Viral, Desa di Tasikmalaya Ini Miliki Lapangan Sepak Bola Berstandar FIFA

Kompas.com - 22/10/2018, 08:59 WIB
Staf khusus Kementerian Desa RI Syaiful Huda, saat meninjau lapangan milik desa bertaraf internasional, Minggu (21/10/2018).KOMPAS. com/IRWAN NUGRAHA Staf khusus Kementerian Desa RI Syaiful Huda, saat meninjau lapangan milik desa bertaraf internasional, Minggu (21/10/2018).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Lapangan sepak bola di daerah pedesaan biasanya memiliki kondisi seadanya, berdebu, tanpa rumput atau tiang gawang yang tak terawat.

Biasanya kondisi tersebut karena alasan klasik yaitu tak adanya anggaran dari pemerintah desa (Pemdes).

Hal itu berbeda dengan kondisi lapangan sepak bola di Desa/Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Sarana olahraga rakyat yang diberi nama Lapangan Bola Lodaya Sakti ini terlihat begitu terawat dengan rumput hijaunya yang tumbuh rapi merata.

Pemerintah Desa Cisayong rupanya punya inisiatif sendiri, yakni menata lapangan seluas 93 x 54 meter tersebut dengan jenis rumput yang sudah memenuhi standar Federation of International Football Association (FIFA).

Rumput lapangan  yang digunakan berasal dari Eropa dari jenis Zoysia matrella (ZM). Jenis rumput ini masuk dalam kategori kualitas tinggi dengan kerapatan, elastisitas, kemampuan menahan beban, pemulihan diri, dan perakarannya yang sempurna, sehingga bisa mengurangi risiko cedera bagi para pemain.

Baca juga: Pengelola Siapkan Lapangan Sepak Bola Baru di Kawasan GBK

Inisiatif itu dilakukan sebagai salah satu perwujudan program Nawacita, 'Ayo Bangun Desa' melalui sektor olahraga dengan membangun satu lapangan olahraga di tiap desa.

"Pembangunan sarana olahraga di desa ini sesuai dengan Permendes Nomor 19 Tahun 2017 tentang Penetapan Prioritas Dana Desa Tahun 2018, dan sudah mendapat persetujuan dari semua unsur masyarakat," ungkap Kepala Desa Cisayong, Yudi Cahyudin, Minggu (21/10/2018) kemarin.

Ditambahkan Yudi, seluruh sokongan dananya  bersumber dari dana desa APBN Tahun Anggaran 2018 termasuk bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Total dana untuk pembangunan TPT lapangan, perataan tanah, drainase, water sprinkle system, pasir dan pagar, sebesar Rp 1,4 Miliar.

Sedangkan untuk biaya perawatan lapangan, Pemerintah Desa Cisayong mengalokasikan dana sebesar Rp 5 juta per bulan, yang meliputi biaya listrik, penyiraman, pemotongan, dan pemupukan rumput.

Proses pembangunannya sendiri masih terus berlanjut termasuk kelengkapan sarana olahraga lainnya seperti jogging track dan tribun lapangan. 

Yudi berharap, lapangan tersebut akan membawa perubahan positif bagi masyarakat. Tak sedekar digunakan sebagai tempat melepas penat, rekreasi dan olahraga, tetapi juga dapat menjadi pemicu gerakan ekonomi masyarakat.

Lapangan ini juga disewakan untuk masyarakat umum, dengan biaya sebesar Rp 500 ribu sekali main.

Lapangan Bola Lodaya Sakti yang hanya berjarak sekitar 3 kilometer dari Kota Tasikmalaya ini, menurutnya, bisa digunakan oleh siapa pun.

“Urusan sewa lapangan sementara ini diurus oleh BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) Sakti Lodaya. Lalu, khusus untuk pembinaan generasi muda, baik sekolah sepak bola atau  even turnamen liga akan diurus oleh Sakti Lodaya Foundation," papar Yudi seraya menyebut hadirnya lapangan sepakbola tersebut disambut antusias oleh masyarakat.

Baca juga: Seorang Pria Meledakkan Diri Pakai Granat di Tengah Lapangan Sepak Bola

Ia berharap  Lapangan Bola Lodaya Sakti bisa menjadi ikon Desa Cisayong dan menjadi “mesin cetak” pemain-pemain handal untuk kemajuan dunia perseakbolaan tanah air.

Saat meninjau lapangan tersebut, Staf Khusus Menteri Desa PDTT, Syaiful Huda Syafii mengaku sangat bersyukur bisa berkesempatan hadir di desa tersebut.

Menurutnya, Lapangan Bola Lodaya Sakti merupakan karya yang sangat luar biasa, terutama untuk level pemerintahan desa.

Seperti diketahui, pembangunan lapangan sepakbola berstandar FIFA di Indonesia, paling rendah baru mampu dibangun oleh pemerintahan setingkat kabupaten/kota.

“Ini sangat luar biasa. pemerintah desa memang harus punya skala prioritas dalam membangun desanya. Ini hasil dan wujud nyata dari penggunaan  dana desa,” pungkasnya. 


Terkini Lainnya


Close Ads X