Buang Bayi di Kloset Bandara, Anak SMA Terancam Belasan Tahun Penjara

Kompas.com - 22/10/2018, 14:31 WIB
Ilustrasi bandara Thinkstockphotos.comIlustrasi bandara
Editor Khairina

BALIKPAPAN, KOMPAS.com-Seorang pelajar kelas 3 SMA berinisial ND (18) membuang bayinya di toilet Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Jumat (19/10/2018) tengah malam.

Jenazah bayi laki-laki itu tersangkut di kloset dan ditemukan oleh Hasriani (21) petugas kebersihan bandara. Saat itu, Hasriani yang hendak membersihkan toilet A2 kedatangan barat melihat ada darah tercecer di lantai dari arah kloset.

Namun, usai menekan tombol flush kloset, sesosok bayi timbul. Kontan Hasriani kaget bukan kepalang, ia langsung berteriak.

"Saksi melapor ke pihak Avsec, lalu melapor kejadian tersebut ke Polsek Bandara," kata Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Fitra melalui Paur Subbag Humas Ipda Ketut Darmada, Sabtu (20/10/2018).

Baca juga: Buang Bayi dari Gedung Lantai 3, Seorang SPG Diamankan Polisi

Kepada petugas, Hasriani menambahkan,  Jumat 23.32 Wita dilakukan upaya evakuasi terhadap bayi laki-laki yang baru lahir tersebut. Proses evakuasi memakan waktu lama karena posisi ari-ari tersangkut di dalam kloset.

Sekitar 10 menit, akhirnya bayi berhasil dikeluarkan dari dalam kloset duduk toilet bandara tersebut.

Sang bayi langsung dilarikan ke Rumah Sakit TNI AU. Saat dilakukan pemeriksaan, barulah bayi tersebut dinyatakan meninggal dunia oleh pihak medis.

Shock

ND, yang kini masih diperiksa polisi, masih shock setelah perbuatannya terungkap.

"Kemarin (Sabtu) sempat menjalani BAP (Berita Acara Pemeriksaan) tapi baru memasuki pertanyaan kedua sudah bagaimana gitu, karena kondisinya baru melahirkan masih sakit dan menangis terus menyesali perbuatannya," ujar Kuasa Hukum pelaku, Yohanes Maroko SH, Minggu (21/10/2018)

Hingga Minggu (21/10/2018), pemeriksaan terhadap ND belum dilakukan kepolisian karena kondisi psikologis pelaku masih terguncang.

Kendati kepada kuasa hukumnya sendiri, wanita yang masih duduk di bangku kelas 3 SMA di Wonosobo ini masih mengunci rapat mulutnya.

Yohanes menyebut, sejak ditangkap, ND menangis tiada henti.

Dia pun belum mau membeberkan siapa yang telah menghamilinya dan membuat dirinya nekat melahirkan, membuang, dan membunuh darah dagingnya sendiri di toilet.

Setiap kali ditanya hanya tangisan yang ia jawab.

 "Kami juga belum tau siapa sih sebenarnya yang membuat dia sampai begini, dia belum mau terbuka, setiap kami tanya hanya menangis saja. Mungkin dia masih syok atas kejadian ini," bebernya.

Kendati demikian, Yohanes sebagai kuasa hukum akan berupaya meminta keringanan, berupa penangguhan penahanan terhadap kliennya. Sebab pelaku masih berstatus pelajar serta kondisinya masih sakit pasca persalinan yang dilakukan seorang diri.

Halaman:


Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X