Cerita Ni'matul Fauziah, Atlet Tuna Netra Peraih Perak Lawnball Asian Para Games 2018 (2)

Kompas.com - 17/10/2018, 22:52 WIB
Nimatul Fauziah (20) atlet disabilitas asal Temanggung, Jawa Tengah, peraih medali perak cabor lawnball di Asian Paragames 2018. KOMPAS.com/IKA FITRIANA Nimatul Fauziah (20) atlet disabilitas asal Temanggung, Jawa Tengah, peraih medali perak cabor lawnball di Asian Paragames 2018.

TEMANGGUNG, KOMPAS.com - Salah satu atlet penyandang tuna netra Ni'matul Fauziah (20) saat ini sedang menanti pencairan bonus prestasi Asian Para Games 2018 yang dijanjikan pemerintah.

Dari bonus tersebut, ia ingin memberangkatkan orangtua menunaikan ibadah haji ke tanah suci Mekah.

"Saya berjanji dalam hati apabila bonus dari pemerintah cair ingin memberikan hadiah khusus bagi kedua orangtua saya, termasuk biaya menunaikan ibadah haji," tutur Ni'matul saat ditemui di rumahnya di Dusun Barang Kulon RT 07 RW 02, Desa Barang, Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung, Rabu (17/10/2018).

Anak pasangan Sariyati dan Slamet Mulyanto ini menyadari peran orangtua sungguh berarti bagi hidupnya, terlebih ketika ia divonis bahwa matanya tidak akan bisa melihat dunia lagi.

"Waktu itu saya masih kelas 1 SMP, saya keluar karena mata udah enggak bisa melihat. Tapi sama ibu saya disuruh harus tetap sekolah, enggak boleh menyerah karena harus melanjutkan hidup. Jangan berhenti sampai di situ," kisah Ni'matul.

Gadis kelahiran 11 Agustus 1998 itu kemudian kembali bersekolah namun di sekolah dan asrama khusus penyandang tuna netra di Kabupaten Temanggung. Di sekolah ini, Ni'matul mulai menekuni dunia olahraga khususnya atletik.

Ia juga banyak mendulang prestasi di olahraga ini. Kemudian, pada tahun 2017, Ni'matul sempat berhenti dari dunia olahraga karena sudah tidak tinggal di asrama sekolah.

Namun, sang ibu terus mendorongnya untuk tetap berolahraga karena bermanfaat bagi dirinya, bahkan negara.

"Tahun 2017 saya sempat berhenti, karena sudah enggak di asrama lagi. Di rumah ditemani ibu. Lalu didorong lagi buat olahraga. Akhirnya ikut (olahraga) lagi, kalau latihan ditemani ibu," ungkapnya.

Baca juga: Cerita Nimatul Fauziah, Atlet Tuna Netra Peraih Perak Lawnball Asian Paragames 2018 (1)

Oleh karena itu, ia berharap bonus dari pemerintah segera cair meski ia sendiri belum tahu nominalnya.

Secara simbolis, bonus itu memang sudah diberikan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga di Istana Bogor beberapa waktu lalu.

"Bonus memang belum cair, saya masih menunggu. Memang kalau simbolisnya sudah di Istana Bogor beberapa waktu lalu. Harapan saya segera cair, meskipun belum tahu buat apa, yang jelas buat kedua orang tua yang sudah membimbing saya hingga seperti ini," katanya.

Di sisi lain, ia juga berharap Pemerintah Kabupaten Temanggung lebih memperhatikan para atlet disabilitas seperti dirinya.

Sebab, sejauh ini ia merasakan dukungan pemerintah daerah masih minim, bahkan ada beberaba atlet yang terpaksa pindah ke daerah lain.

"Kok perhatian pemerintah daerah kurang ya. Saya berangkat ke Jakarta pakai uang pribadi, sampai saat ini juga belum tahu ada bonus enggak dari pemerintah daerah. Ada uang saku sih, Rp 60.000 per hari selama tanding seminggu," bebernya.

Kebanggan Ibu

Ibu Ni'matul Fauziah, Sariyati mengungkapkan kebanggaannya pada putri pertamanya itu karena telah berprestasi meski memiliki kekurangan pada penglihatannya. Ia terharu anaknya tetap bersemangat berjuang menunjukkan kemampuannya.

"Rasanya bahagia, senang, enggak menyangka. Ia memang sudah lama ikut even tingkat daerah. Alhamdulillah bisa dapat medali emas, perak, juara lainnya," ungkap Sariyati.

Baca juga: McDonald’s Beri Penghargaan untuk Atlet Asian Para Games 2018

Sebagi orangtua, Sariyati menyadari bahwa dirinya lah tumpuan semangat Ni'matul. Ia pun rela menghabiskan hari-harinya untuk membimbing anaknya yang tidak bisa lagi melihat.

Bahkan, Sariyati sendiri yang turun langsung melatih Ni'matul belajar atletik di lapangan.

"Saya latih sendiri di lapangan, tolak peluru, lempar lembing, lempar cakram. Saya dukung penuh dia, setiap hari saya nasehati supaya tetap tegar, melihat ke depan, punya semangat untuk lebih baik," ungkapnya

Ia juga terus berdoa kepada Tuhan agar keajaiban selalu menyertai buah hatinya itu. Lewat olahraga ini Sariyati ingin Ni'matul bisa hidup mandiri di masa yang akan datang. 

Kompas TV Menpora Imam Nahrawi mengumumkan secara resmi bonus atlet dan pelatih pada perhelatan Asian Para Games 2018.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.