Sakit Hati, Pemulung Ini Nekat Culik Anak dari Bandung

Kompas.com - 18/10/2018, 11:09 WIB
Kapolrestabes Bandung, Kombes Irman Sugema tengah bertanya motif kepada pelaku penculikan berinisial FZ (24) di Mapolrestabes Bandung, Kota Bandung, Rabu (17/10/2018). FZ nekat menculik salah satu anak untuk dipekerjakan sebagai pemulung. KOMPAS.com/AGIEPERMADIKapolrestabes Bandung, Kombes Irman Sugema tengah bertanya motif kepada pelaku penculikan berinisial FZ (24) di Mapolrestabes Bandung, Kota Bandung, Rabu (17/10/2018). FZ nekat menculik salah satu anak untuk dipekerjakan sebagai pemulung.

BANDUNG, KOMPAS.com - Mengaku sakit hati dengan majikannya, seorang pria di Bandung nekat menculik dan menganiaya seorang anak dibawah umur untuk dipekerjakan sebagai pemulung.

Namun aksinya tersebut akhirnya dapat dihentikan setelah polisi berhasil menangkap pelaku penculikan dan kekerasan terhadap anak tersebut.

Adapun pelaku diketahui berinisial FZ (24), pria bertubuh cungkring asal Bone Sulawesi Selatan yang berprofesi sebagai tukang rongsok ini berhasil ditangkap di wilayah Cirebon setelah sebelumnya mencoba membawa kabur serta menganiaya W (13) dan berhasil menculik AL (9).

Kapolrestabes Bandung Kombes Irman Sugema menjelaskan bahwa pelaku berhasil ditangkap di wilayah Cirebon setelah pihak kepolisian menerima laporan pada Selasa 9 Oktober lalu, saat itu seorang ibu melaporkan kehilangan anaknya yang diduga menjadi korban penculikan.

Baca juga: Kisah Anak 9 Tahun Korban Penculikan: Jalan Kaki dari Bandung ke Sumedang, Tidur di Kuburan

"Awalnya kami mendapatkan informasi adanya dugaan penculikan dan kekerasan anak di bawah umur, ada dua orang (diculik) oleh seorang pelaku yang membawa anak tersebut tanpa persetujuan orang tuanya," kata Irman di Mapolrestabes Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (17/10/2018).

Berbekal laporan, petugas langsung melakukan penyelidikan, setelah didapatkan informasi indentitas pelaku, pengejaran pun dilakukan. "Pelaku ini kerjaanya sebagai tukang rongsokan," kata Irman.

Tak lama polisi mendapatkan informasi, ditemukannya seorang anak di wilayah Desa Tomo, Sumedang. Polisi langsung berkoordinasi dengan Polres Sumedang, setelah di cek ternyata benar bahwa anak yang ditemukan itu adalah korban Al yang berhasil kabur dari pelaku.

"Anak itu pun diamankan dan dimintai keterangan, diketahui bahwa pelaku ini melarikan diri ke wilayah Cirebon," tuturnya.

Baca juga: Seorang Bocah Jadi Korban Penculikan dan Dijadikan Pengemis di Sumbar

Perburuan terhadap pelaku pun akhirnya membuahkan hasil, FZ berhasil ditangkap tiga hari kemudian, yakni pada hari Jumat, 12 Oktober 2018, di wilayah Cirebon.

"Pelaku ditangkap di wilayah Cirebon," katanya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Regional
Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Regional
Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Regional
16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

Regional
DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

Regional
Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Regional
BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

Regional
Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Regional
Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X