Polisi: Pelaku Pemerkosaan Anak Korban Bencana Sulteng Hanya Seorang

Kompas.com - 17/10/2018, 22:12 WIB
Ilustrasi. THINKSTOCKIlustrasi.


MAKASSAR, KOMPAS.com – Setelah melakukan penyelidikan dengan memeriksa pelaku, korban dan sejumlah saksi, penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar akhirnya menetapkan seorang tersangka dalam kasus pemerkosaan terhadap anak korban bencana Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kasubag Humas Polrestabes Makassar, AKP Diarits Felle dalam konferensi persnya, Rabu (17/10/2018) mengatakan, hanya tersangka In (14) yang melakukan pemerkosaan terhadap korban bencana Sulteng, SH (7) yang masih duduk di bangku kelas 1 SD di Kota Palu.

Diarits menjelaskan, In awalnya dibonceng motor oleh rekannya, Akbar.


Di tengah jalan, Akbar menurunkan In dan berjalan kaki ke rumah keluarganya di kompleks Bumi Permata Sudiang (BPS).

Saat di jalan, In melihat korban sedang berjalan bersama sahabatnya berinisial B. Tiba-tiba, muncul pikiran cabul tersangka melihat SH dan menyusun rencana. In kemudian mendatangi SH dan menyuruh sahabatnya B pulang.

"Setelah B pergi, tersangka kemudian membawa korban ke salah satu rumah kosong di kompleks BPS yang tak jauh dari rumahnya. Di rumah kosong itulah, tersangka melampiaskan nafsu bejatnya terhadap korban,” jelas Diarits.

Baca juga: Polisi Pastikan Korban Pemerkosaan di Makassar adalah Korban Gempa Palu

SH sempat melakukan perlawanan, lanjut Diarits, namun kalah kekuatan hingga akhirnya diperkosa sebanyak dua kali oleh In.

Setelah melampiaskan nafsu bejatnya, In hendak mengatar korban pulang ke rumah keluarganya di kompleks tersebut.

“Dalam perjalanan, korban melihat pamannya Hendro dan bergegas memeluknya. Korban langsung menceritakan peristiwa yang baru dialaminya. Seketika itu, Hendro bersama warga sekitar mengamankan In dan melaporkannya ke markas Polsekta Biringkanaya,” tuturnya.

Dari hasil visum, sambung Diarits, korban dinyatakan oleh tim dokter rumah sakit telah diperkosa dengan luka di kemaluannya.

“Atas perbuatannya, tersangka diancam pasal 81 Juncto pasal 76 D atau pasal 82 Juncto 76 E UU Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan Perpu nomor 1 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara atau setengah hukuman orang dewasa,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang pengungsi korban bencana Sulteng, SH (7) yang masih duduk d ibangku kelas 1 SD diperkosa oleh tiga pemuda di tempat pengungsian di Bumi Permata Sudiang (BPS), Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Selasa (16/10/2018) sore.

Kasus pemerkosaan ini pun telah ditangani oleh aparat kepolisian dan korban menjalani visum di RS Malebu, Sudiang.

Kompas TV Kasus ini sedang didalami oleh sejumlah pihak terkait.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

ABK Jatuh ke Laut, Hari Ketiga Pencarian Masih Belum Ditemukan

ABK Jatuh ke Laut, Hari Ketiga Pencarian Masih Belum Ditemukan

Regional
Fakta Gibran Maju Pilkada Solo, Tak Ingin Maju Lewat Independen hingga Sudah Konsultasi Politik dengan Senior PDI-P Pusat

Fakta Gibran Maju Pilkada Solo, Tak Ingin Maju Lewat Independen hingga Sudah Konsultasi Politik dengan Senior PDI-P Pusat

Regional
Hendak Gali Kubur, Warga Ngawi Temukan Orang Diduga Gantung Diri

Hendak Gali Kubur, Warga Ngawi Temukan Orang Diduga Gantung Diri

Regional
Bus Rombongan Pelajar SMA Banyuwangi Terguling di Lumajang, 20 Siswa Terluka

Bus Rombongan Pelajar SMA Banyuwangi Terguling di Lumajang, 20 Siswa Terluka

Regional
Jelang Pelantikan Jokowi, 595 Personel TNI-Polri Sisir Pulau Bali

Jelang Pelantikan Jokowi, 595 Personel TNI-Polri Sisir Pulau Bali

Regional
Fakta Baru Motivator Tempeleng 10 Siswa, Mengaku Khilaf hingga Dikecam KPAI

Fakta Baru Motivator Tempeleng 10 Siswa, Mengaku Khilaf hingga Dikecam KPAI

Regional
Jokowi-Ma'ruf Dilantik, Wakil Bupati Belitung Berharap Ekonomi Pariwisata Diperhatikan

Jokowi-Ma'ruf Dilantik, Wakil Bupati Belitung Berharap Ekonomi Pariwisata Diperhatikan

Regional
Ratusan Warga Doa Bersama Jelang Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

Ratusan Warga Doa Bersama Jelang Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

Regional
Cerita di Balik Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung Adik-adiknya

Cerita di Balik Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung Adik-adiknya

Regional
Mabuk Miras, Pemuda Ini Perkosa Mahasiswi

Mabuk Miras, Pemuda Ini Perkosa Mahasiswi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pasutri Tewas Digigit Ular | Pilkada Solo, Gibran Berjuang Maju Lewat PDI-P

[POPULER NUSANTARA] Pasutri Tewas Digigit Ular | Pilkada Solo, Gibran Berjuang Maju Lewat PDI-P

Regional
Fakta Kecelakaan Tol Lampung, Sopir Diduga Mengantuk hingga 4 Orang Tewas Terbakar

Fakta Kecelakaan Tol Lampung, Sopir Diduga Mengantuk hingga 4 Orang Tewas Terbakar

Regional
Tempeleng 10 Siswa, Motivasi Berujung Jeruji Besi: Saya Khilaf...

Tempeleng 10 Siswa, Motivasi Berujung Jeruji Besi: Saya Khilaf...

Regional
KPK Sita Sejumlah Dokumen di Kantor Dishub Medan

KPK Sita Sejumlah Dokumen di Kantor Dishub Medan

Regional
Sambut Pelantikan, Foto Jokowi dan Ma'ruf Amin Diarak dengan Gerobak Sapi Lewat Malioboro

Sambut Pelantikan, Foto Jokowi dan Ma'ruf Amin Diarak dengan Gerobak Sapi Lewat Malioboro

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X