Kompas.com - 21/10/2018, 10:59 WIB
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi-Tri Adhianto saat menerima pertanyaan dari awak media di Kantor DPRD Kota Bekasi, Jumat (21/9/2018). KOMPAS.com/-DEAN PAHREVIWali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi-Tri Adhianto saat menerima pertanyaan dari awak media di Kantor DPRD Kota Bekasi, Jumat (21/9/2018).
Penulis Dean Pahrevi
|

BEKASI, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik mengatakan, proposal dana hibah yang diajukan Pemkot Bekasi terlalu mendadak. Sebab, Untuk mengeluarkan dana hibah, ada mekanisme penganggaran yang harus dilakukan Pemprov DKI Jakarta.

Taufik menambahkan, Pemerintah Kota Bekasi bisa memahami tahapan penyusunan anggaran di Pemprov DKI Jakarta. Hal ini membuat dana hibah yang diminta Pemkot Bekasi tidak bisa langsung diberikan.

"APBD itu kan ada aturannya, Bekasi mestinya tahu. Enggak bisa mendadak minta, ini kan bukan uang dari emaknya, bisa minta tiba-tiba begitu," ujar Taufik ketika dihubungi, Sabtu (20/10/2018).

Menanggapi hal itu, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, Pemkot Bekasi sudah mengirim proposal dana hibah kepada Pemprov DKI Jakarta sejak bulan Juni 2018.

Baca juga: Polemik Dana Hibah yang Berujung Penghadangan Truk Sampah DKI di Bekasi

Pria yang akrab disapa Pepen itu mengatakan, kalau pun pengajuan proposal iti dianggap telat.

Seharusnya Pemprov DKI bisa mengirim surat kepada Pemkot Bekasi terkait pengajuan proposal hak dan kewajiban terkait pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

"Kalau pun dianggap lambat kan dalam perjanjian jelas, DKI bisa kirim surat ini kenapa hak dan kewajiban ini belum kamu ajukan. Tolong pak Taufik anda itu cek dulu, baru bicara, anda jelas, baru bicara sama saya jadi enak. Jangan membuat simpang siur berita-berita," kata Pepen di Kota Bekasi, Sabtu (20/10/2018).

Pepen menambahkan, kalau pun terdapat suatu yang salah dalam proposal yang diajukan Pemkot Bekasi.

Seharusnya bisa dikomunikasikan bersama-sama. Menurut Pepen sejauh ini Pihaknya sulit menjalin komunikasi dengan Pemprov DKI terkait Bantargebang.

 

"Sulitnya bukan main," singkat Pepen.

Baca juga: Wali Kota Bekasi Ancam Setop Kerja Sama jika DKI Tak Cairkan Dana Hibah

"Pak Taufik cek aja dulu suratnya dilihat dulu. Kalau pun suratnya ada hal-hal yang perlu satu dan lain hal itu kan komunikasi. Makannya saya berharap kalau perlu DPRD dipanggil Wali Kota Bekasi ke DPRD (DKI Jakarta)," pungkas Pepen.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Biro Tata Pemerintahan DKI Jakarta Premi Lasari mengatakan Pemerintah Kota Bekasi sudah mengajukan proposal dana kemitraan pada 15 Oktober 2018. Nilainya mencapai Rp 2,09 triliun.

"Proposal masuk 15 Oktober dengan nilai Rp 2,09 triliun," ujar Premi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.