Cerita TKI di Malaysia, Sisihkan Gaji hingga Cari Bantuan untuk Korban Gempa Palu

Kompas.com - 20/10/2018, 12:52 WIB
Ratusan TKI di Sabah, Malaysia bahu-membahu menghimpun bantuan untuk para korban bencana tsunami Palu, Sulawesi Tengah. handoutRatusan TKI di Sabah, Malaysia bahu-membahu menghimpun bantuan untuk para korban bencana tsunami Palu, Sulawesi Tengah.

Dia menyasar pedagang sayur, tukang emas, pemilik warung makan, pedagang ayam hingga pedagang pakaian yang mayoritas adalah warga TKI asal Indonesia yang memilih hidup dari beragam profesi di Malaysia.

“Namanya sesama warga bangsa patutlah kami ikut prihatin dan membantu mereka. Pasal kalau kita kena bencana macam tu, pasti mereka juga ikut membantu kita,” tutur Ani melalui pesan WhatsApp.

Ani bangga, usaha mengumpulkan kotak celengan dari sesama TKI di pasar Keningau Malaysia juga mendapat simpati warga asing lainnya. Seperti warga TKI yang menjadi bagian dari sesama warga bangsa, para TKA juga ikut berdonasi menyisipkan sebagian pendapatan mereka untuk meringankan korban bencana Palu.

Kiki Mimi, TKI lainnya asal Kabupaten Pinrang yang sudah puluhan tahun menjadi TKI di Malaysia, juga mengaku ikut terpanggil mengajak sesama warga TKI di Malaysia berpartisipasi meringankan beban para korban bencana dengan cara menyisipkan sebagian gaji mereka.

Kiki yang biasa disapa Syamsiah ini mengaku trenyuh menyaksikan dampak dasyatnya bencana gempa tsunami yang melululantakkan Sigi, Palu dan Donggala hingga ribuan korban kehilangan tempat tinggal, harta benda dan sanak keluarga dan anak-anak yang mereka cintai.

Kiki mengaku bangga, usaha bersama sejumlah TKI lainnya menggalang dana bantuan untuk para korban bencana palu tak hanya disambut positif sesama warga TKI di perantauan.

Perusahaan tempat Kiki dan suaminya bekerja di Malaysia ikut mendukung dan mensponsori penggalangan dana yang dilakuan para TKI secara sukarela.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Ini kebanggan buat kami karena manajer perusahaan malah ikut tanda tangan sebagai penanggung jawab. Dan ini kehormatan besar buat kami warga TKI yang tetap menunjukkan kesetiakanawan dan rasa nasionalisme sebagai sesama warga bangsa meski jauh di rantau orang,” tutur Syamsiah.

Keprihatinan dan belasungkawa atas bencana gempa tsunami yang menimpa warga Palu juga ditunjukkan Agus, master chef di salah satu perusahaan di Keningau, Sabah.

Sebagai bentuk keprihatinan kepada para korban yang hidup memprihatinkan dan kehilangan harta benda dan sanak keluarga, Agus ikut mendorong penggalangan dana bantuan secara suka rela dari setiap karyawan.

Dana yang terkumpul nantinya akan disalurkan melalui wadah resmi agar bisa ikut meringankan beban para korban.

“Kami ikut prihatin terhadap saudara-sudara kita yang menjadi korban bencana gempa tsunami. Untuk itulah, para TKI menunjukan kepedulian mereka dnega cara mengumpulkan bantuan kepada korban bencana,” tutur Agus, salah satu pekerja di Perusahaan Focus Lumber Berhard, Keningau.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X