BPJS Menunggak, Bupati Jombang Minta Layanan RSUD Tak Terganggu

Kompas.com - 18/10/2018, 00:11 WIB
Bupati Jombang Jawa Timur, Hj. Mundjidah Wahab. KOMPAS.com/Moh. SyafiiBupati Jombang Jawa Timur, Hj. Mundjidah Wahab.

JOMBANG, KOMPAS.com - Bupati Jombang, Jawa Timur Mundjidah Wahab meminta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang tetap memberikan layanan terbaik kepada pasien, meski ada keterlambatan dalam pembayaran klaim BPJS.

Mundjidah mengatakan, keterlambatan pembayaran klaim BPJS kepada rumah sakit saat ini menjadi masalah nasional.

Menurut dia, keterlambatan pembayaran klaim tersebut tidak boleh mengorbankan pasien peserta BPJS.

“Ini kan masalahnya sudah menjadi masalah nasional. Hampir semua daerah mengalaminya. Kami berharap masalah ini tidak mengganggu pelayanan pasien BPJS,” kata Bupati Jombang, Rabu (17/10/2018).

Baca juga: BPJS Kesehatan: Pernyataan Presiden Cambuk bagi Kami

RSUD Jombang merupakan tempat pelayanan kesehatan milik Pemerintah Kabupaten Jombang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sekitar 85 persen dari pasien yang menggunakan jasa pelayanan kesehatan di rumah sakit ini merupakan peserta BPJS, baik BPJS PBI maupun BPJS Mandiri.

Berdasarkan keterangan yang diterima Bupati Jombang pekan lalu, RSUD Jombang belum menerima pembayaran dari klaim yang diajukan kepada BPJS sebesar Rp 12,5 miliar untuk bulan Juni dan Rp 14 miliar untuk klaim pada bulan Juli.

Masalah serupa juga dialami RSUD Ploso, rumah sakit milik Pemkab Jombang yang berada di wilayah utara Sungai Brantas.

Rumah sakit ini belum menerima pembayaran klaim dari BPJS dengan kisaran Rp 600 juta per bulan sejak Juni 2018.

Mundjidah Wahab mengungkapkan, Pemkab Jombang akan segera menentukan langkah agar pelayanan kepada pasien peserta BPJS di RSUD Jombang dan RSUD Ploso tidak terganggu.

“Makanya kami akan segera membahas masalah ini dengan Dinas Kesehatan dan rumah sakit untuk mencari solusinya. Kami harus pastikan, jangan sampai ada peserta BPJS tidak tertangani,” jelasnya.

Kepada BPJS, Mundjidah berharap agar program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ditangani lebih serius.

“Karena ini program pemerintah untuk menjamin kesehatan masyarakat, kami berharap supaya program ini ditangani dengan serius, karena ini berkaitan dengan kesehatan masyarakat, kesejahteraan masyarakat,” tutup putri pendiri NU, KH. Abdul Wahab Chasbullah ini.

Kompas TV Melalui aturan ini, BPJS Kesehatan berniat mencegah defisit anggaran.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.