Jadi Saksi Kasus Dugaan Gratifikasi, Bupati Bandung Barat Terpilih Bantah Terima Uang

Kompas.com - 16/10/2018, 00:22 WIB
Tampak Mantan Sekda KBB Maman Sulaeman Sunjaya, dan Bupati Bandung Barat Terpilih Aa Umbara Sutisna tengah duduk menjadi saksi dalam peraidangan kasus dugaan gratifikasi dengan terdakwa Mantan Bupati Bandung Barat Abu Bakar, mantan Kadisperindag Weti Lembanawati dan mantan Kepala Bapeitbangda KBB Adiyoto di Pengadilan Tipikor pada PN Kelas 1A ‎Khusus Bandung, Kota Bandung Jawa Barat. Senin (15/10/2018).KOMPAS.com/AGIEPERMADI Tampak Mantan Sekda KBB Maman Sulaeman Sunjaya, dan Bupati Bandung Barat Terpilih Aa Umbara Sutisna tengah duduk menjadi saksi dalam peraidangan kasus dugaan gratifikasi dengan terdakwa Mantan Bupati Bandung Barat Abu Bakar, mantan Kadisperindag Weti Lembanawati dan mantan Kepala Bapeitbangda KBB Adiyoto di Pengadilan Tipikor pada PN Kelas 1A ‎Khusus Bandung, Kota Bandung Jawa Barat. Senin (15/10/2018).

BANDUNG ,KOMPAS.com - Bupati Bandung Barat terpilih Aa Umbara Sutisna menjadi saksi dalam sidang kasus dugaan gratifikasi dengan tersangka mantan Bupati Bandung Barat Abu Bakar, mantan Kadisperindag Weti Lembanawati dan mantan Kepala Bapelitbangda KBB Adiyoto.

Sidang berlangsung di Pengadilan Tipikor pada PN Kelas 1A Khusus Bandung, Kota Bandung Jawa Barat, Senin (15/10/2018).

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Fuad Muhammad ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan sejumlah saksi diantaranya Kabid Aset Badan Pengelolaan Keuangan Daerah KBB Asep Wahidin Sudiro, dan Kabid di DPMPTSP KBB Toni Muyawan.


Selain itu, hadir pula sebagai saksi Sekdisindag Avira Nurfasihah, Staf Indag KBB Caca Permana, Mantan Sekda KBB Maman Sulaeman Sunjaya, dan Bupati Bandung Barat Terpilih Aa Umbara Sutisna.

Baca juga: Dua Tersangka Kasus Suap Bupati Bandung Barat Segera Disidang

Sidang dibagi menjadi dua sesi. Pada sesi pertama mendengarkan keterangan saksi Asep Wahidin Sudiro, Toni Muyawan, Avira Nurfasihah, dan Caca Permana.

Sedangkan kesaksian mantan Sekda KBB Maman Sulaeman Sunjaya dan Bupati Bandung Barat terpilih Aa Umbara Sutisna dilakukan di sesi kedua.

Dalam sidang di sesi kedua yang beragendakan kesaksian tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi Nugraha awalnya bertanya kepada Aa Umbara terkait tupoksi anggota dan ketua DPRD Bandung Barat yang pernah dijabatnya.

Aa yang pernah menjabat Ketua DPRD Bandung Barat sejak tahun 2009 ini menjawab bahwa tupoksinya sebagai ketua DPRD Bandung Barat saat itu yakni budgeting, pengawasan dan administrasi.

Berbicara soal pengawasan, JPU pun lantas melanjutkan pertanyaan lainnya.

"Apakah saudara saksi pernah menerima uang dari Weti dengan total Rp 255 juta?," tanya Budi.

"Tidak pernah menerima," jawab Aa.

JPU kemudian memastikan dengan bertanya kepada Aa apakah dirinya memiliki ajudan bernama Yadi dan supir bernama Aep.

Aa pun tak menampik hal itu, ia membenarkan bahwa mereka berdua adalah supir dan ajudannya.

Namun Aa membantah adanya dana 'pelicin' dari eksekutif dalam setiap kegiatan yang membutuhkan pengesahan atau persetujuan DPRD KBB.

"Tidak pernah meminta (uang) ke eksekutif," ujarnya.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Regional
Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Regional
Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Regional
Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Regional
Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Regional
Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Regional
DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

Regional
Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Regional
Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Regional
Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Regional
4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Regional
Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Regional
Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Regional
Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Regional
Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Regional
Close Ads X