Japnas: Produk Lokal Bandung Belum Jadi Tuan Rumah di Daerahnya Sendiri

Kompas.com - 16/10/2018, 10:01 WIB
Oyoh De Kerupuk Jengkol hasil olahan Imas Mintarsih ketika dipamerkan diacara Roadshow The Big Start Indonesia Season 3 di kawasan Cihampelas, Bandung, Sabtu (21/7/2018). KOMPAS.com/MUTIA FAUZIAOyoh De Kerupuk Jengkol hasil olahan Imas Mintarsih ketika dipamerkan diacara Roadshow The Big Start Indonesia Season 3 di kawasan Cihampelas, Bandung, Sabtu (21/7/2018).

BANDUNG, KOMPAS.com - Kota Bandung saat ini menjad salah satu pusat perdagangan di Indonesia dengan komoditi utama produk-produk kreatif dan sandang lokal.

Namun demikian, sebagian besar perputaran ekonomi di Kota Kembang ternyata masih dikuasai oleh produk asing yang dijual di factory outlet maupun di dalam pusat perbelanjaan.

Ketua Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Kota Bandung, Dendy Akad Buldansyah menilai, para pengusaha di level mikro pada khususnya memerlukan dukungan besar dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Setidaknya dalam hal mendorong intervensi pasar agar bisa memberikan peluang bagi produk lokal.

"Sekarang produk lokal belum menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri akibat banjirnya produk impor. Beragam produk mulai dari fesyen, kuliner, barang kebutuhan rumah tangga dan lainnya dari anggota Japnas banyak yang punya potensi, namun sulit berkembang, sehingga butuh dukungan pemerintah daerah," kata Dendy di Bandung, Selasa (16/10/2018).

Dengan bantuan keberpihakan dari Pemerintah Kota Bandung, kata Dendy, nantinya akan memberikan dampak besar bagi para pelaku usaha. Apalagi, sambung dia, jika didorong dengan regulasi khusus yang mengatur dunia wirausaha.

"Keberpihakan dari pemkot sangat penting agar produk lokal bisa bersaing dengan produk impor. Keberpihakan tersebut mulai dari imbauan penggunaan produk lokal bagi masyarakat khususnya PNS, atau dalam bentuk peraturan daerah yang melindungi produk lokal," tuturnya.

Baca juga: Bupati Temanggung Siap Ngamen Pasarkan Produk Lokal

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dendy menjelaskan, keberadaan produk lokal bukan hanya sebatas menjadi penanda aktivitas perekonomian daerah yang hanya menopang kehidupan sehari-hari. Namun, kata dia, keberadaan produk-produk lokal bisa menjadi penopang ekonomi suatu daerah yang bisa bergulir secara mandiri.

Selain itu, Dendy mengatakan, potensi ekonomi lokal juga bisa menjadi penunjang kesejahteraan masyarakat untuk menjadi solusi jitu menekan angka kemiskinan dan persoalan sosial lainnya.

"Penggunaan produk lokal punya arti sangat penting agar ekonomi daerah bisa lebih kokoh dan tidak terpengaruh terhadap kondisi ekonomi global. Bahkan, bisa membuat masyarakat sejahtera dan mandiri," tuturnya.

Tidak hanya itu saja, Dendy mengatakan, keberadaan produk lokal tidak akan terpengaruh oleh terpaan kondisi ekonomi global ketika nilai tukar dollar terhadap rupiah yang saat ini terus naik.

Baca juga: Cinta Produk Lokal, Ini 6 Barang yang Pernah Dibeli Jokowi saat Blusukan ke Daerah

Menurut dia, produk lokal justru bisa tetap bertahan karena tidak mengandalkan pasokan dari luar negeri. Sebab, 75 persen bahan baku serta pengerjaannya dilakukan secara mandiri oleh masyarakat.

"Penggunaan produk lokal akan meminimalisasi dampak negatif dari melonjaknya nilai tukar dollar yang kini banyak dikeluhkan pengusaha. Jadi perekonomian tidak ikut terguncang oleh isu ekonomi global yang kini terus membuat resah para pengusaha,” tandasnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.