Kompas.com - 18/10/2018, 08:54 WIB
Ilustrasi penculikan KompasIlustrasi penculikan

BANDUNG, KOMPAS.com — Cemas, takut bercampur sedih, mungkin itu yang dirasakan Enok (47) saat mengetahui AL (9), anak laki-lakinya, tak kunjung pulang sejak Selasa 9 Oktober 2018 lalu.

Enok berusaha mencari anaknya tersebut sampai akhirnya mendapatkan kabar bahwa anaknya diduga menjadi korban penculikan.

Informasi itu didapatkannya saat berkomunikasi dengan orangtua dari W (13), teman dari anaknya yang juga hampir menjadi korban pelaku penculikan.

Awalnya, Selasa (9/10/2018) lalu, W dan AL ini tengah bermain internet di sebuah warung internet di bilangan Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Cicaheum, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung.

Lalu datang seorang lelaki cungkring yang mendekati kedua anak tersebut dengan cara membayarkan pemakaian internet.

Baca juga: Baca juga: Sakit Hati, Pemulung Ini Nekat Culik Anak dari Bandung

Setelah mendapatkan perhatian kedua anak itu, pelaku kemudian mengajak dengan membujuk mereka akan dibelikan sebuah batere di suatu tempat. Nyatanya, pelaku malah membawa keduanya ke pemakaman cina di Cikadut, Kota Bandung.

Ditempat itu, korban W yang tidak terbujuk pelaku dan menolak ikut pergi bersama pelaku. Pelaku pun kemudian melakukan penganiayaan terhadap W hingga akhirnya pingsan. Pelaku kemudian meninggalkan W di kuburan itu lalu membawa pergi Al ke Sumedang.

W sendiri ditemukan pamannya dan kemudian diserahkan kepada orangtuanya.

Enok sendiri mendapatkan kabar anaknya dibawa pergi pelaku ini dari orangtua W. Mendapatkan informasi itu, Enok langsung bertolak ke Mapolrestabes Bandung untuk melaporkan dugaan penculikan tersebut.

“Pas tahu (anaknya diculik), saya langsung lapor polisi, foto anak saya juga dibawa,” kata Enok di Mapolrestabes Bandung, Kota bandung, Rabu (17/10/2018).

Baca juga: Polda Sumsel Selidiki Kasus Dugaan Penculikan Advokat oleh Perwira Polisi

Menurut Enok saat dibawa pergi pergi pelaku, Al dan pelaku berjalan kaki dari Kota Bandung ke Sumedang. “Kata anak saya, waktu dibawa orang itu jalan kaki melalui hutan ke Sumedang,” ujar Enok.

Selama perjalanan tiga hari dari Bandung Ke Sumedang, anaknya mengaku tidak diberikan makan dan minum, bahkan Al sempat tidur di kuburan.

“Selama diperjalanan tidak dikasih makan dan minum, apalagi jajan. Selama di perjalanan anak saya bercerita berjalan di pinggir sungai yang banyak sampahnya, bahkan ia tidur di kuburan,” kata Enok menirukan cerita anaknya tersebut.

Bahkan, Al pun berhasil kabur ketika pelaku tengah tertidur. “Dia itu kabur pas pelaku lagi tidur, dia langsung melarikan diri,” ujarnya.

Identitas dan modus pelaku

Polisi yang mendapatkan laporan tersebut langsung melakukan penyelidikan, tak lama petugas mendapatkan informasi ditemukannya seorang anak di wilayah Desa Tomo, Sumedang.

Polisi langsung berkoordinasi dengan Polres Sumedang dan melakukan pengecekan, di cek ternyata benar bahwa anak yang ditemukan itu adalah korban Al yang berhasil kabur dari pelaku.

Baca juga: Bayi Berumur 5 Hari Diculik Wanita yang Baru Dikenal Ibunya

Korban Al kemudian dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan terkait pelaku yang menculiknya tersebut.

Polisi yang telah mengantongi identitas pelaku, diketahui pelaku berprofesi tukang rongsokan berinsial FZ (24) asal Bone Sulawesi Selatan. berbekal informasi itu petugas langsung memburunya.

"Pelaku ini kerjaanya sebagai tukang rongsokan, diketahui bahwa pelaku ini melarikan diri ke wilayah Cirebon," tutur Kapolres Bandung Kombes Irman Sugema.

Perburuan terhadap pelaku pun akhirnya membuahkan hasil, FZ berhasil ditangkap tiga hari kemudian, yakni pada hari Jumat, 12 Oktober 2018, di wilayah Cirebon. "Pelaku ditangkap di wilayah Cirebon," katanya.

Menurut Irman, modus pelaku menculik korban untuk dipekerjakan menjadi seorang pemulung. "Modusnya membawa anak ini untuk dijadikan tukang rongsokan," jelasnya.

Baca juga: Diduga Kawanan Penculik Bersenjata Api, Pria 60 Tahun Ini Ditangkap Polisi

Sebelum menculik AL, pelaku juga sempat menganiaya korban W. Penganiayan itu dilakukan pelaku lantaran W enggan menuruti ajakan pelaku.

"Penganiayaan kepada salah satu anak, dan menjadi korban. Barang bukti hasil visum korban anak berinisial W bahwa dia dilakukan kekerasan dipukul dan dicekik sehingga anak tersebut pingsan," kata Irman.

Aniaya korban

Lantaran pingsan, W akhirnya ditinggalkan pelaku, tetapi korban Al berhasil diculik pelaku dan dibawanya ke Sumedang dengan berjalan kaki. Meski sudah dalam genggaman pelaku, menurut Irman, Korban Al belum sempat dipekerjakan dan berhasil kabur di wilayah Sumedang.

Kepada polisi pelaku mengaku aksi penculikan ini baru pertama kali dilakukannya. Adapun, motif pelaku melakukan penculikan itu lantaran kecewa dengan majikannya yang memecatnya sebagai tukang rongsokan. Kekecewaanya itu dilampiaskan dengan menculik hingga menganiaya korbannya.

"Pelaku ini aslinya orang Bone, ke sini ke Jawa barat kegiatannya pernah bekerja sebagai tukang rongsokan, namun ada masalah dengan majikannya sehingga dia dikeluarkan. Mengapa menganiaya anak, katanya kecewa dengan pimpinanannya, jadi pelampiasan," jelasnya.

Kini pelaku harus mendekam di balik dinginnya penjara Polrestabes Bandung. Pelaku juga masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polrestabes Bandung.

Atas perbuatannya, FZ dikenai Pasal 80 dan atau 83 Undang-Undang No 35 Tahun 2014 atas perubahan Undang-Undang No 23 Tahun tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 15 tahun.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X