Peluang Wirausaha Terbuka Lebar, Gubernur NTT Tawarkan Guru Honorer Beralih Profesi

Kompas.com - 23/10/2018, 05:45 WIB
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat saat membuka Lokakarya Nasional dengan tema Menyelamatkan NTT dari Bahaya Korupsi di Aula Sekolah Tinggi Hukum Prof  Dr Yohanes Usfunan, di Nasipanaf, Kupang, Jumat (19/10/2018).Dokumen Humas NTT Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat saat membuka Lokakarya Nasional dengan tema Menyelamatkan NTT dari Bahaya Korupsi di Aula Sekolah Tinggi Hukum Prof Dr Yohanes Usfunan, di Nasipanaf, Kupang, Jumat (19/10/2018).

KUPANG, KOMPAS.com - Sebanyak 300 lebih guru honorer yang ada di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), bertatap muka dengan Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Senin (22/10/2018).

Mereka bertemu Viktor, guna menanyakan tentang rencana pengangkatan mereka menjadi aparatur sipil negara ( ASN), dan permintaan untuk menaikan tunjungan kesejahteraan bagi para guru.

Saat pertemuan itu, Viktor menawarkan kepada guru honor di daerah itu beralih pekerjaan menjadi wirausaha baru.

Menurut Viktor, pihaknya mendorong guru honor untuk bisa menggeluti profesi lain.


"Membangun NTT tidak harus menjadi Aparatur Sipil Negara," ucap Viktor.

Baca juga: Gubernur NTT: ASN Boleh Kaya, tetapi Harus Kerja seperti Tanam Bawang

Saat ini, lanjut Viktor, NTT membutuhkan sekitar 1,5 juta orang untuk menjadi wirausaha baru di seluruh bidang.

Kata mantan Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR RI itu, peluang usaha terbuka luas untuk seluruh warga NTT yang mandiri secara ekonomi.

"Untuk menjadi wirausaha baru, tentunya mereka wajib mendapat pelatihan, seperti mengolah buah-buahan menjadi jus dan membuat teh dengan bahan baku marungga, membuat kecap, atau menjadi petani dan peternak dengan kemampuan memadai," jelas Viktor.

Pemerintah Provinsi NTT akan memberikan kredit usaha rakyat (KUR) sekitar Rp 25 juta per orang, jika mereka telah mahir.

Baca juga: Gubernur NTT: Kalau Ada yang Memuji Saya, maka Saya Akan Hati-hati...

"Peluang menjadi ASN terbatas. Di sisi lain, lapangan pekerjaan di NTT sangat luas," ujarnya.

Viktor menyebut, pemerintah dikabarkan bakal tidak mengangkat honor yang telah berusia di atas 35 tahun.

"Jika para guru tidak bersedia menerima tawaran pemerintah, saat ini pemerintah sedang menyiapkan tim yang melatih guru-guru mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA dan SMK untuk memenuhi standar kualitas yang ditetapkan pemeritah, seperti fasih berbicara dalam Bahasa Inggris, dan memiliki kemampuan transfer pengetahuan dengan baik," tutupnya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X