Kompas.com - 22/10/2018, 22:48 WIB
Pembunuhan. ThinkstockPembunuhan.

MEDAN, KOMPAS.com - Empat terduga pelaku pembunuh keluarga Muhajir diringkus. Mereka adalah berinisial DN, AH, R dan Y. Terduga AH akhirnya tewas ditembak polisi.

Di depan kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto memaparkan modus kematian manajer PT Domas tersebut.

"Motif para pelaku membunuh korban sederhana, pelaku AH dendam diolok-olok korban dengan sebutan rombongan gajah," kata Agus, Senin (22/10/2018).

"Tapi berdasarkan keterangan para pelaku, ternyata mereka juga mengejek korban dengan sebutan tuyul," sambungnya.

Kemudian, lanjut Agus, AH yang dendam mendatangi rumah korban di Dusun III Gang Rambutan, Desa Bangunsari, Tanjungmorawa, Selasa (9/10/2018). Korban tidak menaruh curiga karena pelaku masih tetangganya.

Baca juga: Satu Keluarga Dibunuh di Tanjung Morawa, 6 Orang Diperiksa

Begitu ada kesempatan, dengan berpura-pura mau meminjam uang korban, AH masuk ke rumah. Dia langsung memukul kepala korban dengan batu bata.

R membantu dengan mengikat korban dengan lakban. Hal yang sama juga dilakukan kepada istri korban, Suniati dan anaknya, Sholihin.

"Ketiga korban dikumpulkan di ruang tamu dan dijagai R," ucap Agus.

AH kemudian mengambil mobil yang dikendarai DN. Korban dimasukkan ke mobil lalu dibawa ke jembatan di Kecamatan Talun Kenas, Deliserdang. Ketiganya langsung dibuang ke sungai dengan kondisi kaki dan tangan terikat lakban.

"Para korban diduga masih hidup saat dibuang karena ditemukan pasir di paru-parunya saat diotopsi," imbuhnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X