Enggartiasto Lukita Raih Doktor Honoris Causa dari UPI Bandung

Kompas.com - 18/10/2018, 20:34 WIB
Universitas Pendidikan Indonesia memberikan gelar kehormatan Doctor Honoris Causa (Dr.HC) kepada Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Upacara penganugerahan gelar Dr HC kepada Enggartiasto dipimpin langsung oleh Rektor UPI Prof. Dr. H. R. Asep Kadarohman, M.Si di  di Gedung Achmad Sanusi Kampus UPI, Jalan Setiabudhi, Kamis (18/10/2018). KOMPAS.com/PUTRA PRIMA PERDANA.Universitas Pendidikan Indonesia memberikan gelar kehormatan Doctor Honoris Causa (Dr.HC) kepada Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Upacara penganugerahan gelar Dr HC kepada Enggartiasto dipimpin langsung oleh Rektor UPI Prof. Dr. H. R. Asep Kadarohman, M.Si di di Gedung Achmad Sanusi Kampus UPI, Jalan Setiabudhi, Kamis (18/10/2018).


BANDUNG, KOMPAS.com- Universitas Pendidikan Indonesia memberikan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa (Dr HC) kepada Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Upacara penganugerahan gelar doktor honoris causa kepada Enggartiasto dipimpin langsung oleh Rektor UPI Prof. Dr. H. R. Asep Kadarohman, M.Si di di Gedung Achmad Sanusi Kampus UPI, Jalan Setiabudhi, Bandung, Kamis (18/10/2018).

Gelar tersebut diberikan karena kontribusi Enggartiasto terhadap pembangunan perekonomian dan kewirausahaan Indonesia.

"Gelar doktor honoris kausa merupakan anugerah istimewa yang hanya diberikan kepada figur yang memiliki prestasi dan reputasi istimewa. Bapak Enggartiasto Lukita adalah sosok istimewa yang memiliki prestasi dan penuh dengan reputasi," ujar Rektor UPI Asep Kadarohman dalam sambutannya, Kamis pagi.

Asep menjelaskan, selama ini Enggartiasto merupakan sosok yang berpengaruh dalam perkembangan kewirausahaan di Indonesia.

Jasanya adalah banyak melahirkan usahawan-usahawan baru yang dapat menjadi solusi dalam menghadapi era revolusi industri 4.0.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pendidikan kewirausahaan berpotensi untuk menumbuhkan kesadaran dan membuka wawasan terkait dengan berbagai peluang dalam berusaha serta menciptakan lapangan kerja baru terutama dalam bidang industri kreatif," ucapnya.

Asep menambahkan, tak hanya piawai di bidang wirausaha, Enggartiasto juga dinilai memiliki kemampuan di bidang lainnya yakni politik, sosial kemasyarakatan dan bidang lainnya.

"Bapak Enggar adalah seorang pembelajar yang memiliki kemampuan absorptive capabilities, kemampuan belajar dari lingkungannya membangun pengetahuan kewirausahaan. Hasil interaksi dari kalangan bisnis dan lingkungan sosialnya. Hal ini yang mengantarkan beliau jadi pengusaha sukses, karena ditopang kemampuan antara visi ke depan dengan konsep pemberdayaan dan membangun kepercayaan yang menjadi modal dasar sukses," katanya.

Baca juga: Mendag Enggartiasto Teken Kerja Sama dengan Mendag Saudi, Apa Isinya?

Dalam kesempatan tersebut, Enggartiasto mengaku cukup terkejut mendapat kabar akan menerima gelar di kampus tempat dia menimba ilmu dulu.

Menurut dia, gelar doktor honoris causa ini menjadi menjadi kebanggaan sekaligus amanah berat yang harus disandang.

"Konsekuensi jadi kehormatan itu tidak hanya mendapat kehormatan tanpa kita harus lebih hati-hati dalam melaksanakan berbagai tugas, karena itu adalah komitmen," akunya.

Sebagai menteri, Enggartiasto mengapresiasi langkah UPI karena telah membentuk suatu prodi yang khusus mengenai kewirausahaan, sebagai langkah maju bersaing dalam era revolusi industri 4.0.

"Menjadi pengusaha yang baik tak kalah terhormat jika dibandingkan dengan berbagai profesi yang lain. Jadi kita harus bersama-sama melakukan langkah perubahan dan kita mengawali dengan pendidikan," kata dia.

Dalam kesempatan tersebut, Enggartiasto mengatakan jumlah pengusaha di Indonesia masih rendah.

Menurut dia, rendahnya entrepreneurship di Indonesia dikarenakan sistem pendidikan di Indonesia yang kurang mendorong anak didik untuk berkembang menjadi seorang wirausahawan.

Bahkan, hingga kini status sebagai pegawai negeri sipil masih dipandang sebagai profesi yang sangat prestisius.

"Kita bisa melihat betapa lulusan sarjana masih berbondong–bondong melamar menjadi PNS dibandingkan memanfaatkan dan menerapkan pengetahuan yang diperolehnya di bangku sekolah dan pendidikan tinggi, untuk mulai menciptakan lapangan pekerjaan, minimal untuk dirinya sendiri. Padahal, kiprah para pengusaha sejak zaman perjuangan kemerdekaan hingga kini, dalam membangun bangsa dan negara Indonesia juga tidak bisa dipandang sebelah mata," ungkapnya.

Enggartiasto menambahkan, hal ini tentu harus diperhatikan karena sesungguhnya Indonesia memiliki potensi besar, baik dari sudut demografi maupun kekayaan alam, untuk mengembangkan diri menjadi suatu entrepreneurship community.

"Saya berkeyakinan, iklim investasi yang semakin kondusif dan anak–anak muda bangsa yang sudah mulai semakin sadar bagaimana bersikap sebagai entrepreneur, dapat mengantarkan bangsa Indonesia untuk lebih sejahtera," tandasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

Regional
Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Regional
Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Regional
Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Regional
Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Regional
Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Regional
Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X