman lainnya lalu membawa korban ke RS Dr Oen Solo Baru," terang Rifield.

Karena pelaku dan korban masih termasuk kategori anak-anak, kata Rifield, tersangka dijerat Pasal 80 Ayat (3) jo Pasal 76C UU RI No 35/2014 tentang Perubahan UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Baca juga: Bunuh Suami karena Selingkuh, Suciati Divonis 7 Tahun Penjara

Ia menambahkan, tersangka dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak karena IA secara hukum masih anak-anak. Sebelum terjerat kasus pembunuhan, tersangka IA pernah terjerat kasus pidana di Kota Solo.

“Meski masih anak-anak, pelaku ternyata pernah berkasus di Kota Solo sehingga bisa dikatakan residivis,” demikian Rifeld.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kendarai Motor Saat Mabuk, 3 Remaja Kecelakaan di Tanjakan, 1 di Antaranya Tewas

Kendarai Motor Saat Mabuk, 3 Remaja Kecelakaan di Tanjakan, 1 di Antaranya Tewas

Regional
1.553 Petugas KPPS Lampung Reaktif Covid-19, Bukannya Langsung Swab Malah 'Rapid Test' Ulang

1.553 Petugas KPPS Lampung Reaktif Covid-19, Bukannya Langsung Swab Malah "Rapid Test" Ulang

Regional
Medan Dilanda Banjir, Banyak Kendaraan Mogok di Kampung Lalang

Medan Dilanda Banjir, Banyak Kendaraan Mogok di Kampung Lalang

Regional
Parahnya Banjir di Medan, 7 Kecamatan Terdampak, 6 Orang Hilang, 2 Ditemukan Tewas

Parahnya Banjir di Medan, 7 Kecamatan Terdampak, 6 Orang Hilang, 2 Ditemukan Tewas

Regional
Terkait Polemik Kapal Isap Produksi di Babel, Gubernur Erzaldi Dukung Putusan RDP

Terkait Polemik Kapal Isap Produksi di Babel, Gubernur Erzaldi Dukung Putusan RDP

Regional
Banjir Bandang di Medan, 3 Orang Tewas hingga Imbauan Gubernur Edy

Banjir Bandang di Medan, 3 Orang Tewas hingga Imbauan Gubernur Edy

Regional
Permintaan Risma ke Warga Surabaya: Tolong Tidak Usah ke Mana-mana Dulu...

Permintaan Risma ke Warga Surabaya: Tolong Tidak Usah ke Mana-mana Dulu...

Regional
Jadi Zona Merah, Kota Bandung Terapkan PSBB

Jadi Zona Merah, Kota Bandung Terapkan PSBB

Regional
Guru MAN 22 Palmerah Positif Covid-19 Usai ke Yogya, PHRI: Jangan Kambing Hitamkan Pariwisata DIY

Guru MAN 22 Palmerah Positif Covid-19 Usai ke Yogya, PHRI: Jangan Kambing Hitamkan Pariwisata DIY

Regional
Ketinggian Banjir di Tanjung Selamat Medan hingga 6 Meter, Tim SAR Sulit Evakuasi Korban

Ketinggian Banjir di Tanjung Selamat Medan hingga 6 Meter, Tim SAR Sulit Evakuasi Korban

Regional
Erupsi Gunung Ile Lewotolok Masih Terjadi, Total 7.991 Warga Lembata Mengungsi

Erupsi Gunung Ile Lewotolok Masih Terjadi, Total 7.991 Warga Lembata Mengungsi

Regional
Penyebab Banjir di Kota Medan yang Merendam Hampir 3.000 Rumah

Penyebab Banjir di Kota Medan yang Merendam Hampir 3.000 Rumah

Regional
Cegah Penularan Covid-19, Pemprov DIY Larang Pertunjukan pada Malam Tahun Baru

Cegah Penularan Covid-19, Pemprov DIY Larang Pertunjukan pada Malam Tahun Baru

Regional
Longsor Jalan Medan-Berastagi, Satu Sopir Truk Tewas, Lalu Lintas Lumpuh Total

Longsor Jalan Medan-Berastagi, Satu Sopir Truk Tewas, Lalu Lintas Lumpuh Total

Regional
11 Petugas KPPS Positif Covid-19, Ketahuan Berawal dari Hasil Rapid Test Massal

11 Petugas KPPS Positif Covid-19, Ketahuan Berawal dari Hasil Rapid Test Massal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X