Korban Tewas Gempa dan Tsunami Palu Bertambah, Kini Tercatat 2.113 Orang

Kompas.com - 20/10/2018, 21:27 WIB
Jenasah korban gempa bumi Palu dimakamkan secara massal di TPU Poboya, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (1/10/2018). Gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah mengakibatkan 832 orang meninggal. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOJenasah korban gempa bumi Palu dimakamkan secara massal di TPU Poboya, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (1/10/2018). Gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah mengakibatkan 832 orang meninggal.

PALU, KOMPAS.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban tewas akibat bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah terus bertambah. Hingga Sabtu (20/10/2018) ini tercatat 2.113 orang meninggal dunia.

Sebaran korban tewas itu di Kota Palu 1.703 orang, Donggala 171 orang, Sigi 223 orang, Parigi Moutong 15 orang, dan Pasangkayu 1 orang.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangan pers menjelaskan dari 2.113 itu sudah termasuk 1 orang warga Korea Selatan yang meninggal dunia tertimbun reruntuhan Hotel Roa-Roa Kota Palu.

"Semua korban meninggal dunia telah dimakamkan, baik pemakaman massal maupun pemakaman keluarga," ujar Sutopo, Sabtu.

Baca juga: Warga Korban Gempa Palu Cari Makanan Tambahan untuk Bayi

Sebelumnya beredar informasi bahwa ada dua orang warga Belanda yang juga menjadi korban tewas akibat tertimpa reruntuhan Hotel Roa-Roa. Namun Sutopo menegaskan bahwa informasi itu tidak benar.

Menurut dia, Tim Posko Kementerian Luar Negeri dan Basarnas sudah menelusuri berita tersebut dan hasil pencarian di lapangan hanya menemukan satu jenasah warga Korea Selatan pada 4 Oktober 2018.

"Berita itu tidak benar, tim gabungan hanya menemukan 1 jenasah warga Korea Selatan. Pencarian korban di Hotel Roa-Roa juga sudah dihentikan sejak 8 Oktober 2018, dan memang tidak ada korban lainnya," ungkap Sutopo.

Ia menambahkan, meskipun evakuasi korban sudah dihentikan secara resmi sejak 12 Oktober 2018, namun hampir setiap hari korban ditemukan oleh petugas dan relawan.

Untuk korban hilang, lanjut Sutopo, hingga saat ini mencapai 1.309 orang. Sementara korban luka-luka sebanyak 4.612 orang yang tersebar di berbagai rumah sakit.

"Untuk pengungsi tercatat ada 223.751 orang, yang tersebar di 122 titik," ujar Sutopo.

Pembersihan puing-puing bangunan terus dilakukan petugas gabungan bersama relawan. Setidaknya 14.604 personel gabungan dari TNI, Polri, sipil, dan relawan dikerahkan untuk penanganan darurat hingga saat ini.

Untuk upaya pembersihan, ada 251 unit alat berat yang diterjunkan, meliputi alat berat di bawah kendali TNI sebanyak 64 unit dan Kementerian PU PR sebanyak 187 unit.


Baca juga: Bekas Bencana Likuefaksi Jadi Ajang “Reuni” Warga Korban Gempa Sulteng



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X