Jokowi Kembali Datangi Lombok, Pencairan Dana Hunian Tetap Bakal Dipercepat

Kompas.com - 18/10/2018, 07:08 WIB
Menko Puan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) terkait pencairan dana bantuan bagi masyarakat yang rumahnya terkena dampak bencana di kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (17/10/2018). DOK Humas Kemenko PMKMenko Puan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) terkait pencairan dana bantuan bagi masyarakat yang rumahnya terkena dampak bencana di kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (17/10/2018).

MATARAM, KOMPAS.com - Proses pencairan dana hunian tetap (huntap) bagi 204.449 kepala keluarga di Lombok, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi masalah tersendiri. 

Proses pencairannya yang lambat dirasakan masyarakat penerima dana huntap. Mereka yang telah mengantongi buku rekening, justru kebingungan karena dana untuk membangun rumah mereka tak bisa dicairkan. 

Lambatnya proses pencairan dana ini disebabkan oleh kendala birokrasi, yakni kekhawatiran penggunaan dana tidak akuntabel. 

Kedatangan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada Kamis (18/10/2018) ke Lombok,  menyebabkan progres pencairan dana dipercepat bagi puluhan ribu kepala keluarga yang kehilangan tempat tinggal karena gempa.

Baca juga: Jokowi Akan Kunjungi Lombok Pantau Pencairan Dana Rehabilitasi

Rapat koordinasi terbatas di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB pada Rabu siang (17/10/2018) berlangsung tertutup.

Rapat tersebut melibatkan Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan jajarannya, Kapolri Jendral Tito Karnavian, panglima TNI Marsekal TNI Hari Tjahjanto, Menko Bidang Pembangunan (PMK) Puan Maharani dan Kepala BNPB Wilem Rampangilei.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Prioritas utama adalah membangun rumah rumah warga, secara cepat, tepat secara benar, cepat harus dalam waktu 6 bulan bisa selesai semua, dan tepat adalah memenuhi persyarakat bahwa rumah yang dibangun itu tahan gempa,” kata Wilem Rampangilei pada wartawan.

Menurut  Wilem, saat ini isu yang beredar adalah masalah pencairan dana bantuan stimulan. Hal ini terjadi karena untuk pencairan harus ada persyaratan akuntabilitas.

Sehingga lambatnya pencairan dana ini adalah karena mengingat yang dicairkan adalah uang negara, tidak semudah dan sederhana pencairannya agar tidak disalahgunakan.

Baca juga: Cairkan Dana Bantuan Rumah, Korban Gempa Lombok Kini Cukup Isi Satu Formulir

“Tapi kemarin rapat dengan Presiden sudah diputuskan untuk menyederhanakan persyaratan, jumlah 17 syarat, salah satunya harus punya tabungan, Pokmas (kelompok masyarakat). Diputuskan oleh Presiden dengan satu formulir persyaraan masyarakat sudah bisa mencairkan dana bantuan itu. Syarat berikutnya bisa menyusul atau dilengkapi belakangan,” kata Wilem.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Regional
 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.