Fakta Penting Hadiah Sepeda Jokowi di Penjuru Negeri, Alasan di Baliknya hingga Sering Ditolak

Kompas.com - 20/10/2018, 13:46 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Wali Kota London Boris Johnson (tengah) menuntun sepeda saat car free day, di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (30/11/2014). Sebelum bersepeda Jokowi juga sempat menyaksikan penyerahan sepeda secara simbolis dari Pemerintah Kota London kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESPresiden Joko Widodo (kiri) didampingi oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Wali Kota London Boris Johnson (tengah) menuntun sepeda saat car free day, di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (30/11/2014). Sebelum bersepeda Jokowi juga sempat menyaksikan penyerahan sepeda secara simbolis dari Pemerintah Kota London kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

KOMPAS.com - Bicara tentang Presiden Indonesia Joko Widodo, tidak lepas dari hadiah sepeda.

Sejak dilantik pada 20 Oktober 2014, Jokowi kerap membagi-bagikan hadiah sepeda kepada siapa saja yang ditemuinya hingga seluruh pelosok Nusantara. Biasanya, melalui mekanisme tanya jawab atau kuis "live" di atas panggung.

Warga yang hadir dalam setiap kunjungan Jokowi pun memberikan respons bermacam-macam atas sepeda yang biasanya ditempeli stiker bertuliskan "Hadiah Presiden Jokowi" itu.

Baca juga: Kisah-kisah Lucu soal Hadiah Sepeda Jokowi, Anak Tengak-tengok hingga Presiden Lupa

Mayoritas warga merasa senang bukan main saat disuruh Jokowi mengambil sepeda begitu turun panggung. Namun, tak sedikit pula yang menolaknya dengan berbagai alasan, termasuk karena dia ingin hadiah dalam bentuk lain.

Nah, berikut ini fakta-fakta penting di balik hadiah sepeda Jokowi saat " blusukan" selama 4 tahun keliling Nusantara sebagai Presiden Indonesia:

1. Sebulan setelah dilantik, Jokowi bagi-bagi sepeda

Presiden RI Joko Widodo menggowes sepeda kuning saat acara penyerahan sertifikat hak atas tanah di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (20/8/2017).KOMPAS.com/dok. Biro Pers Istana Presiden RI Joko Widodo menggowes sepeda kuning saat acara penyerahan sertifikat hak atas tanah di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (20/8/2017).

Pada 29 November 2014, sekitar sebulan setelah dilantik, Jokowi membagi-bagikan hadiah sepeda kepada warga setempat di acara peringatan Hari Menanam Nasional di Desa Tempursari, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Saat itu, Jokowi memanggil beberapa petani untuk naik ke panggung dan memberi sejumlah pertanyaan.

"Asmane sinten Pak?" tanya Jokowi kepada warga Tempursari.

"Sutino, Pak," kata warga tersebut.

Jokowi langsung memberi pertanyaan tentang tanaman milik Sutino.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X